Polisi Periksa 4 Pembeli Surat Hasil Tes Covid-19 Palsu

Kompas.com - 22/01/2021, 14:57 WIB
Konferensi pers penangkapan kasus penggunaan surat palsu bebas Covid-19 di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Senin (10/8/2020) Dok Humas Polres Bandara Soekarno-HattaKonferensi pers penangkapan kasus penggunaan surat palsu bebas Covid-19 di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Senin (10/8/2020)
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Polresta Bandara Soekarno-Hatta memeriksa pihak-pihak yang diduga menjadi pengguna jasa pemalsuan surat hasil tes Covid-19.

Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho menjelaskan, sudah ada empat orang yang diperiksa oleh penyidik guna mengungkap kasus pemalsuan dokumen terkait Covid-19 tersebut.

"Kemarin sudah hadir empat orang," ujar Alex kepada Kompas.com, Jumat (22/1/2021).

Berdasarkan keterangan sementara, kata Alex, keempat penumpang tersebut mengetahui bahwa surat hasil tes Covid-19 yang dibelinya palsu.

Polisi pun bakal melakukan gelar perkara untuk menentukan status pembeli surat hasil tes palsu yang sudah diperiksa penyidik.

"Mereka tahu (surat hasil tes Covid-19) itu palsu. Melalui mekanisme gelar perkara, akan ditentukan status dari semua yang penyidik panggil," kata Alex.

Baca juga: 1 Pemalsu Surat Hasil Tes Covid-19 Ditangkap di Depok, Totalnya 16 Tersangka

Alex mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman dan akan memanggil sejumlah orang lain yang diduga membeli surat hasil tes Covid-19 palsu dari 16 tersangka.

Menurut Alex, terdapat kurang lebih 200 orang yang diduga menggunakan jasa pemalsuan surat hasil tes Covid-19 tersebut.

"200 itu data penumpang yang sekira menggunakan surat tes palsu. Data ini mungkin masih akan terus berkembang seiring proses verifikasi yang berjalan," kata Alex.

Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap 16 tersangka kasus pemalsuan surat hasil tes PCR dan tes cepat antigen sebagai syarat perjalanan ke luar daerah di tengah pandemi Covid-19.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Cabai Naik, Pedagang Pasar Induk Kramatjati Keluhkan Pasokan Tidak Stabil

Harga Cabai Naik, Pedagang Pasar Induk Kramatjati Keluhkan Pasokan Tidak Stabil

Megapolitan
Suara Orangtua Sikapi KBM Tatap Muka: Khawatir Penularan hingga Tunda Sekolah Anak

Suara Orangtua Sikapi KBM Tatap Muka: Khawatir Penularan hingga Tunda Sekolah Anak

Megapolitan
Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Kramatjati Masih Rp 130.000 Per Kilogram

Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Kramatjati Masih Rp 130.000 Per Kilogram

Megapolitan
Uji Coba Insentif Parkir Kendaraan Lulus Uji Emisi di Blok M Belum Terlaksana

Uji Coba Insentif Parkir Kendaraan Lulus Uji Emisi di Blok M Belum Terlaksana

Megapolitan
Tak Kunjung Jual Saham Perusahaan Bir, Pemprov DKI Klaim Tak Kantongi Izin dari DPRD

Tak Kunjung Jual Saham Perusahaan Bir, Pemprov DKI Klaim Tak Kantongi Izin dari DPRD

Megapolitan
Robby Abbas Mengaku Pakai Sabu karena Depresi

Robby Abbas Mengaku Pakai Sabu karena Depresi

Megapolitan
Pemprov DKI: Virus Corona B.1.1.7 Kemungkinan Sudah Lama Masuk Indonesia

Pemprov DKI: Virus Corona B.1.1.7 Kemungkinan Sudah Lama Masuk Indonesia

Megapolitan
Viral Usai Pemain Skateboard Ditindak, Trotoar Bundaran HI Dipasangi Spanduk Larangan Berkerumun

Viral Usai Pemain Skateboard Ditindak, Trotoar Bundaran HI Dipasangi Spanduk Larangan Berkerumun

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Eks Muncikari Artis Robby Abbas Gunakan Sabu bersama Seorang Wanita

Sebelum Ditangkap, Eks Muncikari Artis Robby Abbas Gunakan Sabu bersama Seorang Wanita

Megapolitan
Ban Pecah, Mobil Boks Terguling di Tol Dalam Kota Kawasan Grogol

Ban Pecah, Mobil Boks Terguling di Tol Dalam Kota Kawasan Grogol

Megapolitan
Jajaran Polres Metro Jakarta Utara Jalani Vaksinasi Covid-19

Jajaran Polres Metro Jakarta Utara Jalani Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Sejarah Hari Ini: Gadis 15 Tahun Bunuh Anak Tetangga Terinspirasi dari Film Chucky

Sejarah Hari Ini: Gadis 15 Tahun Bunuh Anak Tetangga Terinspirasi dari Film Chucky

Megapolitan
Berkait Lurah Cabul di Bekasi, Kompolnas Ingatkan Polisi agar Tak Tebang Pilih Usut Kasus

Berkait Lurah Cabul di Bekasi, Kompolnas Ingatkan Polisi agar Tak Tebang Pilih Usut Kasus

Megapolitan
Manfaatkan Celah, Pembantu hingga Kenalan Pedagang Ikut Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Manfaatkan Celah, Pembantu hingga Kenalan Pedagang Ikut Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
7 Tahun Lalu, Sakit Hati dan Cemburu Melatarbelakangi Pembunuhan Ade Sara

7 Tahun Lalu, Sakit Hati dan Cemburu Melatarbelakangi Pembunuhan Ade Sara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X