Hujan Deras, Beberapa Perumahan dan Ruas Jalan di Bekasi Banjir

Kompas.com - 24/01/2021, 15:47 WIB
Ilustrasi musim hujan yang dipengaruhi La Nina. BMKG merilisi anomali iklim La Nina sedang berkembang di Samudera Pasifik, dampaknya pada Indonesa dapat menyebabkan curah hujan yang tinggi dan berakibat pada bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor. SHUTTERSTOCK/CHOKCHAI POOMICHAIYAIlustrasi musim hujan yang dipengaruhi La Nina. BMKG merilisi anomali iklim La Nina sedang berkembang di Samudera Pasifik, dampaknya pada Indonesa dapat menyebabkan curah hujan yang tinggi dan berakibat pada bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor.

BEKASI, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bekasi sejak pagi hingga siang mengakibatkan banjir di beberapa titik, pada Minggu (24/1/2021).

Ketinggian banjir di sejumlah ruas jalan dan permukiman warga itu bervasiasi, mulai dari 10 hingga 80 sentimeter.

Dilansir Wartakota, wilayah yang dilanda banjir antara lain, Komplek Perumahan IKIP Pondok Gede, Komplek Angkatan Laut (AL) Blok C Jatibening, dan Perumahan Sarigaperi Jatubening, serta Perumahan Duta Kranji, Masnaga Bekasi Barat.

Di empat perumahan tersebut dilaporkan ketinggian air mencapai kurang lebih 80 sentimeter.

Baca juga: Hujan Deras, Sejumlah Akses Jakarta Terendam Banjir

Selain itu, Jalan KH Noer Ali Kalimalang yang berada tepat di bawah kolong Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Kota Bintang, Bekasi juga terendam banjir.

Akibatnya, jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan karena genangan air cukup tinggi.

Koordinator Satgas Badan Penanggulangan Bencana Kota Bekasi Karsono mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan mengenai jumlah titik banjir di Kota Bekasi.

Ia menyebut, sejumlah lokasi yang terendam banjir merupakan wilayah yang dilintasi oleh aliran Sungai Ciliwung.

"Belum (tahu total jumlah titik banjir). Masih proses pendataan," kata Karsono Minggu (24/1/2021).

Baca juga: Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Sementara untuk sejumlah lokasi yang dilewati oleh aliran Kali Bekasi disebut masih aman. Namun, pihak BPBD tetap meminta agar masyarakat tetap waspada akan potensi terjadinya banjir.

"Untuk di sepanjang aliran Kali Bekasi masih aman, tapi tetap harus waspada khawatir ada air kiriman dari wilayah Bogor," ungkapnya.

BPBD Kota Bekasi sudah mengerahkan petugas ke sejumlah titik banjir. Warga yang terdampak diimbau agar mengungsi ke lokasi lebih aman.

Sumber: https://wartakota.tribunnews.com/amp/2021/01/24/hujan-deras-dari-pagi-sejumlah-perumahan-di-kota-bekasi-terendam-banjir

Penulis: Muhammad Azzam



Sumber Wartakota
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ART hingga Kenalan Pedagang Ikut Vaksin di Pasar Tanah Abang, Ini Kata PD Pasar Jaya

ART hingga Kenalan Pedagang Ikut Vaksin di Pasar Tanah Abang, Ini Kata PD Pasar Jaya

Megapolitan
Berbuat Cabul kepada Bocah 6 Tahun, Penjaga Warung di Tangsel Ditangkap Warga

Berbuat Cabul kepada Bocah 6 Tahun, Penjaga Warung di Tangsel Ditangkap Warga

Megapolitan
Sejumlah Dosen di Kota Tangerang Berharap Bisa Mengajar di Kampus Usai Vaksinasi

Sejumlah Dosen di Kota Tangerang Berharap Bisa Mengajar di Kampus Usai Vaksinasi

Megapolitan
Upaya Meminimalisasi Banjir di Rawa Buaya, Buat Saluran Gendong hingga Perbaikan Sheetpile

Upaya Meminimalisasi Banjir di Rawa Buaya, Buat Saluran Gendong hingga Perbaikan Sheetpile

Megapolitan
Tidur Saat Memasak, Tukang Bubur Kaget Ketika Bangun Lihat Asap Kebakaran di Tempat Tinggalnya

Tidur Saat Memasak, Tukang Bubur Kaget Ketika Bangun Lihat Asap Kebakaran di Tempat Tinggalnya

Megapolitan
Anak-anak Bermain di Selokan Pademangan, Camat Sebut akibat Jenuh di Rumah Saja

Anak-anak Bermain di Selokan Pademangan, Camat Sebut akibat Jenuh di Rumah Saja

Megapolitan
Timnas U22 Vs Tira Persikabo Digelar Jumat Malam, 238 Polisi Dikerahkan

Timnas U22 Vs Tira Persikabo Digelar Jumat Malam, 238 Polisi Dikerahkan

Megapolitan
Polisi Izinkan Laga Uji Coba Timnas U22 dan U23 Indonesia Digelar Pekan Ini

Polisi Izinkan Laga Uji Coba Timnas U22 dan U23 Indonesia Digelar Pekan Ini

Megapolitan
Ditangkap Tanpa Barang Bukti, Robby Abbas Akan Direhabilitasi

Ditangkap Tanpa Barang Bukti, Robby Abbas Akan Direhabilitasi

Megapolitan
Dalam Duka, Suroto dan Elisabeth Berbesar Hati Memaafkan Pembunuh Ade Sara

Dalam Duka, Suroto dan Elisabeth Berbesar Hati Memaafkan Pembunuh Ade Sara

Megapolitan
Dinkes DKI: Cara Terbaik Hambat Penyebaran Virus Corona B.1.1.7 dengan Isolasi yang Ketat

Dinkes DKI: Cara Terbaik Hambat Penyebaran Virus Corona B.1.1.7 dengan Isolasi yang Ketat

Megapolitan
Kedapatan Bawa Celurit, 2 Orang Ditangkap di Jalan Danau Sunter

Kedapatan Bawa Celurit, 2 Orang Ditangkap di Jalan Danau Sunter

Megapolitan
Harga Cabai Naik, Pedagang Pasar Induk Kramatjati Keluhkan Pasokan Tidak Stabil

Harga Cabai Naik, Pedagang Pasar Induk Kramatjati Keluhkan Pasokan Tidak Stabil

Megapolitan
Suara Orangtua Sikapi KBM Tatap Muka: Khawatir Penularan hingga Tunda Sekolah Anak

Suara Orangtua Sikapi KBM Tatap Muka: Khawatir Penularan hingga Tunda Sekolah Anak

Megapolitan
Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Kramatjati Masih Rp 130.000 Per Kilogram

Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Kramatjati Masih Rp 130.000 Per Kilogram

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X