Badut di Masa Pandemi, Hampir Setahun Menganggur hingga Jadi Tukang Las

Kompas.com - 28/01/2021, 16:07 WIB
Badut dari komunitas Aku Badut Indonesia (ABI) saat menghibur anak-anak yang terkena bencana Dok. Pribadi/ IstimewaBadut dari komunitas Aku Badut Indonesia (ABI) saat menghibur anak-anak yang terkena bencana

JAKARTA, KOMPAS.com- Pekerja seni seperti badut ikut terkena imbas dari pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 lalu.

Sudah hampir setahun, badut-badut yang tergabung dalam komunitas Aku Badut Indonesia (ABI) kehilangan mata pencaharian mereka.

Hal itu diakui oleh Dedy Delon, pendiri Yayasan ABI ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (28/1/2021).

"Dengan adanya PSBB diperpanjang lagi ini tambah stres, banyak yang akhirnya hampir setahun menganggur total," kata Dedy.

 

ABI menaungi 17 badut yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya. Mereka kerap menghibur anak-anak yang mengalami trauma saat dilanda bencana hingga muncul di acara-acara televisi.

Namun semua itu tak lagi bisa dilakukan sejak ruang gerak masyarakat dibatasi untuk mengurangi penyebaran virus corona.

"Kita yang biasanya suka memberi hiburan untuk trauma healing kita enggak bisa lagi," ujar dia.

 

Bahkan, tiga orang dari mereka terpaksa melepas profesi mereka sebagai badut dan ada yang menjadi tukang las.

"Di Jakarta ada 17 pekerja badut terus karena kondisi Covid ini berkurang tiga orang, karena sudah enggak kuat dan enggak bisa ngikutin, kami juga enggak mau memaksakan kan," tutur Dedy.

"Akhirnya enggak kuat dengan kondisi seperti ini, mereka fokus dengan pekerjaannya kayak buka warung. Yang kasihan ya tim yang terpukul sampe jadi tukang las," sambungnya.

 

Selama ini, para badut terus berusaha mencari cara agar tetap bisa bertahan dengan profesi mereka.

Dedy menyebut, beberapa kali ABI pernah menghibur anak-anak secara virtual, namun dari segi pendapatan tidak terlalu signifikan.

Atraksi mereka pun jadi sangat terbatas karena tidak bisa berinteraksi langsung dengan anak-anak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Realisasi Program Rumah DP 0 Tak Sampai 1 Persen dan Terganjal Korupsi, Fraksi PSI: Ini Peringatan Buat Pak Anies

Soal Realisasi Program Rumah DP 0 Tak Sampai 1 Persen dan Terganjal Korupsi, Fraksi PSI: Ini Peringatan Buat Pak Anies

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro hingga 22 Maret

Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro hingga 22 Maret

Megapolitan
Dirut Sarana Jaya Terganjal Korupsi, Wagub DKI Pastikan Proyek Strategis Tetap Jalan

Dirut Sarana Jaya Terganjal Korupsi, Wagub DKI Pastikan Proyek Strategis Tetap Jalan

Megapolitan
Dirut Pembangunan Sarana Jaya Dinonaktfikan, Program Rumah DP Rp 0 Diharapkan Berlanjut

Dirut Pembangunan Sarana Jaya Dinonaktfikan, Program Rumah DP Rp 0 Diharapkan Berlanjut

Megapolitan
Berstatus Penyintas, Besok Wali Kota Jakarta Barat Akan Terima Vaksin Covid-19

Berstatus Penyintas, Besok Wali Kota Jakarta Barat Akan Terima Vaksin Covid-19

Megapolitan
Update 8 Maret: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 1.783

Update 8 Maret: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 1.783

Megapolitan
Dinas PUPR Perbaiki 14 Tanggul Rusak akibat Banjir di Kota Tangerang

Dinas PUPR Perbaiki 14 Tanggul Rusak akibat Banjir di Kota Tangerang

Megapolitan
Jalan Moh Kahfi 1 Kerap Macet hingga 2 Km dan Dikeluhkan Warga, Ini Kata Camat Jagakarsa

Jalan Moh Kahfi 1 Kerap Macet hingga 2 Km dan Dikeluhkan Warga, Ini Kata Camat Jagakarsa

Megapolitan
Kritik Anggaran Penataan Trotoar Rp 100 Miliar, Anggota DPRD DKI: Prioritaskan BLT Masyarakat

Kritik Anggaran Penataan Trotoar Rp 100 Miliar, Anggota DPRD DKI: Prioritaskan BLT Masyarakat

Megapolitan
Percepat Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia, Lokasi Penyuntikan Ditambah di Lippo Mall Puri Kembangan

Percepat Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia, Lokasi Penyuntikan Ditambah di Lippo Mall Puri Kembangan

Megapolitan
240 Tokoh Agama di Tangsel Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

240 Tokoh Agama di Tangsel Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Kata Polda Metro Jaya soal Tuduhan Jadi Beking Mafia Tanah

Kata Polda Metro Jaya soal Tuduhan Jadi Beking Mafia Tanah

Megapolitan
Mulai Besok, ASN di Jakarta Barat Terima Vaksin Covid-19

Mulai Besok, ASN di Jakarta Barat Terima Vaksin Covid-19

Megapolitan
75 Jiwa Korban Kebakaran di Cakung Bakal Direlokasi ke Rumah Susun

75 Jiwa Korban Kebakaran di Cakung Bakal Direlokasi ke Rumah Susun

Megapolitan
PPKM Mikro Diklaim Tekan Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Tangsel

PPKM Mikro Diklaim Tekan Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X