Kompas.com - 04/02/2021, 14:54 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Lobi Lotte Mart, Ciputra World, Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (13/1/2021 KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOWakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Lobi Lotte Mart, Ciputra World, Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (13/1/2021

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan dirinya belum mendengar langsung terkait pemotongan insentif tenaga kesehatan (Nakes) oleh Kementerian Keuangan.

Namun, dia memastikan Pemprov DKI Jakarta tetap memberikan perhatian pada peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan yang menjadi garda terakhir penanggulangan Covid-19.

"Ya kalau DKI selalu memberikan perhatian pada peningkatan SDM kesejahteraan masyarakat kepedulian kita pada tenaga kesehatan dan tenaga SDM lainnya," ujar Riza dalam keterangan suara, Kamis (4/2/2021).

Baca juga: Protes Sri Mulyani soal Pemotongan Insentif, IDI Jakarta: Insentif Nakes Jauh di Bawah Gaji Pegawai Kemenkeu

Riza mengatakan, selama ini tenaga kesehatan menjadi garda yang penting untuk menyelamatkan pasien Covid-19 di DKI Jakarta.

Dia berharap ada kebijakan pemerintah pusat yang lebih baik daripada harus memotong insentif tenaga kesehatan.

"Mudah-mudahan ada kebijakan pemerintah yang lebih baik terhadap perhatian kita kepedulian kita terhadap tenaga kesehatan termasuk pentingnya insentif bagi tenaga kesehatan," kata Riza.

Riza juga menjelaskan, DPR RI terlihat menyayangkan keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memotong insentif tenaga kesehatan tersebut.

Baca juga: Sri Mulyani Potong Insentif Tenaga Kesehatan, Simak Rinciannya

Namun, dia tidak ingin berkomentar karena belum mendengar secara langsung apa yang menjadi keputusan dari Kementerian Keuangan.

"Namun kita tetap tunggu dulu. Saya belum mendengar secara langsung atau tidak langsung penjelasan dari kementerian kesehatan kenapa insentif tenaga kesehatan dipotong," kata Riza.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengurangi besaran nilai insentif yang diterima oleh tenaga kesehatan untuk tahun 2021.

Besaran pemangkasan insentif nakes tersebut mencapai 7,5 juta. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor S-65/MK.02/2021.

Dalam surat tersebut dirinci insentif dokter spesialis sebesar Rp 7,5 juta, sementara dokter peserta PPDS Rp 6,25 juta, dokter umum dan gigi Rp 5 juta, bidan dan perawat Rp 3,75 juta, tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp 2,4 juta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

John Kei: Saya Minta Dibebaskan, Saya Tak Tahu Masalah Ini

John Kei: Saya Minta Dibebaskan, Saya Tak Tahu Masalah Ini

Megapolitan
Minta Warga Tak Mudik, Anies: Ini Untuk Melindungi Semua

Minta Warga Tak Mudik, Anies: Ini Untuk Melindungi Semua

Megapolitan
Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Megapolitan
Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Megapolitan
Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Megapolitan
John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

Megapolitan
Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Megapolitan
Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Megapolitan
Anies ke AHY: Demokrat Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Anies ke AHY: Demokrat Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Megapolitan
Di Persidangan, John Kei Menyatakan Tak Pernah Instruksikan Pembunuhan terhadap Nus Kei

Di Persidangan, John Kei Menyatakan Tak Pernah Instruksikan Pembunuhan terhadap Nus Kei

Megapolitan
Rizieq Shihab kepada Hakim: Saya Sangat Lelah, Semalam Tak Bisa Tidur, Panas Sekali di Penjara

Rizieq Shihab kepada Hakim: Saya Sangat Lelah, Semalam Tak Bisa Tidur, Panas Sekali di Penjara

Megapolitan
John Kei: Dulu Nus Kei Orang yang Paling Saya Percaya

John Kei: Dulu Nus Kei Orang yang Paling Saya Percaya

Megapolitan
Dinkes Tangsel: 2 Warga Terinfeksi Virus Corona Varian B.1.617 di Serpong Telah Sembuh

Dinkes Tangsel: 2 Warga Terinfeksi Virus Corona Varian B.1.617 di Serpong Telah Sembuh

Megapolitan
Jasa Raharja Gelar Mudik Online, Bagi Kuota Internet Rp 150.000 untuk 10.000 Pendaftar

Jasa Raharja Gelar Mudik Online, Bagi Kuota Internet Rp 150.000 untuk 10.000 Pendaftar

Megapolitan
John Kei: Nus Kei Tak Bayar Utang Rp 1 Miliar

John Kei: Nus Kei Tak Bayar Utang Rp 1 Miliar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X