Kompas.com - 10/02/2021, 13:29 WIB
Seorang warga sedang sembahyang di Klenteng Tri Dharma Chandra Nadi (Soei Goeat Kiang) di kawasan 10 Ulu Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (5/2/2021). Dalam perayaan Imlek nanti, pihak Klenteng meniadakan tradisi barongsai dan pemasangan lampion agar tak mengundang kerumunan orang yang menyebabkan penyebaran Covid-19. KOMPAS.com/AJI YK PUTRASeorang warga sedang sembahyang di Klenteng Tri Dharma Chandra Nadi (Soei Goeat Kiang) di kawasan 10 Ulu Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (5/2/2021). Dalam perayaan Imlek nanti, pihak Klenteng meniadakan tradisi barongsai dan pemasangan lampion agar tak mengundang kerumunan orang yang menyebabkan penyebaran Covid-19.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono menyarankan agar perayaan Imlek tahun ini digelar dengan cara berbeda.

Pasalnya, saat ini Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19, ditambah dengan krisis fasilitas kesehatan di berbagai daerah.

"Boleh merayakan, tapi dengan cara yang berbeda, karena sekarang lagi pandemi, lagi puncak-puncaknya, dan rumah sakit lagi penuh," tutur Pandu saat dihubungi melalui telepon, Rabu (10/2/2021).

Pandu menjelaskan, perayaan Imlek tahun-tahun sebelumnya identik dengan kumpul keluarga, sama seperti lebaran Idul Fitri.

Baca juga: Sempat Dilarang pada Masa Orde Baru, Beginilah Perayaan Imlek dari Masa ke Masa

Namun, di tahun ini, kata Pandu, sebaiknya tradisi kumpul keluarga tidak dilakukan karena berisiko ganda, selain tertular, juga akan sulit mendapat pengobatan karena krisis fasilitas kesehatan.

Apabila memang sangat menginginkan adanya acara kumpul keluarga, Pandu menyarankan, sebaiknya acara dilaksanakan di ruangan terbuka untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Acara keluarga (saat perayaan Imlek) sebaiknya jangan di ruangan tertutup kalau mau ada acara keluarga. Kalau bisa sih enggak usah ada (acara keluarga)," tutur Pandu.

Masalahnya, saat ini banyak warga yang memandang acara kumpul keluarga tidak akan menimbulkan penularan Covid-19.

Baca juga: Perayaan Imlek di Kelenteng Tertua Tangerang, Imbauan Ibadah di Rumah hingga Tanpa Barongsai

Padahal, kata Pandu, klaster keluarga saat ini menyumbang paling banyak kasus Covid-19 di Indonesia.

"Jadi walaupun sekarang ada peringatan apa-apa, tapi mereka sangka kalau keluarga ketemu sesama keluarga, maka aman," kata dia.

Adapun terhitung 3-31 Januari 2021, klaster keluarga menyumbang 52 persen kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

Sementara itu, per 9 Februari 2021, angka kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 300.406 kasus.

Dari jumlah tersebut, terdapat 271.573 pasien dinyatakan sembuh, 24.152 pasien dalam perawatan, dan 4.681 korban meninggal dunia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Megapolitan
Soal 'Commitment Fee' Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Soal "Commitment Fee" Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Megapolitan
Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Megapolitan
Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Megapolitan
Pengacara Sebut Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Diduga Dibunuh, Polisi: Belum Mengarah ke Sana

Pengacara Sebut Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Diduga Dibunuh, Polisi: Belum Mengarah ke Sana

Megapolitan
Pengacara Duga Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Korban Pembunuhan Berencana

Pengacara Duga Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Korban Pembunuhan Berencana

Megapolitan
Pengelola Sebut TMII Saat Weekend Sudah Didatangi Ribuan Pengunjung

Pengelola Sebut TMII Saat Weekend Sudah Didatangi Ribuan Pengunjung

Megapolitan
Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dicorat-coret Saat Baru Dipamerkan, Wagub DKI Prihatin

Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dicorat-coret Saat Baru Dipamerkan, Wagub DKI Prihatin

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Usut Pelaku Vandalisme Tugu Sepatu di Jalan Jenderal Sudirman

Pemprov DKI Akan Usut Pelaku Vandalisme Tugu Sepatu di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
Seorang Pemuda Terpeleset dan Tenggelam di Kali Kawasan Sunter Jaya

Seorang Pemuda Terpeleset dan Tenggelam di Kali Kawasan Sunter Jaya

Megapolitan
Ganjil Genap di Kawasan Wisata Pengaruhi Jumlah Pegunjung TMII

Ganjil Genap di Kawasan Wisata Pengaruhi Jumlah Pegunjung TMII

Megapolitan
Polisi Selidiki Kematian Seorang Pria di Tangerang yang Ditembak Orang Tak Dikenal

Polisi Selidiki Kematian Seorang Pria di Tangerang yang Ditembak Orang Tak Dikenal

Megapolitan
Antisipasi Ganjil Genap Kawasan Wisata, Ancol Siapkan Dua Kantong Parkir

Antisipasi Ganjil Genap Kawasan Wisata, Ancol Siapkan Dua Kantong Parkir

Megapolitan
Seorang Pemuda Curi Motor Milik Temannya di Tambora

Seorang Pemuda Curi Motor Milik Temannya di Tambora

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.