Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Air Sampai ke Pintu Air Pulogadung dalam 4 Jam ke Depan, Ini Daftar 21 Wilayah Terdampak

Kompas.com - 19/02/2021, 11:44 WIB
Rindi Nuris Velarosdela

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini banjir bagi masyarakat yang tinggal di 21 wilayah di Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara.

Peringatan dini banjir itu diberikan berdasarkan pantauan debit air di Pintu Air Pulogadung dan kondisi debit air di Pos Pantau Sunter Hulu yang berstatus siaga 2.

Pasalnya, tinggi muka air (TMA) di Pos Pantau Sunter Hulu adalah 230 sentimeter pada pukul 06.00 WIB.

"Antisipasi lebih kurang empat jam ke depan, air akan sampai di Pintu Air Pulogadung," bunyi keterangan resmi BPBD dilansir Antara, Jumat (19/2/2021) pukul 10.00 WIB.

Baca juga: Saat Banjir Ganas Terjadi di Habitat Air Kota Bekasi . . .

Berikut wilayah potensi banjir di Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara:

  1. Bampu Apus
  2. Cilangkap
  3. Pondok Ranggon
  4. Setu
  5. Lubang Buaya
  6. Pondok Bambu
  7. Pondok Kelapa
  8. Cipinang
  9. Cipinang Melayu
  10. Cipinang Muara
  11. Duren Sawit
  12. Jatinegara Kaum
  13. Kayu Putih
  14. Pulogadung
  15. Sumur Batu
  16. Kelapa Gading Barat
  17. Kelapa Gading Timur
  18. Kebon Bawang
  19. Rawa Badak Selatan
  20. Rawa Badak Utara
  21. Sungai Bambu
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Diduga Korsleting, Bengkel Motor Sekaligus Rumah Tinggal di Cibubur Terbakar

Diduga Korsleting, Bengkel Motor Sekaligus Rumah Tinggal di Cibubur Terbakar

Megapolitan
Kardinal Suharyo Tegaskan Gereja Katolik Tak Sama dengan Ormas Keagamaan

Kardinal Suharyo Tegaskan Gereja Katolik Tak Sama dengan Ormas Keagamaan

Megapolitan
Ditawari Izin Tambang, Kardinal Suharyo: Itu Bukan Wilayah Kami

Ditawari Izin Tambang, Kardinal Suharyo: Itu Bukan Wilayah Kami

Megapolitan
Pemuda yang Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Pondok Aren Ditangkap Polisi

Pemuda yang Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Pondok Aren Ditangkap Polisi

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Lapor Polisi soal Penjarahan Sejak 2023

Pengelola Rusunawa Marunda Lapor Polisi soal Penjarahan Sejak 2023

Megapolitan
Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia: Waktu Singkat dan Enggan Naik Mobil Antipeluru

Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia: Waktu Singkat dan Enggan Naik Mobil Antipeluru

Megapolitan
Pedagang Perabot di Duren Sawit Tewas dengan Luka Tusuk

Pedagang Perabot di Duren Sawit Tewas dengan Luka Tusuk

Megapolitan
Tak Disangka, Grafiti Bikin Fermul Belajar Mengontrol Emosi

Tak Disangka, Grafiti Bikin Fermul Belajar Mengontrol Emosi

Megapolitan
Sambut Positif jika Anies Ingin Bertemu Prabowo, PAN: Konsep 'Winner Takes All' Tidak Dikenal

Sambut Positif jika Anies Ingin Bertemu Prabowo, PAN: Konsep "Winner Takes All" Tidak Dikenal

Megapolitan
Seniman Grafiti Ingin Buat Tembok Jakarta Lebih Berwarna meski Aksinya Dicap Vandalisme

Seniman Grafiti Ingin Buat Tembok Jakarta Lebih Berwarna meski Aksinya Dicap Vandalisme

Megapolitan
Kunjungan Paus ke Indonesia Jadi yang Kali Ketiga Sepanjang Sejarah

Kunjungan Paus ke Indonesia Jadi yang Kali Ketiga Sepanjang Sejarah

Megapolitan
Kardinal Suharyo: Kunjungan Paus Penting, tapi Lebih Penting Mengikuti Teladannya

Kardinal Suharyo: Kunjungan Paus Penting, tapi Lebih Penting Mengikuti Teladannya

Megapolitan
Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia, Diagendakan Mampir ke Istiqlal hingga GBK

Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia, Diagendakan Mampir ke Istiqlal hingga GBK

Megapolitan
Warga Langsung Padati CFD Thamrin-Bundaran HI Usai Jakarta Marathon

Warga Langsung Padati CFD Thamrin-Bundaran HI Usai Jakarta Marathon

Megapolitan
Sesuai Namanya sebagai Seni Jalanan, Grafiti Selalu Ada di Tembok Publik

Sesuai Namanya sebagai Seni Jalanan, Grafiti Selalu Ada di Tembok Publik

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com