Kompas.com - 22/02/2021, 07:25 WIB
Tampilan baru Masjid Istiqlal usai direnovasi, Jakarta, Kamis (7/1/2021). Renovasi ini merupakan yang pertama sejak 42 tahun lalu, dengan memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni, hingga estetika. BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDENTampilan baru Masjid Istiqlal usai direnovasi, Jakarta, Kamis (7/1/2021). Renovasi ini merupakan yang pertama sejak 42 tahun lalu, dengan memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni, hingga estetika.

JAKARTA, KOMPAS.com - Masjid Istiqlal tak bisa dilepaskan dengan makna kemerdekaan. Istiqlal berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti kemerdekaan dalam bahasa Indonesia.

Dalam buku yang ditulis Solichin Salam berjudul "Masjid Istiqlal Sebuah Monumen Kemerdekaan", sebelum Indonesia merdeka, tepatnya di masa pemerintahan Kolonial Belanda, umat Islam di Jakarta memiliki harapan untuk bisa membangun sebuah masjid agung di tengah-tengah kota Batavia.

"Karena di waktu itu pada umumnya masjid-masjid hanya terdapat di kampung-kampung, dan itupun berbentuk kecil serta sangat sederhana," tulis Solichin.

Baca juga: Peringati Milad Masjid Istiqlal ke-43, Sinarmas Wakafkan 3.000 Al-Quran

Tidak ada satupun masjid yang dinilai berada di tempat strategis di tengah kota Batavia. Namun, angan-angan tersebut hanya sekadar menjadi angan-angan belaka.

Pemerintahan Hindia Belanda tidak memberikan kesempatan berdirinya sebuah sebuah masjid di tengah-tengah kota Batavia.

Beralih pada masa pemerintahan Jepang menduduki kota Batavia, beberapa tokoh umat Islam sempat berharap agar angan-angan pembangunan masjid agung bisa terwujud.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tak Hanya Simbol Kerukunan, Ini Fungsi Terowongan Silaturahim Masjid Istiqlal-Gereja Katedral

"Sekitar tahun 1944, beberapa ulama dan tokoh Islam berkumpul di rumah Bung Karno di Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jalan Proklamasi 56 Gedung Perintis Kemerdekaan) Jakarta," tulis Solichin.

Para tokoh Islam mengajak Soekarno yang dikenal sebagai tokoh pergerakan pribumi saat itu mendirikan sebuah masjid agung yang bisa menampung banyak jamaah di tengah kota Jakarta.

Meski belum merdeka, Soekarno merasa ide tersebut perlu untuk diwujudkan. Namun, ada keinginan Soekarno yang akhirnya harus membuat rencana tersebut tertunda

Sebab, Soekarno meminta agar ide masjid besar tersebut tidak hanya didirikan menggunakan kayu dan genteng yang mudah roboh dan lapuk, tetapi dibangun dengan arsitektur megah menggunakan besi dan beton agar terlihat gagah dan tahan selama ratusan tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Wilayah di Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir

Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Wilayah di Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir

Megapolitan
Ketua JPKL: Pelabelan Plastik Mengandung Zat BPA pada Kemasan Makanan Sudah Tepat

Ketua JPKL: Pelabelan Plastik Mengandung Zat BPA pada Kemasan Makanan Sudah Tepat

Megapolitan
Seorang Pria Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal Usai Shalat Maghrib

Seorang Pria Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal Usai Shalat Maghrib

Megapolitan
Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Megapolitan
Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.