Kompas.com - 02/03/2021, 15:18 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim dokter yang telah merawat dirinya di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat. Ucapan terima kasih itu disampaikan dalam video yang diunggah di akun Instgramnya, Sabtu (18/4/2020). Bima sembuh dari dari Covid-19 setelah dirawat selama beberapa hari. InstagramWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim dokter yang telah merawat dirinya di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat. Ucapan terima kasih itu disampaikan dalam video yang diunggah di akun Instgramnya, Sabtu (18/4/2020). Bima sembuh dari dari Covid-19 setelah dirawat selama beberapa hari.

BOGOR, KOMPAS.com - Hari ini, Selasa (2/3/2021), tepat satu tahun kasus Covid-19 pertama di Indonesia diumumkan.

Maret (2/3/2020), Presiden Joko Widodo ditemani Terawan Agus Putranto, yang kala itu masih menjadi Menteri Kesehatan (Menkes), mengumumkan dua warga negara Indonesia yang positif terjangkit virus SARS-CoV-2.

Sejak saat itu, infeksi kasus Covid-19 di Tanah Air terus menyebar dan meluas. Hingga 1 Maret 2021, tercatat jumlah kasus Covid-19 di Indonesia adalah 1.341.314 orang.

Laporan terhadap kasus-kasus orang yang terpapar Covid-19 pun semakin bermunculan di daerah-daerah, tak terkecuali di daerah penyangga Ibu Kota Jakarta seperti di Kota Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Kilas Balik Kronologi Munculnya Kasus Pertama Covid-19 di Indonesia

Menengok ke belakang, kasus Covid-19 di Kota Bogor pertama kali terjadi pada pertengahan Maret 2020.

Hebohnya, orang nomor satu di Kota Bogor, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjadi pasien 01 yang terjangkit virus SARS-Cov-2 atau virus corona.

Publik pun dibuat terkejut dengan kejadian itu, tak terkecuali dengan warga Kota Bogor sendiri. Berbagai media nasional dan lokal saling berburu informasi mewartakan informasi tersebut.

Kapan Bima Arya dinyatakan positif corona?

Bima dinyatakan positif corona setelah Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat mengeluarkan hasil tes kesehatannya pada Kamis (19/3/2020) sore.

Jumat (20/3/2020) pagi, informasi itu kemudian telah menyebar secara masif hingga menjadi topik pembicaraan nasional.

Informasi tersebut terus berkembang hingga akhirnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengumumkan nama lain mereka yang terkonfirmasi corona.

Baca juga: Setahun Pandemi Covid-19: Kala Harga Masker Medis dan Hand Sanitizer Meroket...

Jadi, ada orang lain yang positif juga dong selain Bima Arya?

Betul. Ada dua orang lain yang dinyatakan positif corona di Kota Bogor selain Bima Arya, yaitu Ara Wiraswara, PNS yang bertugas di bagian Hubungan Kerjasama Pemkot Bogor.

Sementara, satu orang positif lainnya adalah seorang pasien yang sebelumnya dirawat di rumah sakit dan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Atas hasil itu, maka telah terkonfirmasi jumlah orang yang positif Covid-19 di Kota Bogor sebanyak tiga orang.

Kok bisa Bima Arya kena corona?

Terpaparnya orang nomor satu di Kota Bogor itu ditengarai tak lepas dari kunjungan kerjanya ke negara Turki dan Azerbaijan yang dilakukannya selama sepekan, terhitung sejak Senin (9/3/2020) hingga Minggu (15/3/2020).

Asumsi bermunculan. Ada yang menyebut Bima terpapar virus SARS-Cov-2 ketika berada di luar negeri. Ada pula yang mengira, jika Bima terkena saat tiba di bandara sepulangnya dari sana.

Lalu, mengapa dia harus pergi ke luar negeri sementara negara sedang gawat corona?

Baca juga: Setahun Pandemi Covid-19: Bandara Soekarno-Hatta Sempat Tutup, tetapi Kasus Pertama Tetap Muncul

Menelisik ke belakang, perjalanan Bima bersama rombongan yang berjumlah empat orang itu ke dua negara tersebut dilakukannya setelah pemerintah Indonesia menerbitkan lima protokol utama yang berkaitan dengan Covid-19, yaitu protokol kesehatan, protokol komunikasi, protokol pengawasan perbatasan, protokol area institusi pendidikan, serta protokol area publik dan transportasi pada tanggal 6 Maret 2020.

Bahkan, pada tanggal 8 Maret 2020, pemerintah mulai memberlakukan pembatasan perjalanan terhadap sejumlah negara.

Dilansir dari sejumlah sumber, bahkan negara Azerbaijan telah mengonfirmasi kasus positif pertama Covid-19 pada tanggal 28 Februari 2020.

Sepenting itu kah dia harus ke luar negeri?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 23 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 23 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 23 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 23 April 2021

Megapolitan
WN India Positif Covid-19 Masuk Jakarta, Pemprov DKI Akan Awasi Prokes Lebih Ketat

WN India Positif Covid-19 Masuk Jakarta, Pemprov DKI Akan Awasi Prokes Lebih Ketat

Megapolitan
Profil Kolonel Harry Dansatsel di KRI Nanggala 402: Alumnus SMA di Depok Jadi Komandan yang Disiplin

Profil Kolonel Harry Dansatsel di KRI Nanggala 402: Alumnus SMA di Depok Jadi Komandan yang Disiplin

Megapolitan
Angkasa Pura II Ketatkan Prosedur Kedatangan Penumpang Internasional, Termasuk India

Angkasa Pura II Ketatkan Prosedur Kedatangan Penumpang Internasional, Termasuk India

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Pak Ogah di Tambora

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Pak Ogah di Tambora

Megapolitan
Minta WN India yang Positif Covid-19 Dikarantina, Anggota DPRD DKI: Jika Tidak, Kita Akan Kebobolan

Minta WN India yang Positif Covid-19 Dikarantina, Anggota DPRD DKI: Jika Tidak, Kita Akan Kebobolan

Megapolitan
Mengenalkan Anak pada Sejarah Islam di Pameran Artefak Nabi Muhammad SAW

Mengenalkan Anak pada Sejarah Islam di Pameran Artefak Nabi Muhammad SAW

Megapolitan
Nursyahbani Katjasungkana, Perempuan dalam Perjuangan Reformasi 1998

Nursyahbani Katjasungkana, Perempuan dalam Perjuangan Reformasi 1998

Megapolitan
Sedang Bermain di Dekat Rumah, Balita di Palmerah Diserang Monyet Liar

Sedang Bermain di Dekat Rumah, Balita di Palmerah Diserang Monyet Liar

Megapolitan
Jelang Larangan Mudik, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Pulo Gebang

Jelang Larangan Mudik, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Pulo Gebang

Megapolitan
Tongkat hingga Janggut Nabi Muhammad SAW Ditampilkan dalam Pameran Artefak di JIC

Tongkat hingga Janggut Nabi Muhammad SAW Ditampilkan dalam Pameran Artefak di JIC

Megapolitan
Belajar Sambil Berwisata Religi di Pameran Artefak Nabi Muhamamad SAW

Belajar Sambil Berwisata Religi di Pameran Artefak Nabi Muhamamad SAW

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Serius Terapkan Jam Malam di RT Zona Merah Covid-19

Pemprov DKI Diminta Serius Terapkan Jam Malam di RT Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Ketika Rizieq Shihab Marah dan Menunjuk-nunjuk Jaksa di Sidang Kasus Petamburan

Ketika Rizieq Shihab Marah dan Menunjuk-nunjuk Jaksa di Sidang Kasus Petamburan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X