Dari 5.078 RT di Kota Tangerang, Masih Ada 159 RT Masuk Zona Kuning

Kompas.com - 09/03/2021, 18:49 WIB
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat berkunjung ke Kantor Redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta, Senin (17/7/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat berkunjung ke Kantor Redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta, Senin (17/7/2019).

TANGERANG, KOMPAS.com - Ada 159 rukun tetangga (RT) di Kota Tangerang, Banten, yang masih termasuk zona kuning berdasar aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengungkapkan, seratusan RT yang termasuk zona kuning itu tersebar di beberapa kecamatan di Kota Tangerang.

"Sekarang sistem zonasinya kan di tingkat RT. RT yang masuk zona kuning ada sekitar 159," ungkap Arief kepada awak media, Selasa (9/3/2021).

Baca juga: UPDATE: Tambah 36 Kasus di Kota Tangerang, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

Sementara itu, dari total 5.078 RT yang ada di Kota Tangerang, ada 4.919 RT yang termasuk zona hijau.

Di satu sisi, sebut Arief, tak ada satu pun RT yang tergolong zona oranye atau merah..

"(Sebanyak) 4.919 RT tidak tercatat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam tujuh hari terakhir, dikategorikan zona hijau," papar dia.

"Semuanya sudah enggak ada yang zona merah," imbuh Arief.

Baca juga: Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro hingga 22 Maret

Pria 43 tahun itu menyatakan, seluruh pendataan zona kuning dan zona hijau tersebut berdasarkan catatan Pemerintah Kota Tangerang selama tanggal 2-8 Maret 2021.

Arief menyebutkan, ada 204 RT yang masuk ke zona kuning pada pertengahan Februari 2021.

Bila dibandingkan, terdapat penurunan wilayah yang termasuk zona kuning, yakni 45 RT sejak pertengahan Februari 2021 hingga saat ini.

Politikus Demokrat itu berujar, penurunan sejumlah RT berstatus zona kuning itu juga seiringan dengan penurunan angka pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sejak awal Januari 2021 hingga belakangan ini.

Penyebab turunnya dua hal tersebut, kata Arief, disebabkan tingkat kepatuhan warga terhadap aturan PPKM mikro mencapai 70 persen di tiap kecamatan.

Meski demikian, ia berharap pemerintah pusat mampu memberikan dosis vaksin Covid-19 lebih banyak lagi ke Pemerintah Kota Tangerang.

"Penginnya kami, semua warga itu divaksin-vaksinin aja. Biar cepat terbangun herd immunity," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
Sembilan Kios di Pasar Rebo Terbakar

Sembilan Kios di Pasar Rebo Terbakar

Megapolitan
Resmi Diluncurkan, Angkot Ber-AC di Jakarta Dilengkapi Kamera CCTV hingga Emergency Button

Resmi Diluncurkan, Angkot Ber-AC di Jakarta Dilengkapi Kamera CCTV hingga Emergency Button

Megapolitan
Cegah Kerumunan, Puskesmas Aren Jaya Batasi Kuota Vaksinasi Booster 100 Orang Per Hari

Cegah Kerumunan, Puskesmas Aren Jaya Batasi Kuota Vaksinasi Booster 100 Orang Per Hari

Megapolitan
Kasus Covid-19 Varian Omicron di Jakarta Didominasi Transmisi Lokal

Kasus Covid-19 Varian Omicron di Jakarta Didominasi Transmisi Lokal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.