Cerita Ibu Menyusui Mau Divaksinasi Setelah Tahu Vaksin Covid-19 Aman untuk Bayinya

Kompas.com - 22/03/2021, 19:01 WIB
Vaksinasi Covid-19 bagi kelompok lanjut usia (lansia) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai dilaksanakan di BBPK Jakarta Kampus Hang Jebat, Jakarta, Senin (22/3/2021). Vaksinasi Covid-19 ini bisa dilakukan bagi lansia yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) DKI Jakarta dan non-DKI Jakarta. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOVaksinasi Covid-19 bagi kelompok lanjut usia (lansia) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai dilaksanakan di BBPK Jakarta Kampus Hang Jebat, Jakarta, Senin (22/3/2021). Vaksinasi Covid-19 ini bisa dilakukan bagi lansia yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) DKI Jakarta dan non-DKI Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang saat ini sedang berlangsung boleh diikuti oleh para ibu menyusui.

"Ibu menyusui semua bisa divaksin," kata Kasudin Kesehatan Jakarta Utara Yudi Damyati saat dihubungi Kompas.com, Senin (22/3/2021).

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan aturan bahwa kelompok sasaran tunda sudah boleh mendapatkan vaksin Covid-19.

Kelompok tersebut adalah lansia (berusia 60 tahun ke atas), komorbid (orang dengan penyakit penyerta), orang yang sudah pernah terinfeksi Covid-19, dan para ibu menyusui.

Baca juga: Ibu Menyusui Boleh Divaksinasi Covid-19

Pemberian vaksin kepada empat kelompok sasaran tunda tersebut juga telah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Seorang tenaga kesehatan bernama Ina (29) mengatakan, dia baru bisa menjalani vaksinasi setelah aturan tersebut diumumkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Awalnya nakes yang tahap satu, (tapi) karena menyusui jadi enggak ikutan, tapi ada ketentuan baru yang menyusui bisa, akhirnya ikutan yang tahap dua ini," kata Ina kepada Kompas.com, Senin.

Ina kemudian mencari informasi seputar vaksinasi Covid-19 dan dampaknya terhadap putra kecilnya yang masih berusia satu tahun.

"Karena lihat-lihat dokter spesialis pro juga sama ibu menyusui divaksin, terus ada informasi juga katanya kandungan vaksin juga masuk ke ASI, pokoknya aman untuk bayi," ujar Ina.

Baca juga: Penyintas Covid-19, Lansia, Kelompok Komorbid, sampai Ibu Menyusui Kini Bisa Dapat Vaksin

Ina menjalani vaksinasi pada 25 Februari dan 15 Maret 2021 di Puskemas Ketabang, Surabaya.

Sementara itu, Ambar, seorang pegawai swasta sekaligus ibu menyusui, awalnya mengaku agak khawatir karena cerita rekan-rekannya yang mengalami beberapa efek samping setelah divaksinasi.

"Pas vaksin pertama doang rada lebay karena dapet cerita temen-temen yang vaksin sebelumnya ada efek lemes lah, keleyengan lah, jadinya aku sampe bawa bekel di tas, ha-ha-ha," ucap Ambar.

"Tapi efeknya enggak terlalu gimana-gimana sih. Pertama berasa pegel di tangan yang disuntik, terus sejam setelahnya badan kayak meriang lagi flu, tapi enggak sampe demam, cuma ngilu di badan aja, tapi sebentar, abis itu hilang," lanjutnya bercerita.

Baca juga: Syarat Lansia, Komorbid, Penyintas, Ibu Menyusui Boleh Mendapatkan Vaksin Covid-19

Sama halnya sengan Ina, Ambar juga mencari sebanyak-banyaknya informasi untuk meyakinkan diri menjalani vaksinasi.

"Aku sih percaya aja, kalau memang busui udah dibolehin dapet vaksin, ya berarti memang aman. Aku juga baca-baca statement dokter, pemerintah, sama BPOM di berita untuk meyakinkan aku aja," tutur Ambar.

Ambar diketahui masih menyusui bayinya yang berusia delapan bulan. Ia juga bertanya kepada dokter terkait pengaruh vaksinasi terhadap ASI-nya.

"Terus aku tanyalah ke dokter anak, boleh enggak abis vaksinasi langsung menyusui. Katanya boleh, enggak ada masalah. Jadinya begitu pulang ke rumah ya aku bisa langsung nyusuin direct," tambahnya.

Ambar diketahui telah menjalani vaksinasi pada 27 Februari dan 15 Maret 2021 di Basket Hall GBK.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bentrok dengan Simpatisan Rizieq, Polisi Sebut Kendaraannya Sempat Dimasukan ke Sungai

Bentrok dengan Simpatisan Rizieq, Polisi Sebut Kendaraannya Sempat Dimasukan ke Sungai

Megapolitan
Sempat Ricuh, Simpatisan Rizieq Shihab Mulai Tinggalkan Flyover Pondok Kopi

Sempat Ricuh, Simpatisan Rizieq Shihab Mulai Tinggalkan Flyover Pondok Kopi

Megapolitan
Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab: Lawan Terus!

Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab: Lawan Terus!

Megapolitan
Bentrok dengan Polisi, Simpatisan Rizieq Shihab Berlarian Hindari Semprotan Water Cannon

Bentrok dengan Polisi, Simpatisan Rizieq Shihab Berlarian Hindari Semprotan Water Cannon

Megapolitan
Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong, Hakim: Nyatakan Sehat meski Tahu Hasil Swab Antigen Reaktif

Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong, Hakim: Nyatakan Sehat meski Tahu Hasil Swab Antigen Reaktif

Megapolitan
Ini Hal yang Meringankan Vonis Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap di RS Ummi Bogor

Ini Hal yang Meringankan Vonis Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap di RS Ummi Bogor

Megapolitan
Ricuh, Massa Simpatisan Rizieq Shihab Lempar Batu, Polisi Tembak Gas Air Mata

Ricuh, Massa Simpatisan Rizieq Shihab Lempar Batu, Polisi Tembak Gas Air Mata

Megapolitan
Dinkes Bekasi Belum Dapat Pastikan Varian Baru Covid-19 Sudah Masuk Wilayahnya

Dinkes Bekasi Belum Dapat Pastikan Varian Baru Covid-19 Sudah Masuk Wilayahnya

Megapolitan
Rizieq Shihab Ajukan Banding atas Vonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi Bogor

Rizieq Shihab Ajukan Banding atas Vonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi Bogor

Megapolitan
Divonis 4 Tahun dalam Kasus Tes Usap RS Ummi, Rizieq Shihab Dianggap Meresahkan Masyarakat

Divonis 4 Tahun dalam Kasus Tes Usap RS Ummi, Rizieq Shihab Dianggap Meresahkan Masyarakat

Megapolitan
Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong dan Buat Onar

Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong dan Buat Onar

Megapolitan
Jangan Lupa Daftar, Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas Kembali Digelar di Puspemkot Tangerang

Jangan Lupa Daftar, Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas Kembali Digelar di Puspemkot Tangerang

Megapolitan
Rizieq Shihab Divonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

Rizieq Shihab Divonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

Megapolitan
Khawatir Massa Simpatisan Tak Bisa Dikendalikan, Kuasa Hukum Rizieq Minta Vonis Dipercepat

Khawatir Massa Simpatisan Tak Bisa Dikendalikan, Kuasa Hukum Rizieq Minta Vonis Dipercepat

Megapolitan
Jelang Sidang Vonis, Simpatisan Rizieq Shihab Kepung Flyover Pondok Kopi

Jelang Sidang Vonis, Simpatisan Rizieq Shihab Kepung Flyover Pondok Kopi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X