Kompas.com - 01/04/2021, 10:19 WIB
Personel kepolisian dengan rompi anti peluru dan senjata laras panjang berjaga di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Mabes Polri memperketat penjagaan pascaserangan dari terduga teroris yang tewas di tempat usai baku tembak. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAPersonel kepolisian dengan rompi anti peluru dan senjata laras panjang berjaga di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Mabes Polri memperketat penjagaan pascaserangan dari terduga teroris yang tewas di tempat usai baku tembak. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi terorisme dan penangkapan terduga teroris terjadi di Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.

Senin (29/3/2021) lalu, Detasmen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap terduga teroris berinisial ZA (37), BS (43), AJ (46) dan HH (56) di empat lokasi berbeda di Jabodetabek. Dua orang ditangkap di Jakarta. Dua lainnya masing-masing ditangkap di Tangerang Selatan, Banten dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Penangkapan empat terduga teroris itu terkait aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, hari Minggu lalu.

Baca juga: Pengamat: JAD Anggap Ramadhan Bulan Sakral untuk Lakukan Pengeboman

Belum tuntas penyelidikan kasus-kasus itu, aksi teror terjadi di Markas Besar (Mabes) Polri di  Jakarta Selatan, Rabu kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, penangkapan pertama dilakukan terhadap terduga teroris ZA di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Kemudian ada Saudara HH di showroom motor. TKP (tempat kejadian perkara) kediamannya sendiri di Condet, Jakarta Timur," kata Yusri, Selasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap AJ di wilayah Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

"AJ ini diamankan di daerah Cirendeu, Ciputat Timur, Tangsel. Lalu ada BS Diamankan di Mangga Dua, Pademangan," kata Yusri.

Keempat terduga teroris itu memiliki peran masing-masing dalam membuat bom. HH berperan sebagai motivator dan fasilitator.

"Di kediaman ZA (barang bukti) sendiri ada 5 bom aktif, botol kecil sekitar 200 mili yang sudah dirakit," kata Yusri.

Di tempat itu polisi juga mendapatkan beberapa kartu nama dan jaket Front Pembela Islam (FPI). Polisi masih mendalami keterkaitan empat terduga teroris itu dengan ormas yang telah dibubarkan pemerintah tersebut.

Yusri menyebutkan, lebih dari 100 bom telah disiapkan terduga teroris yang ditangkap di Kabupaten Bekasi dan Condet. Bom tersebut berjenis bom panci dan jenis lainnya yang berdaya ledak tinggi.

"Kalau mau ditotalkan itu ada 100 lebih bom yang akan disiapkan," ujar Yusri.

Bom yang sudah siap diledakkan oleh terduga teroris itu ada 12 unit.

"Total yang ada 12 yang siap digunakan. Lima bom ada di tempat ZA (di Bekasi) dan tujuh bom di tempat saudara HH (di Condet)," ucap Yusri.

Rumah terduga teroris yang menyerang di Mabes Polri di Gang Taqwa, bilangan Ciracas, Jakarta Timur itu telah dipasangi garis polisi, Rabu (31/3/2021) malam.KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO Rumah terduga teroris yang menyerang di Mabes Polri di Gang Taqwa, bilangan Ciracas, Jakarta Timur itu telah dipasangi garis polisi, Rabu (31/3/2021) malam.

Lone Wolf

Polisi menyebutkan, dua pelaku pengeboman di depan Katedral Makassar dan empat terduga teroris yang ditangkap di Jabodetabek terkait dengan Jamaah Ansharut Daulah JAD. Namun  pelaku aksi teror berinisial ZA di Mabes Polri kemarin, yang dipengaruhi ideologi radikal ISIS,  bergerak sendiri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, ZA beraksi sendiri, tidak punya jaringan. Orang yang beraksi sendiri seperti dia dikenal sebagai lone wolf.

"Dari hasil profiling pada yang bersangkutan, maka yang bersangkutan ini adalah tersangka atau pelaku, lone wolf, yang berideologi radikal ISIS. Hal itu dibuktikan dengan posting-an yang bersangkutan di media sosial," kata Listyo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Rabu malam.

Baca juga: Apa Itu Lone Wolf, Sebutan Polisi untuk Aksi Teror ZA yang Menyerang Mabes Polri?

Menurut Listyo pengaruh ISIS terlihat dari unggahan ZA di akun media sosialnya. Dia mengunggah foto-foto bedera ISIS pada akun Instagram sebelum melakukan aksi teror.

""Yang bersangkutan memiliki Instagram yang baru dibuat atau di-posting 21 jam yang lalu, di mana di dalamnya ada bendera ISIS," ujar Sigit.

Tafsiran yang keliru

Sejumlah pengamat menyebutkan, kemunculan sel-sel teroris jelang bulan Ramadhan itu terkait dengan tafsiran keliru para pelaku dan terduga pelaku soal waktu yang tepat untuk melakukan amaliyah.

"Mereka menyasar gereja karena mereka kelompok Wahabi Takfiri yang christophobia atau tidak menyukai orang-orang non-muslim," kata pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh Aceh, Al Chaidar, seperti dilansir BBC.com.

Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, Muhammad Syauqillah, menyebutkan aksi pengeboman dilakukan sebagai "amaliyah", istilah yang disalahgunakan oleh kelompok JAD. Istilah itu untuk menyebut aksi pengeboman menjelang bulan Ramadhan.

"Mereka (JAD) mengganggap bulan suci Ramadan adalah waktu yang tepat karena di bulan-bulan inilah amal dilipatgandakan," kata Muhammad Syauqillah kepada BBC News Indonesia.

"Ini bulan yang sakral untuk kelompok itu," ujar dia.

Tindakan pengeboman jelang Ramadan, katanya, juga pernah terjadi pada 2019 di pos pengamanan Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Megapolitan
Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Megapolitan
Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Megapolitan
Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Megapolitan
Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Megapolitan
PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

Megapolitan
Kasus Remaja Disekap dan Dilecehkan Penjaga Warung di Pamulang, Polisi: Diselesaikan Kekeluargaan

Kasus Remaja Disekap dan Dilecehkan Penjaga Warung di Pamulang, Polisi: Diselesaikan Kekeluargaan

Megapolitan
Kota Bogor PPKM Level 2, Sarana Olahraga hingga Wisata Air Dapat Kelonggaran

Kota Bogor PPKM Level 2, Sarana Olahraga hingga Wisata Air Dapat Kelonggaran

Megapolitan
Kronologi Perempuan Tewas Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Kronologi Perempuan Tewas Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Megapolitan
Tawuran Remaja Lenteng Agung Terungkap, Polisi: Mereka Saling Tantang Lewat Medsos

Tawuran Remaja Lenteng Agung Terungkap, Polisi: Mereka Saling Tantang Lewat Medsos

Megapolitan
Satpol PP Kota Bekasi Amankan 70 Manusia Silver dalam 10 Bulan Terakhir

Satpol PP Kota Bekasi Amankan 70 Manusia Silver dalam 10 Bulan Terakhir

Megapolitan
Anies Sebut Rumah DP Rp 0 Baru Terbangun 780 Unit, Target 232.214 Unit

Anies Sebut Rumah DP Rp 0 Baru Terbangun 780 Unit, Target 232.214 Unit

Megapolitan
Kritik Anies Soal Program Rumah DP Rp 0, PSI: Realisasinya Kurang dari 0,3 Persen

Kritik Anies Soal Program Rumah DP Rp 0, PSI: Realisasinya Kurang dari 0,3 Persen

Megapolitan
Atur Gepeng, Pemkot Bekasi Targetkan Perda Ketertiban Umum Rampung 2022

Atur Gepeng, Pemkot Bekasi Targetkan Perda Ketertiban Umum Rampung 2022

Megapolitan
Video Tawuran Lenteng Agung Viral di Medsos, Polisi Tangkap Empat Remaja

Video Tawuran Lenteng Agung Viral di Medsos, Polisi Tangkap Empat Remaja

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.