Vaksinasi Gotong Royong, Dinkes DKI Bertugas Terima Data dan Cek Kelayakan Faskes

Kompas.com - 19/05/2021, 20:10 WIB
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pekerja dalam vaksinasi Gotong Royong di PT Pan Brothers Tbk. (PBRX), Tangerang Kota, Rabu (19/5/2021). Sebanyak 3.000 karyawan PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) akan mendapatkan vaksin Covid-19 Gotong Royong secara bertahap. Pelaksanaan program vaksinasi tahap pertama tersebut merupakan bagian dari kick-off Vaksinasi Gotong Royong COVID-19 untuk pekerja yang diprakarsai Kamar Dagang Indonesia (Kadin) pada 18 perusahaan yang ditinjau secara virtual oleh Presiden Joko Widodo. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pekerja dalam vaksinasi Gotong Royong di PT Pan Brothers Tbk. (PBRX), Tangerang Kota, Rabu (19/5/2021). Sebanyak 3.000 karyawan PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) akan mendapatkan vaksin Covid-19 Gotong Royong secara bertahap. Pelaksanaan program vaksinasi tahap pertama tersebut merupakan bagian dari kick-off Vaksinasi Gotong Royong COVID-19 untuk pekerja yang diprakarsai Kamar Dagang Indonesia (Kadin) pada 18 perusahaan yang ditinjau secara virtual oleh Presiden Joko Widodo.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Seksi Surveilan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ngabila Salama mengatakan, dalam program vaksinasi Covid-19 gotong royong, Dinkes DKI hanya bertugas sebagai penerima data vaksinasi yang sedang berjalan.

Selain itu, Ngabila menyebutkan, tugas Dinkes DKI Jakarta adalah mengecek kelayakan fasilitas kesehatan yang akan dijadikan lokasi berjalannya program vaksinasi gotong royong tersebut.

"Jadi Dinas Kesehatan itu lebih ke arah tadi saya bilang, visitasi kelayakan dari fasilitas kesehatan dan juga sistem pelaporan data sampai ke kejadian ikutan pasca-vaksinasinya," ujar Ngabila saat dihubungi melalui telepon, Rabu (19/5/2021).

Baca juga: Terlalu Mahal, Jadi Alasan Banyak Perusahaan di Kota Tangerang Batal Beli Vaksin Gotong Royong

Ngabila mengatakan, sudah ada sembilan faskes piloting yang ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk dijadikan tempat vaksinasi gotong royong.

Namun, kata Ngabila, Dinkes DKI Jakarta belum memiliki data pasti nama-nama faskes yang dijadikan tempat penyuntikan.

"Kami juga kurang tahu terkait dengan proses penunjukannya untuk yang piloting ini, nanti saya coba cek dulu," kata Ngabila.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ngabila mengatakan, proses vaksinasi gotong royong didata oleh Kadin DKI Jakarta untuk para pengusaha yang hendak mendaftar vaksinasi gotong royong.

Baca juga: Kadin DKI Jakarta: 22.000 Perusahaan Telah Daftar Ikut Vaksinasi Gotong Royong

Dinkes juga tidak memiliki akses data jumlah vaksin yang disiapkan oleh pemerintah pusat maupun Bio Farma sebagai penyedia vaksin Sinopharm.

Begitu pun soal estimasi penyediaan vaksinasi untuk program gotong royong dan jumlah peserta program yang baru saja dijalankan sejak Selasa kemarin itu.

"Jadi saran saya kalau menanyakan lebih lanjut soal vaksin gotong-royong itu Bio Farma yang paling tepat untuk memberikan informasi atau Kemenkes," kata Ngabila.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dititipkan ke Teman Ibunya, Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang

Dititipkan ke Teman Ibunya, Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang

Megapolitan
Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver di Pamulang, Ibunya Dibawa ke Dinsos Tangsel

Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver di Pamulang, Ibunya Dibawa ke Dinsos Tangsel

Megapolitan
Satu Pelaku Ditangkap, Ranjau Paku Masih Bertebaran di Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT Haryono

Satu Pelaku Ditangkap, Ranjau Paku Masih Bertebaran di Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT Haryono

Megapolitan
Dinkes DKI: 15 Persen Remaja Belum Vaksin Covid-19 karena Terhalang Izin Orangtua

Dinkes DKI: 15 Persen Remaja Belum Vaksin Covid-19 karena Terhalang Izin Orangtua

Megapolitan
BPBD: Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

BPBD: Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

Megapolitan
BPBD DKI Gunakan Karakter dan Alur Cerita Mirip Anime Tokyo Revengers untuk Konten Medsos

BPBD DKI Gunakan Karakter dan Alur Cerita Mirip Anime Tokyo Revengers untuk Konten Medsos

Megapolitan
Begini Progres Pembangunan 4 Rusunawa di Jakarta, Sudah Setengah Jadi

Begini Progres Pembangunan 4 Rusunawa di Jakarta, Sudah Setengah Jadi

Megapolitan
UPDATE 25 September: Ada 100 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Kota Tangerang

UPDATE 25 September: Ada 100 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Kota Tangerang

Megapolitan
Masih Ada 605 Kasus Aktif Covid-19 di Depok Saat Ini

Masih Ada 605 Kasus Aktif Covid-19 di Depok Saat Ini

Megapolitan
[Hak Jawab] Alvin Lim Klarifikasi Tuduhan Penculikan Anak dan Pencurian Ponsel

[Hak Jawab] Alvin Lim Klarifikasi Tuduhan Penculikan Anak dan Pencurian Ponsel

Megapolitan
2 Mayat Ditemukan dalam Rumah di Sukmajaya Depok, Polisi Sebut Nihil Tanda Kekerasan

2 Mayat Ditemukan dalam Rumah di Sukmajaya Depok, Polisi Sebut Nihil Tanda Kekerasan

Megapolitan
Ganjil-genap Margonda Depok, Dishub Berencana Sekat Kendaraan di 3 Titik Ini

Ganjil-genap Margonda Depok, Dishub Berencana Sekat Kendaraan di 3 Titik Ini

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Pungli terhadap PKL di Puri Beta Ciledug

Polisi Selidiki Dugaan Pungli terhadap PKL di Puri Beta Ciledug

Megapolitan
PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim Tolak Disebut Dipecat, Pengacara: Yang Benar Diberhentikan Tak Hormat

PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim Tolak Disebut Dipecat, Pengacara: Yang Benar Diberhentikan Tak Hormat

Megapolitan
Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.