Kompas.com - 16/06/2021, 17:12 WIB
Ilustrasi kecelakaan. SHUTTERSTOCKIlustrasi kecelakaan.
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Seorang pengendara mobil diamankan warga setelah menabrak pejalan kaki di kawasan Jalan Raya Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan.

Pengendara yang diketahui berinisial TBY itu juga menyerempet sepeda motor dan menabrak mobil lainnya setelah mencoba melarikan dari dari kejaran warga.

Kanit Laka Lantas Polres Tangerang Selatan Iptu Agus Sutisna mengonfirmasi terjadinya rentetan kecelakaan itu.

Kata dia, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Puspitek, Serpong, hingga Jalan Raya Serpong, Cisauk, Selasa (15/6/2021) malam.

Baca juga: Pemotor Kecelakaan dan Terjun ke Tol Jakarta-Serpong, Polisi Selidiki Dugaan Tabrak Lari

"Semalam, dari Pertigaan Viktor sampai depan Graha Telkom Setu," ujar Agus saat dikonfirmasi, Rabu (16/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peristiwa tersebut bermula ketika TBY terlibat adu mulut dengan pengendara motor di dekat Pom Bensin Babakan, Jalan Raya Puspitek, Serpong.

Pengendara motor itu lalu mengejar TBY melanjutkan laju kendaraannya. Aksi kejar-kejaran antara mobil dan motor pun terjadi.

"Jadi awalnya cekcok mulut dengan pengendara motor di dekat pom bensin Babakan. Kemudian terjadi pengejaran sama si pemotor," kata Agus.

Baca juga: Tersangka Kecelakaan Maut Pasar Minggu Serempet Mobil Polisi karena Dipukul

Ketika berada di Persimpangan Jalan Raya Puspitek, Serpong, mobil yang dikendarai TBY menabrak seorang pejalan kaki berinisial R.

Meski begitu, kata Agus, TBY tidak berhenti dan tetap memacu kendaraannya. Warga yang melihat kejadian itu langsung melakukan pengejaran ke arah Kecamatan Setu.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Universitas Mercu Buana Bantah Pecat 15 Dosen dan Staf Tanpa Prosedur

Universitas Mercu Buana Bantah Pecat 15 Dosen dan Staf Tanpa Prosedur

Megapolitan
Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Polisi: Proses Hukum Tetap Jalan

Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Polisi: Proses Hukum Tetap Jalan

Megapolitan
Cynthiara Alona, Terdakwa Kasus Prostitusi Anak Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Cynthiara Alona, Terdakwa Kasus Prostitusi Anak Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Terganjal NIK Dipakai Orang Lain, Harus Lapor ke Mana?

Vaksinasi Covid-19 Terganjal NIK Dipakai Orang Lain, Harus Lapor ke Mana?

Megapolitan
Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa di Sentra Vaksinasi Jadi Tersangka dan Ditahan

Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa di Sentra Vaksinasi Jadi Tersangka dan Ditahan

Megapolitan
Pemkot Depok Suplai Vaksin AstraZeneca ke Puskesmas

Pemkot Depok Suplai Vaksin AstraZeneca ke Puskesmas

Megapolitan
Vonis Banding Kasus Megamendung dan Petamburan Tidak Berubah, Kuasa Hukum Rizieq: Kami Apresiasi

Vonis Banding Kasus Megamendung dan Petamburan Tidak Berubah, Kuasa Hukum Rizieq: Kami Apresiasi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Masjid KH Hasyim Ashari Sasar 1.600 Warga

Vaksinasi Covid-19 di Masjid KH Hasyim Ashari Sasar 1.600 Warga

Megapolitan
80 Ton Oksigen Bantuan Singapura Dikirim dari Jakarta ke Surabaya

80 Ton Oksigen Bantuan Singapura Dikirim dari Jakarta ke Surabaya

Megapolitan
Dinar Candy Ditangkap Terkait Aksi Pakai Bikini di Jalan untuk Protes PPKM Diperpanjang

Dinar Candy Ditangkap Terkait Aksi Pakai Bikini di Jalan untuk Protes PPKM Diperpanjang

Megapolitan
Restoran Ayam Geprek di Pulogadung Dilalap Api

Restoran Ayam Geprek di Pulogadung Dilalap Api

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: Jumlah Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini Tersisa 2.103 Orang

UPDATE 5 Agustus: Jumlah Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini Tersisa 2.103 Orang

Megapolitan
Pemohon SKCK di Kota Tangerang Wajib Bawa Surat Vaksinasi, Ombudsman Bilang Itu Berpotensi Timbulkan Malaadministrasi

Pemohon SKCK di Kota Tangerang Wajib Bawa Surat Vaksinasi, Ombudsman Bilang Itu Berpotensi Timbulkan Malaadministrasi

Megapolitan
NIK Warga Jakarta Diduga Dipakai Seseorang untuk Vaksin di Tangsel, Polisi Periksa Klinik di Serpong

NIK Warga Jakarta Diduga Dipakai Seseorang untuk Vaksin di Tangsel, Polisi Periksa Klinik di Serpong

Megapolitan
Polisi Usut Dugaan NIK Warga Jakarta Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19  di Tangsel

Polisi Usut Dugaan NIK Warga Jakarta Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X