Epidemiolog: Penebalan PPKM Mikro Tidak Dijalankan, Hanya Omdo

Kompas.com - 28/06/2021, 11:52 WIB
Seorang warga yang tidak mengenakan masker melintas, di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Tebet, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Selasa (8/9/2020) lima kabupaten/kota yang tercatat mengalami kenaikan risiko, sehingga saat ini ada 70 kabupaten kota dengan risiko tinggi dari pekan lalu sebanyak 65 daerah. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp. M RISYAL HIDAYATSeorang warga yang tidak mengenakan masker melintas, di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Tebet, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Selasa (8/9/2020) lima kabupaten/kota yang tercatat mengalami kenaikan risiko, sehingga saat ini ada 70 kabupaten kota dengan risiko tinggi dari pekan lalu sebanyak 65 daerah. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.
Penulis Ihsanuddin
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono mendorong pemerintah memastikan kebijakan penebalan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro berjalan sebagaimana aturan yang telah ditetapkan.

Pandu menilai, PPKM Mikro bisa efektif menekan penyebaran Covid-19 asal praktiknya benar-benar berjalan di lapangan. Namun, kata Pandu kenyataannya saat ini PPKM Mikro hanya sekadar aturan di atas kertas.

"Memang PPKM Mikro berjalan? Memang kalau sudah dibuat kebijakan otomatis berjalan? Jangan percaya dengan pernyataan Menteri Airlangga. Semua kan bisa ngomong. Tapi apakah dimonitor?" kata Pandu kepada Kompas.com, Senin (28/6/2021).

Baca juga: PPKM Mikro Disebut Kurang Efektif Tekan Kasus Covid-19 di Jakarta

Pandu mencontohkan kebijakan work from home 75 persen dalam aturan penebalan PPKM Mikro. Ia menilai aturan itu akan sangat efektif, khususnya bagi wilayah dengan banyak perkantoran seperti DKI Jakarta.

Namun ia menilai, tak ada pengawasan yang dilakukan sehingga banyak terjadi pelanggaran di lapangan.

"Jadi jangan salahkan PPKM mikro. Salahkan dia tak melakukan apa-apa. Cuma ngomong saja di depan press conference. Ini cuma omdo, omong doang, gitu kan," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Rekor Kasus Baru Covid-19, Anggota DPR: Bukti PPKM Mikro Gagal

Pandu menambahkan, lonjakan kasus yang terjadi belakangan ini memang disebabkan oleh varian baru yang menular lebih cepat. Namun, penyebab utama tetap ada pada aktivitas manusia.

"Lonjakan tinggi karena aktivitas manusianya sangat tinggi. Ditambah virusnya juga sudah menular. Tapi kan penyebab utama bukan virusnya. Kalau manusia diam saja, virusnya juga diam saja. Selama manusia beraktivitas akan terjadi peningkatan resiko," kata dia.

Kasus Covid-19 di DKI Jakarta masih terus mengalami lonjakan. Bahkan dua kali berturut-turut terjadi penambahan kasus harian tertinggi.

Baca juga: UPDATE 27 Juni: Tambah 9.394 Kasus Covid-19, Jakarta Catat Angka Tertinggi Sejak Pandemi

Pada Sabtu (26/6/2021), ada penambahan sebanyak 9.271 kasus, yang merupakan kasus harian tertinggi selama pandemi. Kemudian pada Minggu kemarin, kasus harian kembali naik ke angka 9.394 kasus.

Total kasus aktif di Jakarta sudah tembus di atas 50.000.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Cawang Tolak Makelar Tanah Terkait Proyek Normalisasi Ciliwung

Warga Cawang Tolak Makelar Tanah Terkait Proyek Normalisasi Ciliwung

Megapolitan
DKI Jakarta Enggan Beri Denda Warga Penolak Vaksinasi Covid-19

DKI Jakarta Enggan Beri Denda Warga Penolak Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Ada Aturan Ganjil Genap, Ancol Siapkan Kantong Parkir dan Bus Gratis untuk Pengunjung

Ada Aturan Ganjil Genap, Ancol Siapkan Kantong Parkir dan Bus Gratis untuk Pengunjung

Megapolitan
Paket 5.052 Butir Ekstasi Dikirim dari Belgia, Polisi: Dikendalikan Dua Napi

Paket 5.052 Butir Ekstasi Dikirim dari Belgia, Polisi: Dikendalikan Dua Napi

Megapolitan
Rumah 2 Lantai Terbakar di Koja, 11 Mobil Damkar Diterjunkan

Rumah 2 Lantai Terbakar di Koja, 11 Mobil Damkar Diterjunkan

Megapolitan
Polisi Lakukan Olah TKP Ulang terkait Kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang

Polisi Lakukan Olah TKP Ulang terkait Kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang

Megapolitan
Masih Pandemi, 974 WNA Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta dalam 3 Hari

Masih Pandemi, 974 WNA Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta dalam 3 Hari

Megapolitan
Bongkar Paket dari Belgia, Polisi Temukan 5.052 Butir Ekstasi

Bongkar Paket dari Belgia, Polisi Temukan 5.052 Butir Ekstasi

Megapolitan
Tumpukan Sampah Tersangkut di Jembatan, Warga Cipayung Jaya Depok Khawatir Banjir

Tumpukan Sampah Tersangkut di Jembatan, Warga Cipayung Jaya Depok Khawatir Banjir

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak 3 Motor di BSD, Tangsel

Sebuah Mobil Tabrak 3 Motor di BSD, Tangsel

Megapolitan
Hari Ini, Tujuh Petugas Lapas Kelas 1 Tangerang Diperiksa Terkait Kebakaran

Hari Ini, Tujuh Petugas Lapas Kelas 1 Tangerang Diperiksa Terkait Kebakaran

Megapolitan
Kelanjutan Bansos Tunai Tak Jelas, Wagub DKI: Tanggung Jawab Pemerintah Pusat

Kelanjutan Bansos Tunai Tak Jelas, Wagub DKI: Tanggung Jawab Pemerintah Pusat

Megapolitan
Manajer Holywings Kemang Ditetapkan sebagai Tersangka

Manajer Holywings Kemang Ditetapkan sebagai Tersangka

Megapolitan
2 Kurir Narkoba Ditangkap, 2.199 Butir Ekstasi Diamankan

2 Kurir Narkoba Ditangkap, 2.199 Butir Ekstasi Diamankan

Megapolitan
Dukung PTM Terbatas, Orangtua Murid di Bekasi Sumbang Disinfektan ke Sekolah

Dukung PTM Terbatas, Orangtua Murid di Bekasi Sumbang Disinfektan ke Sekolah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.