Sepekan Tak Pulang, Bocah di Ciputat Diduga Ikut Ngamen dengan Anak Punk

Kompas.com - 19/08/2021, 16:07 WIB
Satu grup pengamen dengan beragam alat musik beraksi di dalam kereta api Commuter Line KRL Ekonomi dari arah Bekasi ke Manggarai, Rabu (21/3/2012). KOMPAS / LASTI KURNIASatu grup pengamen dengan beragam alat musik beraksi di dalam kereta api Commuter Line KRL Ekonomi dari arah Bekasi ke Manggarai, Rabu (21/3/2012).
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Seorang bocah berinisial RHA (13) diduga diajak mengamen oleh sekelompok anak punk di kawasan Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (13/8/2021), tetapi baru dilaporkan pihak keluarga ke kepolisian pada Rabu (18/8/2021).

Kakak korban, Mayank, menceritakan, kejadian bermula ketika RHA meninggalkan rumah pada Jumat pekan lalu dan tidak kembali hingga larut malam.

Sang Ibu, Roslisa, yang khawatir kemudian mencari tahu keberadaan RHA yang diketahui kerap ikut mengamen bersama rekannya.

"Adik saya itu suka mengamen sama teman-temannya. Mengamen ikut-ikutan kayak gitu saja. Dicari enggak ketemu," ujar Mayank saat dihubungi, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Nasib Oknum Prajurit TNI Halangi Ambulans yang Bawa Bayi Kritis, Tetap Ditahan meski Sudah Berdamai

Keesokan harinya, kata Mayank, dia bersama Roslisa kembali mencari dan bertemu dengan teman bermain RHA berinisial F.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari situ, keduanya mengetahui bahwa RHA diajak pergi oleh sekelompok anak punk ke kawasan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

"Diajak sama anak punk ke Tigaraksa. Temannya ini si F enggak mau ikut. Nah kalau adik saya mau, dia memang gampang dibujuk," ungkapnya.

Setelah melakukan pencarian, Mayank akhirnya mengetahui bahwa sang adik pergi bersama lima orang anak punk. Namun, ketika berada di Tigaraksa, RHA diajak pergi oleh salah seorang anak punk tersebut.

Baca juga: Vaksinasi Moderna untuk Pengidap Autoimun Diluncurkan Besok, 100 Warga Jakarta Sudah Daftar

Menurut Mayank, kepergian RHA bersama salah satu anak punk berinisial A itu tidak diketahui oleh anak punk lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Jaktim Bakal Lanjutkan Penataan RW Kumuh Tahun Depan

Pemkot Jaktim Bakal Lanjutkan Penataan RW Kumuh Tahun Depan

Megapolitan
Aturan Terbaru Makan di Warteg hingga Restoran di Jakarta Saat PPKM Level 2

Aturan Terbaru Makan di Warteg hingga Restoran di Jakarta Saat PPKM Level 2

Megapolitan
Pemprov DKI Larang Pegawai Cuti dan Keluar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Pemprov DKI Larang Pegawai Cuti dan Keluar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Megapolitan
Panitia: Reuni 212 Digelar di Dua Tempat, di Patung Kuda Jakarta Lalu Lanjut di Sentul

Panitia: Reuni 212 Digelar di Dua Tempat, di Patung Kuda Jakarta Lalu Lanjut di Sentul

Megapolitan
Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Depok Meningkat, Ini yang Dilakukan Pemkot

Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Depok Meningkat, Ini yang Dilakukan Pemkot

Megapolitan
Kasus Wafatnya Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa: Diduga Kelelahan, Kegiatan Tak Berizin

Kasus Wafatnya Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa: Diduga Kelelahan, Kegiatan Tak Berizin

Megapolitan
UPDATE 30 November: Tambah 2 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 30 November: Tambah 2 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hari Ini, Munarman Jalani Sidang Perdana Kasus Terorisme

Hari Ini, Munarman Jalani Sidang Perdana Kasus Terorisme

Megapolitan
Mahasiswi Wafat Saat Pembaretan, Komandan Menwa Riza Patria: Kegiatan Fisik Tak Boleh Dominan!

Mahasiswi Wafat Saat Pembaretan, Komandan Menwa Riza Patria: Kegiatan Fisik Tak Boleh Dominan!

Megapolitan
Aturan Terbaru Masuk Mal dan Bioskop di Jakarta Saat DKI Kembali Terapkan PPKM Level 2

Aturan Terbaru Masuk Mal dan Bioskop di Jakarta Saat DKI Kembali Terapkan PPKM Level 2

Megapolitan
UPDATE 30 November: Tambah 2 Kasus di Kota Tangerang, 18 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 30 November: Tambah 2 Kasus di Kota Tangerang, 18 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Wagub DKI Berbelasungkawa atas Wafatnya Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa

Wagub DKI Berbelasungkawa atas Wafatnya Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
UPDATE 30 November: 44 Kasus Baru di Jakarta, Nihil Kematian akibat Covid-19

UPDATE 30 November: 44 Kasus Baru di Jakarta, Nihil Kematian akibat Covid-19

Megapolitan
Masih Pandemi, Ridwan Kamil Sarankan Reuni 212 di Masjd Az Zikra Sentul Dibatalkan

Masih Pandemi, Ridwan Kamil Sarankan Reuni 212 di Masjd Az Zikra Sentul Dibatalkan

Megapolitan
Reuni 212 di Sentul, Anies dan Riza Disebut Belum Terima Undangan

Reuni 212 di Sentul, Anies dan Riza Disebut Belum Terima Undangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.