1.748 Pelajar di Jakpus Belum Divaksin karena Berstatus Penyintas dan Punya Komorbid

Kompas.com - 02/09/2021, 10:57 WIB
Pemberian suntikan vaksin Pixabay/kfuhlertPemberian suntikan vaksin
Penulis Ihsanuddin
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 1.748 pelajar berusia 12 tahun ke atas di Jakarta Pusat belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat Wilayah II Uripasih menyebut dua faktor yang menyebabkan para siswa itu belum mendapatkan vaksinasi.

Pertama, ada 1.483 pelajar yang belum menerima vaksin karena baru sembuh dari Covid-19.

Uripasih memastikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala puskesmas di Jakpus agar para siswa itu dapat menerima vaksin setelah tiga bulan terhitung sejak mereka dinyatakan sembuh.

"Terkait teknis pelaksanaan vaksinasinya nanti tergantung Puskesmas. Bisa saja vaksinasinya dilakukan di sekolah lagi, atau siswanya yang datang ke Puskesmas," kata Uripasih saat dihubungi, Kamis (2/9/2021).

Baca juga: Berstatus Penyintas Covid-19, 1.483 Pelajar yang Belum Divaksinasi di Jakpus Boleh Ikut PTM

Sambil menunggu waktu vaksinasi, para siswa yang baru sembuh dari Covid-19 itu tetap diizinkan mengikuti pembelajaran tatap muka yang sudah mulai berlangsung di sejumlah sekolah sejak awal pekan ini.

"Kan imunnya kuat, secara kedokteran kan seperti itu ya, jadi bisa (ikut pembelajaran tatap muka)," ujarnya.

Selain itu, ada juga 265 pelajar usia 12 tahun keatas yang belum menerima vaksinasi Covid-19 karena memiliki penyakit komorbid. Kelompok ini tidak diperbolehkan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka.

"Kalau yang komorbid bagusnya mengikuti pembelajaran lewat daring, pasalnya ini masih pandemi Covid - 19," ucap Uripasih.

Baca juga: Pengidap Autoimun dan Komorbid Bisa Dapatkan Vaksin Moderna di Sini…

Uripasih mengatakan, saat ini memang sudah ada merk vaksin yang bisa digunakan oleh kelompok komorbid.

Namun, siswa dengan penyakit komorbid tetap harus mengantongi surat keterangan dokter untuk mendapatkan vaksinasi tersebut.

"Kalau siswa itu punya keterangan dokter baru bisa," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Megapolitan
Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Megapolitan
Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Megapolitan
Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Megapolitan
Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Megapolitan
Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Megapolitan
Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Megapolitan
Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Megapolitan
Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Megapolitan
Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Megapolitan
Penumpang KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Tak Lagi Wajib Bawa Hasil Tes Covid-19, Ini Aturan Lengkapnya...

Penumpang KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Tak Lagi Wajib Bawa Hasil Tes Covid-19, Ini Aturan Lengkapnya...

Megapolitan
Bocah 11 Tahun Berkali-kali Diperkosa Paman dan Tetangga di Cengkareng

Bocah 11 Tahun Berkali-kali Diperkosa Paman dan Tetangga di Cengkareng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.