Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/09/2021, 09:59 WIB
Djati Waluyo,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

BEKASI, KOMPAS.com - Kegiatan vaksinasi Covid-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang sedianya dihelat satu hari pada Jumat (9/9/2021), kini akan dilangsungkan selama dua hari.

Hal tersebut dilaksanakan lantaran Stadion Wibawa Mukti menjadi lokasi berlangsungnya gelaran Liga 1 Indonesia 2021/2022.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah mengatakan kegiatan vaksinasi biasanya diadakan dari pagi hingga sore, akan diperpendek sehingga jadwalnya disesuaikan.

Baca juga: Stadion Patriot Candrabhaga Siap Jadi Lokasi Tanding Liga 1, Pemkot Bekasi Tunggu Jadwal Pertandingan

"Sehubungan dengan dipakainya Stadion Wibawa Mukti untuk kegiatan kompetisi sepak bola Liga 1, panitia menyampaikan penyesuaian jadwal bagi warga yang sudah mendaftar," ujar Alamsyah saat dikonfirmasi, Kamis (9/9/2021).

Alamsyah berujar, kegiatan vaksinasi pada Jumat akan dilaksanakan selama 3 jam, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Untuk masyarakat yang telah terdaftar namun belum mendapatkan giliran divaksinasi, penyuntikan dilanjutkan pada Minggu (12/9/2021), pukul 08.00-16.00 WIB.

Baca juga: Refocusing Anggaran, Pemprov DKI Diminta Tunda Proyek Stadion JIS dan Batalkan Formula E

Kegiatan vaksinasi esok hari diprioritaskan bagi warga Kabupaten Bekasi yang telah mengikuti vaksinasi dosis pertama di sentra vaksinasi BPBD Jabar.

"Jadi untuk masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama di fasilitas kesehatan (faskes) lain, namun belum mendapatkan vaksin dosis kedua, dipersilahkan menghubungi Puskesmas atau faskes terdekat," ungkap Alamsyah.

Masyarakat yang telah terdaftar diwajibkan membawa kartu vaksinasi, e-voucher yang telah dicetak, KTP asli, fotokopi KTP dan serta alat tulis sendiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Rute Mikrotrans JAK 72 Kampung Rambutan-Ciracas

Rute Mikrotrans JAK 72 Kampung Rambutan-Ciracas

Megapolitan
Kronologi Pengendara Motor yang Tewas Dihantam Bus di Depok

Kronologi Pengendara Motor yang Tewas Dihantam Bus di Depok

Megapolitan
Belum Dapat Izin BPTJ, Pembukaan Rute Transjakarta Pondok Cabe-Lebak Bulus Ditunda

Belum Dapat Izin BPTJ, Pembukaan Rute Transjakarta Pondok Cabe-Lebak Bulus Ditunda

Megapolitan
Perlu Proses, Bawaslu Belum Putuskan Hasil Laporan Politik Uang Caleg Golkar di Bekasi

Perlu Proses, Bawaslu Belum Putuskan Hasil Laporan Politik Uang Caleg Golkar di Bekasi

Megapolitan
Warga Jakarta Terdampak Penonaktifan NIK Bisa Aktivitasi Ulang, tapi Rumah Tinggalnya Harus Disurvei

Warga Jakarta Terdampak Penonaktifan NIK Bisa Aktivitasi Ulang, tapi Rumah Tinggalnya Harus Disurvei

Megapolitan
Warga Jakarta yang Tinggal di Luar Daerah Diimbau Cek Status NIK di Situs Dukcapil, Begini Caranya...

Warga Jakarta yang Tinggal di Luar Daerah Diimbau Cek Status NIK di Situs Dukcapil, Begini Caranya...

Megapolitan
Warga Kampung Gembira Gembrong Masih Berupaya Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi

Warga Kampung Gembira Gembrong Masih Berupaya Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi

Megapolitan
Tawuran Pecah di Flyover Pondok Kopi, Satu Remaja Kena Sabet Sajam

Tawuran Pecah di Flyover Pondok Kopi, Satu Remaja Kena Sabet Sajam

Megapolitan
Potret Rakyat Kecil yang Murung di Kampung Gembira Gembrong...

Potret Rakyat Kecil yang Murung di Kampung Gembira Gembrong...

Megapolitan
Harga Bahan Pangan Naik, Pendapatan Pedagang Sayur Ini Malah Turun

Harga Bahan Pangan Naik, Pendapatan Pedagang Sayur Ini Malah Turun

Megapolitan
Pengendara Motor di Depok Tewas Usai Dihantam Bus dari Arah Seberang

Pengendara Motor di Depok Tewas Usai Dihantam Bus dari Arah Seberang

Megapolitan
Polantas Sasar 11 Pelanggaran Ini Selama Operasi Keselamatan Jaya 2024

Polantas Sasar 11 Pelanggaran Ini Selama Operasi Keselamatan Jaya 2024

Megapolitan
Beredar Video Remaja 'Berani Tawuran tapi Takut Hujan' di Bekasi

Beredar Video Remaja "Berani Tawuran tapi Takut Hujan" di Bekasi

Megapolitan
Polisi Amankan 18 Remaja yang Sedang Kumpul-kumpul Diduga Hendak Tawuran

Polisi Amankan 18 Remaja yang Sedang Kumpul-kumpul Diduga Hendak Tawuran

Megapolitan
Bisnis Kue Subuh Depok Lesu sejak Pandemi, Pedagang: Kami seperti Dibabat Habis

Bisnis Kue Subuh Depok Lesu sejak Pandemi, Pedagang: Kami seperti Dibabat Habis

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com