Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Bansos Anak Yatim Piatu akibat Covid-19, Dinsos Kota Tangerang Tunggu Kabar Kemensos

Kompas.com - 21/09/2021, 15:35 WIB
Muhammad Naufal,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang masih menunggu kabar lebih lanjut dari Kementerian Sosial (Kemensos) berkait rencana pemberian bantuan sosial (bansos) kepada anak yatim, piatu, atau yatim piatu yang ada di wilayah itu.

Kasi Data Linjamsos Dinsos Kota Tangerang Arif Rahman mengatakan, pihaknya telah mengirimkan data berisi daftar anak-anak yang kehilangan ayah, ibu, atau keduanya karena Covid-19 itu ke Pemerintah Provinsi Banten.

Dari Pemerintah Provinsi Banten telah mengirimkan daftar penerima bansos itu ke Pemerintah Pusat.

Baca juga: Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Saat ditanya kelanjutan pemberian bansos dari Pemerintah Pusat itu, Arif mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima kelanjutan kabar hal tersebut.

"Belum ada kabar," tuturnya melalui pesan singkat, Selasa (21/9/2021).

Arif berujar, ada sekitar 600 anak yatim, piatu, atau yatim piatu yang terdaftar sebagai penerima bansos.

Baca juga: Ada 33 Anak Yatim Piatu akibat Covid-19 di Kecamatan Grogol Petamburan

Jumlah itu berkurang dari data sebelumnya usai dilakukan verifikasi ulang.

Adapun data anak yatim, piatu, atau yatim piatu, mulanya tercatat ada sebanyak 838 orang.

"Setelah diverifikasi, jumlahnya enggak 838 orang, cuma sekitar 600-an," tutur dia.

Di satu sisi, Dinsos juga hendak memberikan bantuan pada anak yatim, piatu, atau yatim piatu tersebut melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Pemerintah Kota (Pemko) Tangerang.

Baca juga: Pemprov DKI Akan Beri Bantuan untuk Yatim Piatu akibat Covid-19, Sejauh Ini Ada 4.000-an Anak

Namun, hingga saat ini, pihaknya masih menunggu pencairan ABT yang disalurkan untuk para penerima itu.

"Masih menunggu pengajuan di-ABT. Biasanya pencairan di bulan Oktober, November, atau Desember," papar Arif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Operasi Pasar Beras Murah di Bekasi Diwarnai Kericuhan, Warga:Tidak Pernah Seperti Ini Sebelumnya!

Operasi Pasar Beras Murah di Bekasi Diwarnai Kericuhan, Warga:Tidak Pernah Seperti Ini Sebelumnya!

Megapolitan
Pedagang: Kalau Mau Harga Beras Turun, Semua Tergantung Pemerintah

Pedagang: Kalau Mau Harga Beras Turun, Semua Tergantung Pemerintah

Megapolitan
Aksi Mencurigakan, Maling Motor di Johar Baru Langsung Diciduk Polisi

Aksi Mencurigakan, Maling Motor di Johar Baru Langsung Diciduk Polisi

Megapolitan
Aprindo: Kami Tetap Jual Beras SPHP bersama Beras Premium di Ritel Modern Jabodetabek

Aprindo: Kami Tetap Jual Beras SPHP bersama Beras Premium di Ritel Modern Jabodetabek

Megapolitan
11 Remaja Ditangkap Saat Hendak Tawuran di Jakpus, Bawa Celurit Ukuran Besar

11 Remaja Ditangkap Saat Hendak Tawuran di Jakpus, Bawa Celurit Ukuran Besar

Megapolitan
Siasat Pencuri Mobil Berkedok Teman Kencan di Johar Baru: Curi Kunci di Kamar Kos, lalu Kabur ke Sukabumi

Siasat Pencuri Mobil Berkedok Teman Kencan di Johar Baru: Curi Kunci di Kamar Kos, lalu Kabur ke Sukabumi

Megapolitan
Polisi Buru Maling Motor Bersenjata Api di Palmerah

Polisi Buru Maling Motor Bersenjata Api di Palmerah

Megapolitan
Jambret di Sunter Terekam CCTV, Rampas Ponsel Warga di Depan Gerbang Jubilee School

Jambret di Sunter Terekam CCTV, Rampas Ponsel Warga di Depan Gerbang Jubilee School

Megapolitan
Tamara Tyasmara Laporkan Angger Dimas ke Polisi Terkait Kasus Penganiayaan

Tamara Tyasmara Laporkan Angger Dimas ke Polisi Terkait Kasus Penganiayaan

Megapolitan
Mau Tawuran, Pemakai Sekaligus Pengedar Sabu Tertangkap di Johar Baru

Mau Tawuran, Pemakai Sekaligus Pengedar Sabu Tertangkap di Johar Baru

Megapolitan
Kata Pedagang di Bekasi, Februari 2024 Jadi Puncak Tertinggi Kenaikan Harga Beras

Kata Pedagang di Bekasi, Februari 2024 Jadi Puncak Tertinggi Kenaikan Harga Beras

Megapolitan
Penyiram Air Keras di Johar Baru Beli HCL di 'Marketplace'

Penyiram Air Keras di Johar Baru Beli HCL di "Marketplace"

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Buronan Asal China di PIK, Sempat Tunjukkan KTP dan Fasih Bahasa Indonesia

Kronologi Penangkapan Buronan Asal China di PIK, Sempat Tunjukkan KTP dan Fasih Bahasa Indonesia

Megapolitan
Cerita Madaris Putar Otak demi Punya Penghasilan Tambahan untuk Beli Pangan yang Harganya Melambung...

Cerita Madaris Putar Otak demi Punya Penghasilan Tambahan untuk Beli Pangan yang Harganya Melambung...

Megapolitan
Penyiram Air Keras di Johar Baru Tertangkap Setelah Buron 5 Bulan

Penyiram Air Keras di Johar Baru Tertangkap Setelah Buron 5 Bulan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com