Pria Diduga Anggota Ormas Palak, Aniaya, dan Ancam Pedagang di Puri Beta Tangerang

Kompas.com - 24/09/2021, 14:52 WIB
Seorang anggota organisasi masyarakat (ormas) diduga memalak pedagang di kawasan Puri Beta, Larangan, Kota Tangerang, pada Senin (20/9/2021) malam. (istimewa)Seorang anggota organisasi masyarakat (ormas) diduga memalak pedagang di kawasan Puri Beta, Larangan, Kota Tangerang, pada Senin (20/9/2021) malam.
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Seorang pria diduga anggota organisasi masyarakat (ormas) diduga memeras seorang pedagang di kawasan Puri Beta, Larangan, Kota Tangerang.

Dari video yang diterima Kompas.com, pria yang memalak mengenakan baju hitam, celana jin pendek, dan sebuah jam di tangan kanannya.

Video berdurasi sekitar 1 menit itu diambil pada malam hari.

Di awal video, tampak pemalak memukul wajah pedagang menggunakan tangan kanannya. Pedagang itu sama sekali tidak melawan.

Baca juga: Anggota TNI Ditemukan Tewas di Depok, Polisi: Korban Ditusuk karena Lerai Perkelahian

Usai memukul, pemalak meminta duit dengan mengatasnamakan santunan yatim piatu.

Pedagang tampak membela diri dengan berkata-kata. Namun, pemalak tampak tidak mendengarkan, lalu justru memukul wajah pedagang untuk kedua kalinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terdengar beberapa kali pemalak itu mengucapkan kata-kata kasar kepada pedagang tersebut.

Akhirnya, pedagang itu hendak memberikan uang kepada pemalak tersebut.

Akan tetapi, pria yang diduga anggota ormas itu malah menolak uang tersebut dan mengancam akan membunuh si pedagang.

"Gue tunggu lo ya entar di Giant. Gue tunggu lo, gue matiin lo entar ya," kata pemalak kepada pedagang.

Baca juga: Pemprov DKI Sanggah Temuan Kemendikbud Ristek soal 25 Klaster Covid-19 di Sekolah, Ini Fakta Versi DKI

Pemalak lantas menendang kaki pedagang menggunakan kaki kirinya. Kepada pemalak, pedagang mengatakan bahwa pelaku salah sasaran.

"Salah orang," ucap pedagang kepada pemalak.

Perekam video berinisial B mengatakan bahwa aksi pemalakan itu terjadi pada Senin (20/9/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.

"Tanggal 20 September 2021, Senin," ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (24/9/2021).

Saat kejadian, B sedang menongkrong di lokasi tersebut.

Baca juga: Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Juga Tusuk Seorang Warga

B menduga bahwa pemalak itu merupakan anggota ormas dari atribut yang dikenakan.

"Itu dia pake atribut, bajunya," tutur B.

B menceritakan, pria yang diduga anggota ormas itu memalak hampir seluruh pedagang yang berada di kawasan Puri Beta.

Modus pemalak adalah mengatasnamakan santunan untuk anak yatim.

Kemudian, ada seorang pedagang yang menolak untuk membayar santunan. Pemalak lantas memukul dan menendang pedagang tersebut.

"Kebetulan itu pedagang enggak mau ngasih, soalnya (pemalak) enggak ada surat legalnya yang nunjukkin itu buat santunan anak yatim," kata B.

Baca juga: Disdik Banten Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 akibat PTM di SMA di Kota Tangerang

Menurut B, pemalak meminta duit seikhlasnya, tetapi lebih dari Rp 10.000.

"Sebenernya seikhlasnya. Gue sendiri enggak tahu ada patokan harga berapa. Yang jelas pasti di atas Rp 10.000-lah kalo udah ngotot kayak gitu," katanya.

B menyebutkan, pemalak itu ditemani oleh seorang rekannya saat melakukan aksi tersebut. Rekan pemalak menunggu di motor yang terparkir tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kapolsek Ciledug Kompol Poltar L Gaol mengaku belum mengetahui peristiwa yang terjadi di Puri Beta itu.

Akan tetapi, dia mengatakan bahwa pihaknya bakal melakukan penyelidikan pada Jumat malam ini.

"Saya akan arahkan anggota untuk cek. Saya cek malam ini," ucap Poltar kepada awak media, Jumat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos 'Lulung Dibuat Koma' Setelah Serangan Jantung

RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos "Lulung Dibuat Koma" Setelah Serangan Jantung

Megapolitan
Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Megapolitan
Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Megapolitan
Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Megapolitan
Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Megapolitan
Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Megapolitan
Warga Diminta Mengungsi Selama Evakuasi Crane Terguling di Depok

Warga Diminta Mengungsi Selama Evakuasi Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Empat Bandar Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap, Sabu Senilai Rp 91 Miliar Disita

Empat Bandar Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap, Sabu Senilai Rp 91 Miliar Disita

Megapolitan
Kumpul di Bogor, 40 Kepala Daerah Bahas Isu Budaya

Kumpul di Bogor, 40 Kepala Daerah Bahas Isu Budaya

Megapolitan
Diminta Jokowi Tak Sowan ke Ormas, Polda Metro: Kami Sudah Laksanakan Jauh-jauh Hari

Diminta Jokowi Tak Sowan ke Ormas, Polda Metro: Kami Sudah Laksanakan Jauh-jauh Hari

Megapolitan
Polisi yang Tembak Dua Orang Belum Jadi Tersangka dan Ditahan

Polisi yang Tembak Dua Orang Belum Jadi Tersangka dan Ditahan

Megapolitan
19 WNA Dilarang Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta

19 WNA Dilarang Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.