Jakarta Barat Berencana Bangun Tangki Septik Komunal untuk 500 Rumah di Kelurahan Sukabumi Selatan

Kompas.com - 19/10/2021, 09:13 WIB
Tangki septik dari Dinas SDA sudah ada yang dipasang di gang Sekretasi I, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (9/10/2019) Kompas.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARTangki septik dari Dinas SDA sudah ada yang dipasang di gang Sekretasi I, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (9/10/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat akan membangun tangki septik (septic tank) komunal untuk 500 rumah di Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tujuan pembangunan ini antara lain utuk mengatasi kekerdilan (stunting) pada anak.

"Kami berkolaborasi dengan Suku Dinas Air dengan Sudin Perumahan karena mereka buat tangki septik komunal," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Purwanti Suryandari di Jakarta, Senin.

Menurut Purwanti, hal tersebut dilakukan lantaran 500 rumah di lokasi tersebut selama ini membuang kotoran tidak ke tangki septik tetapi ke saluran pembuangan air. Hal tersebut rentan menimbulkan penyakit untuk warga sekitar, terutama dapat memicu "stunting" bagi anak.

Baca juga: Lurah: Warga yang Tak Punya Septic Tank Buang Kotoran ke Kali Cipinang

"Masih ada 1.272 kepala keluarga (KK) yang belum punya jamban sehat. Kalau rumah 500-an, jadi satu rumah dua KK," kata Kristy.

Bahkan, angka tersebut kemungkinan akan bertambah lantaran data tersebut hanya diambil dari satu kelurahan saja.

Kristy memperkirakan ada beberapa rumah lagi yang tidak memiliki saluran pembuangan layak dan harus jadi perhatian khusus. Menurut dia, kebersihan menjadi faktor penting penyebab terjadinya stunting pada anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu karena lingkungan yang kotor dapat berdampak kepada tumbuh kembang anak, bahkan sejak masih di dalam janin.

Karena itu, Kristy berharap upaya pembangunan tangki septik komunal dapat menekan angka stunting sehingga anak-anak bisa tumbuh sehat.

"Karena kalau lingkungan tidak sehat, anak bisa berpotensi stunting juga," kata Kristy.

Kristy belum merinci kapan target realisasi pembangunan tangki septik komunal tersebut akan direalisasikan, termasuk nilai anggaran dan sumbernya serta jumlah unit tangki septik komunalnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besi Penutup Proyek Crossing di Pintu Air Jagakarsa Hilang

Besi Penutup Proyek Crossing di Pintu Air Jagakarsa Hilang

Megapolitan
Sopir Mercy yang Lawan Arah lalu Tabrak 2 Mobil di Tol JORR Ditetapkan Jadi Tersangka

Sopir Mercy yang Lawan Arah lalu Tabrak 2 Mobil di Tol JORR Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
Turap Saluran di Jalan Pluit Sakti Raya Longsor, Perbaikan Ditargetkan Rampung dalam 2 Minggu

Turap Saluran di Jalan Pluit Sakti Raya Longsor, Perbaikan Ditargetkan Rampung dalam 2 Minggu

Megapolitan
Warga Joglo Bisa Setor Minyak Jelantah ke PKK RW, Tiap Liter Dihargai Rp 3.300

Warga Joglo Bisa Setor Minyak Jelantah ke PKK RW, Tiap Liter Dihargai Rp 3.300

Megapolitan
Wakil Wali Kota Depok Pertanyakan Data Kejaksaan soal Kenaikan Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak

Wakil Wali Kota Depok Pertanyakan Data Kejaksaan soal Kenaikan Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak

Megapolitan
Wagub DKI Minta Pemerintah Pusat Revisi PP yang Bikin UMP Hanya Naik Sedikit

Wagub DKI Minta Pemerintah Pusat Revisi PP yang Bikin UMP Hanya Naik Sedikit

Megapolitan
Wagub DKI Ungkap Pengusaha Tak Masalah UMP Jakarta 2022 Naik sampai 5 Persen

Wagub DKI Ungkap Pengusaha Tak Masalah UMP Jakarta 2022 Naik sampai 5 Persen

Megapolitan
Kasus Pengemudi Mercy Tabrakan Saat Lawan Arah di Tol JORR, Polisi Tunggu Hasil Mediasi dengan Korban

Kasus Pengemudi Mercy Tabrakan Saat Lawan Arah di Tol JORR, Polisi Tunggu Hasil Mediasi dengan Korban

Megapolitan
Pegawai Korban Pelecehan Berharap KPI Segera Jalankan Rekomendasi Komnas HAM

Pegawai Korban Pelecehan Berharap KPI Segera Jalankan Rekomendasi Komnas HAM

Megapolitan
PPKM Kota Tangerang Kembali ke Level 2, Pemkot Akan Tingkatkan Tracing Covid-19

PPKM Kota Tangerang Kembali ke Level 2, Pemkot Akan Tingkatkan Tracing Covid-19

Megapolitan
Saat Anies Lesehan di Jalan Bersama Buruh yang Demo Menuntut Kenaikan UMP…

Saat Anies Lesehan di Jalan Bersama Buruh yang Demo Menuntut Kenaikan UMP…

Megapolitan
Polres Jakpus Tangkap 4 Anggota Sindikat Bandar Narkoba Jaringan Malaysia

Polres Jakpus Tangkap 4 Anggota Sindikat Bandar Narkoba Jaringan Malaysia

Megapolitan
Pengetatan di Bandara Soekarno Hatta untuk Cegah Omicron, WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk, WNI Karantina 14 Hari

Pengetatan di Bandara Soekarno Hatta untuk Cegah Omicron, WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk, WNI Karantina 14 Hari

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 18 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 29 November: Tak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 18 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Wagub DKI Klaim Pemprov Tak Intervensi Batalnya Reuni 212 di Jakarta

Wagub DKI Klaim Pemprov Tak Intervensi Batalnya Reuni 212 di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.