Polisi Tangkap Tiga Pengedar, Barang Bukti 15 Kilogram Ganja Diamankan

Kompas.com - 19/10/2021, 15:55 WIB
Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis ganja di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOPolres Metro Jakarta Selatan mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis ganja di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis ganja di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, pengungkapan jaringan peredaran ganja tersebut berawal dari penangkapan seorang tersangka berinisial AJ di wilayah Jakarta Selatan pada Senin (13/9/2021).

Dalam penangkapan tersebut polisi menyita dua paket ganja seberat 3,8 gram dari tangan AJ.

“Kami melaksanakan penyelidikan hampir sebulan lebih, kami olah informasi paket baik secara lapangan informasi-informasi yang kami himpun dari beberapa informasi akan ada pengambilan barang pada tanggal 14 Oktober 2021,” kata Agus di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa siang.

Polisi kemudian melakukan pengintaian dan menangkap seorang tersangka lain berinisial DO di kawasan Cikarang, Jawa Barat pada Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Peredaran 1,73 Ton Ganja Terbongkar, Polisi Sebut Jakarta Pasar yang Menjanjikan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pada saat kita melakukan penangkapan seharusnya ada dua orang di situ ya itu tersangka DO dan tersangka TI sebagai perannya masing-masing. Namun pada saat upaya paksa tersebut tersangka sempat melarikan diri,” ujar Agus.

Polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap TI. Dia akhirnya ditangkap di Karawang, Jawa Barat pada Jumat (15/10/2021).

“Pada hari Kamis saat penangkapan DO, kita dapati barang bukti seperti yang tergelar di depan 15 paket daun kering diduga narkotika jenis ganja berat bruto keseluruhan 15.000 gram dan 2 unit handphone. Ya, 15 kilogram lebih ganja,” ujar Agus.

Kedua tersangka tersebut dijerat Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 111 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kedua tersangka terancam hukuman maksimal pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pegawai Korban Pelecehan Berharap KPI Segera Jalankan Rekomendasi Komnas HAM

Pegawai Korban Pelecehan Berharap KPI Segera Jalankan Rekomendasi Komnas HAM

Megapolitan
PPKM Kota Tangerang Kembali ke Level 2, Pemkot Akan Tingkatkan Tracing Covid-19

PPKM Kota Tangerang Kembali ke Level 2, Pemkot Akan Tingkatkan Tracing Covid-19

Megapolitan
Saat Anies Lesehan di Jalan Bersama Buruh yang Demo Menuntut Kenaikan UMP…

Saat Anies Lesehan di Jalan Bersama Buruh yang Demo Menuntut Kenaikan UMP…

Megapolitan
Polres Jakpus Tangkap 4 Anggota Sindikat Bandar Narkoba Jaringan Malaysia

Polres Jakpus Tangkap 4 Anggota Sindikat Bandar Narkoba Jaringan Malaysia

Megapolitan
Pengetatan di Bandara Soekarno Hatta untuk Cegah Omicron, WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk, WNI Karantina 14 Hari

Pengetatan di Bandara Soekarno Hatta untuk Cegah Omicron, WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk, WNI Karantina 14 Hari

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 18 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 29 November: Tak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 18 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Wagub DKI Klaim Pemprov Tak Intervensi Batalnya Reuni 212 di Jakarta

Wagub DKI Klaim Pemprov Tak Intervensi Batalnya Reuni 212 di Jakarta

Megapolitan
Sempat Kabur, Satu Tersangka Buron Kasus Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Akhirnya Ditangkap

Sempat Kabur, Satu Tersangka Buron Kasus Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 5 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 29 November: Tambah 5 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Isi Inmendagri, PPKM Level 2 di Jakarta sampai 13 Desember

Isi Inmendagri, PPKM Level 2 di Jakarta sampai 13 Desember

Megapolitan
Mulai Hari Ini Jakarta Kembali Berstatus PPKM Level 2

Mulai Hari Ini Jakarta Kembali Berstatus PPKM Level 2

Megapolitan
Babak Baru Formula E di Jakarta: Politikus Jadi Panitia, KPK Diminta Ikut Awasi

Babak Baru Formula E di Jakarta: Politikus Jadi Panitia, KPK Diminta Ikut Awasi

Megapolitan
Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Idap Demensia, Bilang Hendak Kerja padahal Sudah Pensiun

Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Idap Demensia, Bilang Hendak Kerja padahal Sudah Pensiun

Megapolitan
Marak Kasus Pelecehan Seksual, Masih Layakkah Depok Sandang Status Kota Layak Anak?

Marak Kasus Pelecehan Seksual, Masih Layakkah Depok Sandang Status Kota Layak Anak?

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 41 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

UPDATE 29 November: Tambah 41 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.