3 Bulan Usai Dilaporkan ke Polisi, Kasus Pelecehan oleh Pemuka Agama di Tangerang Masih Jalan di Tempat

Kompas.com - 06/12/2021, 20:19 WIB
Ilustrasi Pelecehan Seksual ShutterstockIlustrasi Pelecehan Seksual

TANGERANG, KOMPAS.com - Kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan seorang pemuka agama terhadap dua perempuan di bawah umur di Kota Tangerang, Banten, berjalan di tempat alias tak ada perkembangan.

Pemuka agama berinisial S, warga Pinang, Kota Tangerang, itu diduga melecehkan dua murid perempuannya yang masih di bawah umur pada April 2021. Firmansyah, paman salah satu korban, mengaku bahwa kasus tersebut tak kunjung menemukan titik terang.

Padahal, pihak keluarga sudah melaporkan kasus itu ke Polres Metro Tangerang Kota sejak Agustus 2021. Dengan kata lain, kasus itu diproses oleh polisi sudah selama kurang lebih tiga bulan.

Baca juga: Korban Pelecehan Pemuka Agama di Tangerang Disebut Sering Bengong dan Menangis

"Belum ada tindak lanjutnya lagi dari kepolisian mengenai kasus pencabulan atau pelecehan terhadap keponakan (korban) saya dengan pelaku inisial S," kata Firmansyah, Senin (6/12/2021).

Dia mengungkapkan, informasi terakhir yang diberikan polisi kepada pihak keluarga adalah tentang pemeriksaan ponsel korban.

Ponsel korban dan ponsel terduga pelaku diperiksa Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Metro Jaya pada awal November 2021 atau sekitar sebulan yang lalu.

Ponsel milik terduga pelaku dan korban diperiksa lantaran terdapat sejumlah bukti-bukti yang berkaitan dengan aksi pelecehan seksual itu.

Terduga pelaku disinyalir menghapus sejumlah bukti di ponselnya.

"Kami nungguin konfirmasi dari kepolisian terkait ponsel korban. Kan ponsel korban dititip sementara untuk pemeriksaan di Polda," kata dia.

Dia berharap, Polres Metro Tangerang Kota dapat segera menangani kasus pelecehan seksual itu agar korban dapat segera tenang. Firmansyah menyebutkan, korban masih trauma dengan kasus itu.

"Saya, keluarga korban, berharap pihak kepolisian secepatnya menangani kasus tersebut dan agar korban tenang dan korban juga enggak selalu sedih," urainya.

S sudah mengakui aksi pelecehan seksual itu kepada keluarga korban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampung Susun Bayam Dibangun Bukan untuk Warga Terdampak JIS, Ketua DPRD: Pembohongan Publik!

Kampung Susun Bayam Dibangun Bukan untuk Warga Terdampak JIS, Ketua DPRD: Pembohongan Publik!

Megapolitan
Puspom TNI Dalami Kasus Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara

Puspom TNI Dalami Kasus Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara

Megapolitan
Gerobaknya Dikelilingi Garis Polisi Pasca Pengeroyokan Anggota TNI AD, Santi Tak Bisa Berjualan

Gerobaknya Dikelilingi Garis Polisi Pasca Pengeroyokan Anggota TNI AD, Santi Tak Bisa Berjualan

Megapolitan
Mayat Pria Tertelungkup Ditemukan di Tumpukan Sampah di Kali Ciliwung Depok

Mayat Pria Tertelungkup Ditemukan di Tumpukan Sampah di Kali Ciliwung Depok

Megapolitan
5 Poin Gugatan Apindo ke Anies Baswedan soal Kenaikan UMP DKI

5 Poin Gugatan Apindo ke Anies Baswedan soal Kenaikan UMP DKI

Megapolitan
Jakarta Disebut Medan Perang Utama Hadapi Omicron, Begini Respons Wagub...

Jakarta Disebut Medan Perang Utama Hadapi Omicron, Begini Respons Wagub...

Megapolitan
Epidemiolog Prediksi Puncak Kasus Omicron di Jakarta Terjadi Februari 2022

Epidemiolog Prediksi Puncak Kasus Omicron di Jakarta Terjadi Februari 2022

Megapolitan
Saksi Sebut Munarman Punya Andil dalam Bom Gereja Jolo Filipina

Saksi Sebut Munarman Punya Andil dalam Bom Gereja Jolo Filipina

Megapolitan
Jalan Akses Marunda yang Rusak dan Bahayakan Pengendara Akan Diperbaiki

Jalan Akses Marunda yang Rusak dan Bahayakan Pengendara Akan Diperbaiki

Megapolitan
Apindo Resmi Gugat Anies ke PTUN Terkait Kenaikan UMP Jakarta 5,1 Persen

Apindo Resmi Gugat Anies ke PTUN Terkait Kenaikan UMP Jakarta 5,1 Persen

Megapolitan
Harga Minyak Goreng Melambung di Pasaran, Warga yang Ikut Operasi Pasar di Johar Baru Bersyukur

Harga Minyak Goreng Melambung di Pasaran, Warga yang Ikut Operasi Pasar di Johar Baru Bersyukur

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Desak Anies Beri Tempat Tinggal Layak untuk Warga Terdampak Pembangunan JIS

Ketua DPRD DKI Desak Anies Beri Tempat Tinggal Layak untuk Warga Terdampak Pembangunan JIS

Megapolitan
Saat Anies Sebut Suara Musik Nidji Merdu dan Tak Sumbang...

Saat Anies Sebut Suara Musik Nidji Merdu dan Tak Sumbang...

Megapolitan
Operasi Pasar Minyak Goreng Murah Diadakan di Johar Baru, 1 Liter Rp. 14.000

Operasi Pasar Minyak Goreng Murah Diadakan di Johar Baru, 1 Liter Rp. 14.000

Megapolitan
Bioskop XXI di Blok M Square Ditempeli Stiker Peringatan Belum Melunasi Pajak

Bioskop XXI di Blok M Square Ditempeli Stiker Peringatan Belum Melunasi Pajak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.