Kompas.com - 09/02/2022, 16:15 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang Asep Sunandar  buka suara terkait dugaan praktik jual beli kamar di lapas tersebut.

Sebagai informasi, dugaan praktik jual beli kamar itu terungkap dalam sidang kasus kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, di Pengadilan Negeri Tangerang, Kota Tangerang, Selasa (8/2/2022).

Pihak yang mengungkapnya adalah saksi sekaligus narapidana di Lapas Kelas I Tangerang, Ryan Santoso.

Baca juga: Blak-blakan Napi Lapas Tangerang dalam Sidang Kasus Kebakaran, Ungkap Jual Beli Kamar hingga Masalah Kelistrikan

Kepala Lapas Kelas I Tangerang Asep Sunandar mengaku kaget dengan adanya pernyataan soal dugaan praktik jual beli kamar itu.

"Saya juga kaget kalau ada pengakuan seperti itu," kata Asep kepada Kompas.com, Rabu (9/2/2022).

Dia menyebut, usai terungkap dugaan tersebut, pihak lapas telah memanggil Ryan untuk dimintai keterangan soal pernyataannya di persidangan.

Dari pemeriksaan itu, Ryan mengaku mengetahui soal adanya praktik jual beli kamar itu dari temannya.

"Kemudian (ditanya) kok kamu berbicara seperti itu? Itu kenapa?'. (Ryan bilang) kata teman saya. Dia (Ryan) bilang gitu, jadinya lempar ke teman," ucap Asep.

Baca juga: Terungkapnya Praktik Jual Beli Kamar di Penjara, dari Lapas Cipinang hingga Tangerang

Menurut dia, saat dipanggil, Ryan juga ditanyai apakah dirinya merupakan pihak yang memintai uang kepada para narapidana di Lapas Kelas I Tangerang.

Ryan mengaku bukan orang yang memintai uang kepada narapidana-narapidana di sana.

"Ditanyakan dengan sebenar-benarnya, 'apakah kamu sebagian orang yang minta uang kah?' Tidak, katanya (Ryan)," ujar Asep.

Asep menyebut bahwa Ryan yang sempat mendekam di Blok C2, lokasi yang terbakar hebat pada 8 September 2021, kini sudah berada di Blok F.

Pihak lapas, lanjut Asep, kemudian bertanya apakah ada pihak yang meminta uang kepada Ryan selama dia mendekam Blok F.

Baca juga: Saksi Ungkap Jual Beli Kamar hingga Alarm Tak Dibunyikan, Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Tak Keberatan

Asep menyebut, saat diperiksa, Ryan mengaku tak ada yang meminta duit selama dia di Blok F.

"(Ryan bilang) enggak saya sudah di F sekarang. Nah, pertanyaan kami adalah, 'apakah di F itu ada juga permintaan-permintaan?'. (Ryan bilang) Selama ini saya di F enggak ada Pak," papar Asep.

"Jadi saya juga bingung. Tapi enggak bingung lah, namanya juga warga binaan, selalu, ya," sambung dia.

Praktik jual beli kamar

Terungkapnya dugaan praktik jual beli kamar bermula saat majelis hakim bertanya sudah berapa lama Ryan mendekam di aula Blok C2, lokasi yang terbakar di Lapas Kelas I Tangerang.

Ryan mengaku sudah tiga bulan berada di aula. Dia lalu ditanya mengapa memilih untuk tidur di aula.

Kata Suhendra, narapidana sudah ada yang tidur di kamar.

Baca juga: Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Disebut Tak Pernah Periksa Jaringan Listrik

"Yang di kamar prosesnya gimana?" tanya majelis hakim, saat sidang di PN Tangerang, Selasa kemarin.

"Ya masuk kamar bayar juga, orang lama," kata Ryan.

"Orang-orang masuk ke aula?" majelis hakim kembali bertanya.

"Ya bayar lah, enggak tahu juga," ujar Ryan.

"Di aula bayar?" tanya majelis hakim.

"Seminggu Rp 5.000," tutur Ryan.

Baca juga: Sidang Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Saksi Akui Lihat Banyak Jenazah Napi

Menurut Ryan, uang Rp 5.000 itu untuk kebersihan.

Lalu, saat ditanya berapa uang yang keluar untuk membayar kamar di Blok C2, Ryan mengaku narapidana keluar duit Rp 1 juta-Rp 2 juta.

"Ada yang bayar Rp 2 juta, ada yang Rp 1 juta," beber Ryan.

"(Bayaran itu) seterusnya sampai pulang. Sekali bayar saja," sambungnya.

Kesaksian Ryan soal jual beli kamar di Lapas Tangerang berhenti di situ.

Sebab, saat majelis hakim bertanya lebih lanjut soal kamar yang diperjualbelikan, jaringan antara PN Tangerang dan Lapas Kelas I Tangerang terputus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebanjiran, Perempuan di Bintaro Meninggal saat Cabut Colokan Listrik

Kebanjiran, Perempuan di Bintaro Meninggal saat Cabut Colokan Listrik

Megapolitan
Bayi Ditemukan Ojol di Jembatan Cengkareng, Bidan: Tali Pusat Diikat Karet, tapi Ari-ari Tak Ada

Bayi Ditemukan Ojol di Jembatan Cengkareng, Bidan: Tali Pusat Diikat Karet, tapi Ari-ari Tak Ada

Megapolitan
Diduga Korsleting, Mobil Toyota Avanza Terbakar di Kebon Jeruk

Diduga Korsleting, Mobil Toyota Avanza Terbakar di Kebon Jeruk

Megapolitan
Ridwan Kamil Targetkan 5.000 Pesantren Ikut Program OPOP hingga Akhir 2022

Ridwan Kamil Targetkan 5.000 Pesantren Ikut Program OPOP hingga Akhir 2022

Megapolitan
UMP DKI 2023 Naik 5,6 Persen, KSPI: Heru Budi Tak Sensitif Terhadap Hidup Buruh

UMP DKI 2023 Naik 5,6 Persen, KSPI: Heru Budi Tak Sensitif Terhadap Hidup Buruh

Megapolitan
Guru SD Predator Anak di Bekasi Ditangkap, Polisi: Korban Ada yang Masih Kelas 2 SD

Guru SD Predator Anak di Bekasi Ditangkap, Polisi: Korban Ada yang Masih Kelas 2 SD

Megapolitan
2 PNS Terduga Pelaku Pemerkosaan Pegawai Kemenkop UKM Dipecat

2 PNS Terduga Pelaku Pemerkosaan Pegawai Kemenkop UKM Dipecat

Megapolitan
Kondisi Bayi yang Ditemukan Ojol di Jembatan Cengkareng: Dikerubungi Semut dan Bibir Membiru

Kondisi Bayi yang Ditemukan Ojol di Jembatan Cengkareng: Dikerubungi Semut dan Bibir Membiru

Megapolitan
17 RT di Jaksel dan 2 Jakbar Masih Tergenang Banjir Malam Ini

17 RT di Jaksel dan 2 Jakbar Masih Tergenang Banjir Malam Ini

Megapolitan
Tok! UMP DKI Jakarta 2023 Naik Jadi Rp 4,9 Juta

Tok! UMP DKI Jakarta 2023 Naik Jadi Rp 4,9 Juta

Megapolitan
Masalah Keluarga Diduga Picu Perempuan Bakar Diri di Tangerang

Masalah Keluarga Diduga Picu Perempuan Bakar Diri di Tangerang

Megapolitan
Kronologi Penemuan Bayi Perempuan di Jembatan Sepi Cengkareng, Dibuang Tak Lama Setelah Lahir

Kronologi Penemuan Bayi Perempuan di Jembatan Sepi Cengkareng, Dibuang Tak Lama Setelah Lahir

Megapolitan
Cerita Warga Muara Baru Berkali-kali Kebanjiran karena Tanggul Sering Jebol Sebelum Ditinggikan

Cerita Warga Muara Baru Berkali-kali Kebanjiran karena Tanggul Sering Jebol Sebelum Ditinggikan

Megapolitan
Perempuan Bakar Diri di Tangerang, Ketua RT: Setahu Kami Keluarganya Baik-baik Saja, Enggak Pernah Cekcok

Perempuan Bakar Diri di Tangerang, Ketua RT: Setahu Kami Keluarganya Baik-baik Saja, Enggak Pernah Cekcok

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jabodetabek 28-3 Desember 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jabodetabek 28-3 Desember 2022

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.