Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Komplotan Begal Bersajam di Jakarta Barat Tertangkap, Tak Segan Bacok Korban yang Melawan

Kompas.com - 08/08/2022, 21:35 WIB
Mita Amalia Hapsari,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komplotan begal bersenjata tajam yang kerap beraksi di kawasan Jakarta Barat, akhirnya tertangkap.

Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat, AKP Avrilendy mengatakan komplotan begal tersebut berdarah dingin dan tidak segan melakukan kekerasan terhadap korbannya.

"Jadi, kalau ada korban yang melawan (saat dibegal), maka langsung dikeroyok sama mereka (pelaku)," kata Avril di Mapolres Jakarta Barat, Senin (8/8/2022).

Baca juga: Komplotan Begal Bersenjata Tajam di Tanjung Duren Tertangkap, Kerap Beraksi di Jakarta Barat

Avril mengatakan, komplotan ini sudah sering beraksi di Jakarta Barat dan sekitarnya. Salah satu aksinya, pelaku bahkan tega membacok punggung korban yang nelawan.

"Ada korban yang pernah kena luka, ada yang kena bacok punggungnya," kata dia.

Sementara itu, pelaku yang tertangkap dalam komplotan ini berjumlah lima anak muda laki-laki.

"Kami menangkap lima orang. Otak dari pembegalan juga sudah ditangkap," kata Avril

Sebagai informasi, komplotan itu sebelumnya membegal pengendara sepeda motor di Jalan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Juni lalu.

Baca juga: Begal Bersenjata Tajam Beraksi di Kembangan, Aksi Terekam CCTV

Setelah ditelusuri, mereka juga bertanggung jawab atas kasus pembegalan di 11 lokasi di Jakarta Barat lainnya.

Sebelumnya, aksi pembegalan pengendara sepeda motor diduga terjadi di Jalan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Aksi tersebut terekam kamera pemantau atau CCTV yang kemudian diunggah akun Instagram @kontributorjakarta pada Kamis (4/8/2022).

Dalam video terlihat dua orang berboncengan dengan motor. Sesampainya di depan sebuah rumah, tiba-tiba delapan orang menghadang mereka.

Salah satu penghadang terlihat mendekati dua orang itu sambil mengangkat tangannya, tidak terlihat jelas apakah penghadang itu membawa suatu benda atau tangan kosong.

Kemudian, dua orang yang dihadang melarikan diri dan meninggalkan motornya. Para penghadang pun membawa motor yang ditinggal pengendaranya.

Sementara, dalam keterangan unggahan tersebut dituliskan bahwa korban diimpit pelaku yang membawa senjata tajam

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Hendak Tawuran, 8 Remaja di Bekasi Kedapatan Bawa 8 Senjata Tajam

Hendak Tawuran, 8 Remaja di Bekasi Kedapatan Bawa 8 Senjata Tajam

Megapolitan
Polisi Amankan 8 Orang Hendak Tawuran di Kota Bekasi, 7 Orang di Bawah Umur

Polisi Amankan 8 Orang Hendak Tawuran di Kota Bekasi, 7 Orang di Bawah Umur

Megapolitan
2 Remaja Hanyut Terseret Arus Saat Main Hujan di Kali Mampang

2 Remaja Hanyut Terseret Arus Saat Main Hujan di Kali Mampang

Megapolitan
Perjuangan Nurul Syaifudin, Usaha Tutup Akibat Covid-19 dan Kini Kembali Bangkit

Perjuangan Nurul Syaifudin, Usaha Tutup Akibat Covid-19 dan Kini Kembali Bangkit

Megapolitan
Jokowi Sulit Dimakzulkan karena Kepuasan Masyarakat Tinggi, Pengamat: Salah Satunya karena Bansos

Jokowi Sulit Dimakzulkan karena Kepuasan Masyarakat Tinggi, Pengamat: Salah Satunya karena Bansos

Megapolitan
Ramai Gelombang Demonstrasi Kecurangan Pemilu, ke Mana Akan Bermuara?

Ramai Gelombang Demonstrasi Kecurangan Pemilu, ke Mana Akan Bermuara?

Megapolitan
'Real Count' Pileg DPR Kota Depok 54,78 persen: PKS Ungguli Golkar dan Gerindra

"Real Count" Pileg DPR Kota Depok 54,78 persen: PKS Ungguli Golkar dan Gerindra

Megapolitan
'Real Count' Pilpres 2024 di Depok 76,68 Persen: Prabowo-Gibran Unggul 45,55 Persen

"Real Count" Pilpres 2024 di Depok 76,68 Persen: Prabowo-Gibran Unggul 45,55 Persen

Megapolitan
Rute Mikrotrans JAK 72 Kampung Rambutan-Ciracas

Rute Mikrotrans JAK 72 Kampung Rambutan-Ciracas

Megapolitan
Kronologi Pengendara Motor yang Tewas Dihantam Bus di Depok

Kronologi Pengendara Motor yang Tewas Dihantam Bus di Depok

Megapolitan
Belum Dapat Izin BPTJ, Pembukaan Rute Transjakarta Pondok Cabe-Lebak Bulus Ditunda

Belum Dapat Izin BPTJ, Pembukaan Rute Transjakarta Pondok Cabe-Lebak Bulus Ditunda

Megapolitan
Perlu Proses, Bawaslu Belum Putuskan Hasil Laporan Politik Uang Caleg Golkar di Bekasi

Perlu Proses, Bawaslu Belum Putuskan Hasil Laporan Politik Uang Caleg Golkar di Bekasi

Megapolitan
Warga Jakarta Terdampak Penonaktifan NIK Bisa Aktivitasi Ulang, tapi Rumah Tinggalnya Harus Disurvei

Warga Jakarta Terdampak Penonaktifan NIK Bisa Aktivitasi Ulang, tapi Rumah Tinggalnya Harus Disurvei

Megapolitan
Warga Jakarta yang Tinggal di Luar Daerah Diimbau Cek Status NIK di Situs Dukcapil, Begini Caranya...

Warga Jakarta yang Tinggal di Luar Daerah Diimbau Cek Status NIK di Situs Dukcapil, Begini Caranya...

Megapolitan
Warga Kampung Gembira Gembrong Masih Berupaya Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi

Warga Kampung Gembira Gembrong Masih Berupaya Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com