Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Transjakarta Akan Operasikan 10.000 Bus Listrik hingga Tahun 2030 Demi Tekan Emisi Karbon

Kompas.com - 02/09/2022, 18:15 WIB
Reza Agustian,
Ivany Atina Arbi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan akan mengoperasikan 10.000 bus listrik pada tahun 2030 dalam upaya mendorong nol emisi karbon (net zero emissions).

"Jadi semua dari bus yang besar sampai yang kecil akan diganti menjadi bus listrik pada tahun 2030. Semua itu diperkirakan 10.000," ujar Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Transjakarta Anang Rizkani di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (2/9/2022).

Menurut Anang, untuk saat ini sudah ada kurang lebih 4.000 angkutan milik PT Transportasi Jakarta yang melayani perjalanan masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

"Bus itu bisa bus besar, ada bus kecil. Jadi ada yang namanya angkot, dulu kami sebut angkot sekarang bus kecil atau mikrotrans," ungkapnya.

Baca juga: PT Transjakarta Temui Menko Perekonomian Minta Dukungan Program Bus Listrik

Anang mengungkapkan, PT Transportasi Jakarta memiliki rencana untuk melakukan elektrifikasi bus transjakarta hingga tahun 2030 itu sebagai pendorong nol emisi karbon yang dicanangkan pemerintah.

Ia memprediksi, dengan adanya program elektrifikasi bus transjakarta itu, PT Transportasi Jakarta bisa menekan emisi karbon sekitar 53 persen.

"Nah nanti semua (tahun 2030) dari bus besar dan bus kecil akan menjadi bus listrik," tuturnya.

Dalam upaya menyukseskan program elektrifikasi bus transjakarta, Anang berharap Pemerintah Pusat dapat mendukung program tersebut.

Baca juga: Saat Anies Kenang Masa Sekolah di Amerika Serikat, dari Rekam Omongan Dosen hingga Belajar Sampai Tengah Malam

PT Transportasi Jakarta telah menyambangi Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto untuk meminta dukungan terkait program elektrifikasi bus tersebut.

Menurut Anang, berbagai pemaparan yang dijelaskan oleh PT Transportasi Jakarta ke Menteri Koordinator Perekonomian mendapat respons yang baik.

"Pak Menko (Airlangga Hartanto) sangat mendukung dan oleh karena itu akan berbicara lebih detail lagi mengenai hal-hal yang terkait dengan elektrifikasi itu," ungkapnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Siswa SMP yang Gantung Diri di Jakbar Dikenal Sebagai Atlet Maraton

Siswa SMP yang Gantung Diri di Jakbar Dikenal Sebagai Atlet Maraton

Megapolitan
Detik-detik Mencekam Kebakaran Toko 'Saudara Frame': Berawal dari Percikan Api, Lalu Terdengar Teriakan Korban

Detik-detik Mencekam Kebakaran Toko "Saudara Frame": Berawal dari Percikan Api, Lalu Terdengar Teriakan Korban

Megapolitan
Polisi Periksa Saksi-saksi Terkait Perempuan yang Ditemukan Tewas di Pulau Pari

Polisi Periksa Saksi-saksi Terkait Perempuan yang Ditemukan Tewas di Pulau Pari

Megapolitan
Massa Aksi yang Menuntut MK Adil Terkait Hasil Pemilu 2024 Bakar Ban Sebelum Bubarkan Diri

Massa Aksi yang Menuntut MK Adil Terkait Hasil Pemilu 2024 Bakar Ban Sebelum Bubarkan Diri

Megapolitan
Massa Pendukung Prabowo-Gibran Juga Demo di Patung Kuda, tapi Beberapa Orang Tak Tahu Isi Tuntutan

Massa Pendukung Prabowo-Gibran Juga Demo di Patung Kuda, tapi Beberapa Orang Tak Tahu Isi Tuntutan

Megapolitan
DPC PDI-P: Banyak Kader yang Minder Maju Pilwalkot Bogor 2024

DPC PDI-P: Banyak Kader yang Minder Maju Pilwalkot Bogor 2024

Megapolitan
Siswa SMP di Palmerah Sempat Cekcok dengan Kakak Sebelum Gantung Diri

Siswa SMP di Palmerah Sempat Cekcok dengan Kakak Sebelum Gantung Diri

Megapolitan
Salah Satu Korban Tewas Kebakaran Toko Bingkai 'Saudara Frame' adalah ART Infal yang Bekerja hingga 20 April

Salah Satu Korban Tewas Kebakaran Toko Bingkai "Saudara Frame" adalah ART Infal yang Bekerja hingga 20 April

Megapolitan
Saat Toko 'Saudara Frame' Terbakar, Saksi Dengar Teriakan Minta Tolong dari Lantai Atas

Saat Toko "Saudara Frame" Terbakar, Saksi Dengar Teriakan Minta Tolong dari Lantai Atas

Megapolitan
9 Orang Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

9 Orang Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Megapolitan
Minta Polisi Periksa Riwayat Pelanggaran Hukum Sopir Fortuner Arogan Berpelat Dinas TNI, Pakar: Agar Jera

Minta Polisi Periksa Riwayat Pelanggaran Hukum Sopir Fortuner Arogan Berpelat Dinas TNI, Pakar: Agar Jera

Megapolitan
Diwarnai Aksi Lempar Botol dan Batu, Unjuk Rasa di Patung Kuda Dijaga Ketat Polisi

Diwarnai Aksi Lempar Botol dan Batu, Unjuk Rasa di Patung Kuda Dijaga Ketat Polisi

Megapolitan
Basarnas Resmikan Unit Siaga SAR di Kota Bogor

Basarnas Resmikan Unit Siaga SAR di Kota Bogor

Megapolitan
Ratusan Orang Tertipu Beasiswa S3 ke Filipina, Total Kerugian Hingga Rp 6 Miliar

Ratusan Orang Tertipu Beasiswa S3 ke Filipina, Total Kerugian Hingga Rp 6 Miliar

Megapolitan
Farhat Abbas Daftar Jadi Bakal Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Farhat Abbas Daftar Jadi Bakal Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com