Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kekosongan Jabatan di Ditreskrimum Dinilai Akan Pengaruhi Kinerja Polda Metro

Kompas.com - 20/09/2022, 14:39 WIB
Tria Sutrisna,
Kristian Erdianto

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kekosongan jabatan wakil direktur hingga kasubdit di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dinilai berpotensi mengganggu kinerja Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.

Sejumlah pejabat Ditreskrimum dicopot imbas ketidakprofesionalan penanganan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua alias J.

"Kekosongan jabatan yang begitu lama tentu akan mempengaruhi kinerja organisasi," ujar peneliti kepolisian di Institute for Security and Strategic Studies, Bambang Rukminto, saat dihubungi, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Belum Tunjuk Pengganti Pejabat yang Dicopot, Manajemen SDM Polda Metro Dinilai Belum Baik

Bambang berpandangan, jabatan yang cukup strategis itu seharusnya segera diisi dengan berbagai pertimbangan.

Beberapa hal yang kerap menjadi pertimbangan dalam menunjuk personel untuk mengisi jabatan tertentu antara lain kompetensi, kapabilitas dan integritas.

"Kalau pertimbangan pengisian jabatan itu profesional dan melalui sistem merit yang benar, harusnya slot jabatan yang kosong karena pencopotan pejabat lama bisa segera diisi," ungkap Bambang.

Sebelumnya, Mabes Polri memutasi sembilan anggota Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan yang diduga tidak profesional dalam penanganan kasus penembakan Brigadir J.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah mengatakan, sembilan perwira menengah dan perwira pertama itu dimutasi ke bagian Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

Mutasi sembilan perwira Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Nomor ST/1751/VIII/Kep./2022 yang terbit pada Senin (22/8/2022).

Baca juga: Polda Metro Pastikan Penanganan Kasus Kriminal Tak Terganggu Meski 7 Pejabat Ditreskrimum Dicopot

"(Surat telegram) ditandatangani oleh As SDM (Asisten Sumber Daya Manusia) atas nama Kapolri," kata Nurul saat dikonfirmasi Kompas.com pada 23 Agustus 2022.

Berikut daftar sembilan perwira Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jaya Selatan yang dicopot dari jabatannya dan dimutasi ke Yanma Polri:

1. Kapolres nonaktif Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto

2. Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian

3. Kasubdit III Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Handik Zusen

4. Kasubdit V Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP H Pujiyarto

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Usulan PAN Duetkan Ridwan Kamil-Kaesang dan Dinasti Politik yang Terus Lestari

Usulan PAN Duetkan Ridwan Kamil-Kaesang dan Dinasti Politik yang Terus Lestari

Megapolitan
KIM Tawari PKS Kursi Cawagub DKI, Anies: Lebih Penting Bicara Kondisi Warga Jakarta

KIM Tawari PKS Kursi Cawagub DKI, Anies: Lebih Penting Bicara Kondisi Warga Jakarta

Megapolitan
Koalisi Prabowo Tawari Posisi Cawagub Jakarta ke PKS, Pengamat: Upaya Agar PKS Tidak Mengusung Anies

Koalisi Prabowo Tawari Posisi Cawagub Jakarta ke PKS, Pengamat: Upaya Agar PKS Tidak Mengusung Anies

Megapolitan
Kritik Aturan Baru Bebas Pajak di Jakarta, Anies: Jangan Sampai Pelan-pelan Warga Tergeser

Kritik Aturan Baru Bebas Pajak di Jakarta, Anies: Jangan Sampai Pelan-pelan Warga Tergeser

Megapolitan
Berkelakar, Heru Budi: Pak Prasetyo Edi Paling Pantas Jadi Gubernur DKI

Berkelakar, Heru Budi: Pak Prasetyo Edi Paling Pantas Jadi Gubernur DKI

Megapolitan
Deklarasi Supian Suri-Intan Fauzi untuk Pilkada Depok 2024 Tinggal Tunggu SK PAN

Deklarasi Supian Suri-Intan Fauzi untuk Pilkada Depok 2024 Tinggal Tunggu SK PAN

Megapolitan
Sore Mencekam di Pasar Minggu, Dua Kelompok Ormas Bentrok karena Peristiwa Pembacokan

Sore Mencekam di Pasar Minggu, Dua Kelompok Ormas Bentrok karena Peristiwa Pembacokan

Megapolitan
Warga Resah dengan Aksi Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda

Warga Resah dengan Aksi Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda

Megapolitan
Butuh Waktu 3 hari untuk Angkut Gunungan Sampah di TPS Pasar Bogor

Butuh Waktu 3 hari untuk Angkut Gunungan Sampah di TPS Pasar Bogor

Megapolitan
Soal Aturan Baru PBB di Jakarta, Heru Budi: Warga Bayar PBB jika Punya Rumah Lebih dari Satu

Soal Aturan Baru PBB di Jakarta, Heru Budi: Warga Bayar PBB jika Punya Rumah Lebih dari Satu

Megapolitan
Jika Tertangkap, 'Malaikat' yang Palak Warga Depok Akan Dibawa ke Dinas Sosial

Jika Tertangkap, "Malaikat" yang Palak Warga Depok Akan Dibawa ke Dinas Sosial

Megapolitan
Sampah di TPS Pasar Bogor Menggunung karena Keterbatasan Truk Pengangkut

Sampah di TPS Pasar Bogor Menggunung karena Keterbatasan Truk Pengangkut

Megapolitan
Motor Remaja di Depok Raib Usai Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual

Motor Remaja di Depok Raib Usai Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual

Megapolitan
Heru Budi Heran Penjambret Bisa Masuk Area CFD dengan Sepeda Motor

Heru Budi Heran Penjambret Bisa Masuk Area CFD dengan Sepeda Motor

Megapolitan
Libur Sekolah, 3 Sekawan Asal Pondok Ranggon Main Skuter Listrik di TMII

Libur Sekolah, 3 Sekawan Asal Pondok Ranggon Main Skuter Listrik di TMII

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com