Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pj Gubernur DKI Disebut Bakal Hadapi 4 Tugas Berat

Kompas.com - 29/09/2022, 18:25 WIB
Nirmala Maulana Achmad,
Kristian Erdianto

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengungkapkan empat tugas berat yang menanti Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan.

Tugas pertama, menurut Priyo, yakni mengelola dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI yang nilainya besar.

"APBD DKI terbesar di Indonesia, duitnya besar, jumbo. Angka yang saya duga adalah yang diketok DPRD (DKI) beberapa hari lalu diteken Gubernur Anies, APBD DKI mencapai Rp 82,4 triliun. Terbesar dibanding seluruh provinsi di Indonesia," ujar Priyo, dalam diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (29/9/2022).

Baca juga: Guru Besar IPDN Ingatkan soal Transparansi Penunjukan Pj Gubernur DKI

Priyo menyebutkan, dari total anggaran tersebut sebanyak Rp 55,6 triliun di antaranya merupakan pendapatan asli daerah (PAD) DKI. "Tanpa embel-embel bantuan dari Menteri Keuangan," tutur dia.

Tugas kedua, Pj Gubernur DKI akan dihadapkan dengan birokrasi yang besar. Sebab, tercatat ada 263.990 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI.

"Birokrasi yang sangat besar. Paling besar nomor empat setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat," kata politisi Partai Berkarya itu.

Tugas ketiga, Pj Gubernur DKI harus mengantarkan Jakarta menuju masa transisi terkait pemindahan ibu kota ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"Pj Gubernur juga harus menyiapkan bagaimana nasib tentang Undang-undang yang masih menyatakan DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara. UU Nomor 29 Tahun 2007 tentang pemerintahan DKI Jakarta sebagai Ibu Kota NKRI. Nasibnya bagaimana?" kata Priyo.

Baca juga: Ini Tiga Hal yang Dinilai Penting dan Harus Dijalankan Pj Gubernur DKI

Tugas terakhir, tutur Priyo, Pj Gubernur DKI harus memastikan bahwa Jakarta tetap bisa berkontribusi ke pemerintah pusat setelah tak lagi menjadi ibu kota.

"Bagaimana nanti situasi Jakarta setelah ribuan personel ini, penduduk Jakarta ini, migrasi besar-besaran ke IKN. Kantor-kantor akan kosong, pusat ekonomi sebagian akan hijrah," ucapnya.

Adapun masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan berakhir pada 16 Oktober 2022.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta telah menetapkan tiga nama calon Pj gubernur pengganti Anies, dalam rapat pimpinan gabungan (rapimgab) yang digelar pada Selasa (13/9/2022).

Ketiga nama calon penjabat yaitu, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Daerah DKI Marullah Matali, dan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar.

Baca juga: Guru Besar IPDN Sampaikan Sejumlah Kriteria Pj Gubernur DKI yang Ideal

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pendukung Tak Ingin Anies Duet dengan Kaesang, Pengamat: Bentuk Penegasan Mereka Anti Jokowi

Pendukung Tak Ingin Anies Duet dengan Kaesang, Pengamat: Bentuk Penegasan Mereka Anti Jokowi

Megapolitan
Sudah Bayar Rp 250.000 Per Bulan, Air Warga Perumahan Subsidi Jokowi di Cikarang Sering Kotor dan Berbau

Sudah Bayar Rp 250.000 Per Bulan, Air Warga Perumahan Subsidi Jokowi di Cikarang Sering Kotor dan Berbau

Megapolitan
Pilu Ibu di Bogor, Kini Hanya Duduk di Kursi Roda karena Kerusakan Otak Usai Operasi Caesar

Pilu Ibu di Bogor, Kini Hanya Duduk di Kursi Roda karena Kerusakan Otak Usai Operasi Caesar

Megapolitan
Seniman Minta Disediakan Taman Khusus untuk Menggambar Grafiti

Seniman Minta Disediakan Taman Khusus untuk Menggambar Grafiti

Megapolitan
Suramnya Kondisi Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang, Terbengkalai seperti Kota Mati hingga Jadi Tempat Mesum

Suramnya Kondisi Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang, Terbengkalai seperti Kota Mati hingga Jadi Tempat Mesum

Megapolitan
Diusung Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel 2024, Marshel Widianto Otomatis Jadi Kader Gerindra

Diusung Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel 2024, Marshel Widianto Otomatis Jadi Kader Gerindra

Megapolitan
Grafiti Masih Dianggap Ilegal, Seniman Sulit Mendapatkan Ruang

Grafiti Masih Dianggap Ilegal, Seniman Sulit Mendapatkan Ruang

Megapolitan
'Grafiti Sudah kayak Obat buat Saya...'

"Grafiti Sudah kayak Obat buat Saya..."

Megapolitan
Saat Grafiti Menjadi Penolong Masa Depan Fermul...

Saat Grafiti Menjadi Penolong Masa Depan Fermul...

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di Jakarta 21 Juni 2024

Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di Jakarta 21 Juni 2024

Megapolitan
Daftar Lokasi SIM Keliling di Jakarta 21 Juni 2024

Daftar Lokasi SIM Keliling di Jakarta 21 Juni 2024

Megapolitan
Kualitas Udara Jakarta pada Jumat Pagi Masih Tidak Sehat

Kualitas Udara Jakarta pada Jumat Pagi Masih Tidak Sehat

Megapolitan
Paman yang Cabuli Kakak Adik di Depok Ditetapkan sebagai Tersangka

Paman yang Cabuli Kakak Adik di Depok Ditetapkan sebagai Tersangka

Megapolitan
Gerindra Usung Marshel Widianto jadi Calon Wakil Wali Kota Pilkada Tangsel 2024

Gerindra Usung Marshel Widianto jadi Calon Wakil Wali Kota Pilkada Tangsel 2024

Megapolitan
Presiden Jokowi Ultah Ke-63, Relawan Potong Tumpeng di Tugu Kujang Bogor

Presiden Jokowi Ultah Ke-63, Relawan Potong Tumpeng di Tugu Kujang Bogor

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com