Kompas.com - 02/10/2022, 18:26 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Ratusan calon pekerja migran (PMI) yang menjadi korban penyaluran tenaga kerja ilegal ke Arab Saudi, untuk sementara ditampung oleh negara.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani mengatakan, para PMI itu ditampung di tempat penampungan BP2MI di bilangan Ciracas, Jakarta Timur.

"Mereka sudah dalam perlindungan negara. Makan, minum, hingga peralatan mandi, semua sudah dipersiapkan oleh BP2MI selama mereka dalam penampungan," tutur Benny saat dihubungi wartawan, Minggu (2/10/2022).

Baca juga: Gerebek Asrama Pekerja Migran Ilegal, BP2MI Temukan 161 Orang Dijanjikan Bekerja di Arab Saudi

Seiring itu, petugas BP2MI masih mendata mereka sebelum memulangkannya ke kampungnya masing-masing.

Untuk proses pemulangan para korban penyaluran TKI ilegal ini, BP2MI akan bekerjasama dengan Polres Metro Kota Bekasi.

"BP2MI akan tetap berupaya untuk menyelamatkan dan mengembalikan mereka (korban) ke keluarga. Tentu perlu kerja sama dengan Polres Metro Bekasi Kota untuk proses evakuasi atau pengembalian ke keluarga," ujar Benny.

Adapun, BP2MI akan menindaklanjuti peristiwa yang mereka alami ke ranah hukum. Hal itu semata demi perlindungan para korban.

"Upaya yang pasti, upaya hukum. Kami akan dorong kasus ini menjadi kasus hukum. Lalu, akan sejauh mana nantinya penegakan hukum dan negara benar-benar menindaklanjuti masalah (penyaluran tenaga kerja imigran ilegal) ini," pungkas Benny.

Baca juga: Calon PMI Telantar di Azerbaijan setelah Dijanjikan Kerja di Inggris, Kepala BP2MI Perintahkan Usut Tuntas

Sebelumnya, BP2MI menggerebek sebuah asrama ilegal yang menjadi tempat penampungan para pekerja imigran di Jalan Raya Kranggan, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jumat (30/9/2022) dini hari.

Saat digerebek, BP2MI menemukan ada 161 orang korban yang rencananya akan dipekerjakan secara ilegal ke Arab Saudi.

Ratusan korban itu tertarik untuk bekerja di luar negeri lantaran pihak penyalur memberi iming-iming seperti gaji yang besar dan penyaluran secara cepat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dirut PPK GBK Sebut Rumput SUGBK Tak Rusak Usai Acara Relawan Jokowi, Ini Alasannya

Dirut PPK GBK Sebut Rumput SUGBK Tak Rusak Usai Acara Relawan Jokowi, Ini Alasannya

Megapolitan
Bocah 7 Tahun Dicabuli Pria Disabilitas di Kamar Mandi Indekos di Tambora

Bocah 7 Tahun Dicabuli Pria Disabilitas di Kamar Mandi Indekos di Tambora

Megapolitan
Soal Perombakan Direksi Jakpro, Heru Budi Jawab untuk Penyegaran

Soal Perombakan Direksi Jakpro, Heru Budi Jawab untuk Penyegaran

Megapolitan
Pemkot Depok: Trotoar 'Instagramable' di Margonda untuk Tingkatkan Minat Jalan Kaki

Pemkot Depok: Trotoar "Instagramable" di Margonda untuk Tingkatkan Minat Jalan Kaki

Megapolitan
Dishub DKI Klaim Pengendara Sepeda Harian Naik Jadi 4.000, Bike to Work: Malah Ada Peningkatan

Dishub DKI Klaim Pengendara Sepeda Harian Naik Jadi 4.000, Bike to Work: Malah Ada Peningkatan

Megapolitan
Idolakan Ferdy Sambo, Perempuan Ini Nekat Dekati Kursi Terdakwa untuk Beri Bantal dan Surat

Idolakan Ferdy Sambo, Perempuan Ini Nekat Dekati Kursi Terdakwa untuk Beri Bantal dan Surat

Megapolitan
Ahli Bicara Ancaman Jakarta Tenggelam, Sebut Penyebabnya 2 Faktor Ini

Ahli Bicara Ancaman Jakarta Tenggelam, Sebut Penyebabnya 2 Faktor Ini

Megapolitan
Diduga Stres, Pemuda yang Teriak 'Riba' Sambil Bawa Linggis ke Bank di Kembangan

Diduga Stres, Pemuda yang Teriak "Riba" Sambil Bawa Linggis ke Bank di Kembangan

Megapolitan
Trotoar Margonda Jadi Parkiran dan Tempat Usaha, B2W Indonesia: Harus Ada Regulasi yang Jelas

Trotoar Margonda Jadi Parkiran dan Tempat Usaha, B2W Indonesia: Harus Ada Regulasi yang Jelas

Megapolitan
Tewasnya Keluarga di Kalideres Berkaitan dengan Ritual, Polisi: Diduga Jadi Upaya Atasi Masalah dalam Keluarga

Tewasnya Keluarga di Kalideres Berkaitan dengan Ritual, Polisi: Diduga Jadi Upaya Atasi Masalah dalam Keluarga

Megapolitan
Sambil Teriak 'Ini Riba!', Pemuda Tenteng Linggis Masuk ke Bank di Kembangan

Sambil Teriak "Ini Riba!", Pemuda Tenteng Linggis Masuk ke Bank di Kembangan

Megapolitan
Keberatan dengan Tarif Sewa Kampung Susun Bayam, Warga: Belum Biaya Listrik, Air, Makan...

Keberatan dengan Tarif Sewa Kampung Susun Bayam, Warga: Belum Biaya Listrik, Air, Makan...

Megapolitan
Polisi Panggil Sosiolog untuk Analisis Buku Mantra dari Rumah Sekeluarga yang Tewas di Kalideres

Polisi Panggil Sosiolog untuk Analisis Buku Mantra dari Rumah Sekeluarga yang Tewas di Kalideres

Megapolitan
Dari APBD DKI 2023, Alokasi Penanganan Banjir dan Resesi Ekonomi Rp 10 Triliun, Penanganan Macet Rp 12 Triliun

Dari APBD DKI 2023, Alokasi Penanganan Banjir dan Resesi Ekonomi Rp 10 Triliun, Penanganan Macet Rp 12 Triliun

Megapolitan
Interupsi Rapat, Anggota F-PKS Puji Heru Budi Bagi-bagi Sepeda dan Minta Pemprov Memihak Pesepeda

Interupsi Rapat, Anggota F-PKS Puji Heru Budi Bagi-bagi Sepeda dan Minta Pemprov Memihak Pesepeda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.