Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ungkap Fakta Baru, Polisi Gunakan Teknologi TAA dalam Rekonstruksi Kecelakaan Mahasiswa UI Hasya

Kompas.com - 02/02/2023, 16:40 WIB
Muhammad Isa Bustomi,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menggunakan teknologi traffic accident analysis (TAA) guna menggali sederet fakta baru terkait kecelakaan yang menewaskan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) M Hasya Atalla.

Hasya tewas setelah terlindas mobil yang dikemudikan pensiunan polisi, AKBP Eko Setia Budi Wahono di jalan kawasan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 6 Oktober 2022.

"Cara kerjanya ya kami mengedepankan bukti forensik yang berkaitan dengan tindak pidana berdasarkan benda mati yang ada di TKP," ujar Kepala Team Traffic Accident Analysis (TAA) Korlantas Polri Kombes Pol Dodi Darjanto di lokasi, Kamis (2/2/2023).

Dodi menjelaskan, penggunaan teknologi itu bertujuan melengkapi fakta kecelakaan di luar keterangan saksi-saksi di lokasi yang dimintai keterangan.

Baca juga: Usai Menabrak, Pensiunan Polisi Bantu Pindahkan Tubuh Hasya ke Tepi Jalan, tapi Tak Bawa ke RS

"Jadi mengedepankan bukan kesaksian saksi tapi berdasarkan kerusakan mobil, kerusakan motor, jejak di jalanan, bangunan. Melalui alat ini dia bisa merekam secara tiga dimensi berdasarkan perhitungan fisika dan matematika, jadi otentik," kata Dodi.

Dodi mengemukakan, teknologi TAA dapat menggambarkan sebelum, sesaat, dan setelah kejadian kecelakaan maut meski peristiwa sudah terjadi dalam waku yang cukup lama.

"Dari sebelum, sesaat dan setelah kecelakaan secara three dimensional situation. Akurasinya 0,025, itu total error. Ini (TAA) sudah dipakai di seluruh negara maju, untuk Asia Tenggara, ini sudah the best Indonesia," ucap Dodi.

"Insya Allah Polri dapat memberikan yang terbaik dalam memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum," sambung Dodi.

Baca juga: Rekonstruksi Kecelakaan Mahasiswa UI Ungkap Hasya Tak Dapat Penanganan Selama 45 Menit Usai Ditabrak Pajero

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Komplotan Tak Dikenal Keroyok Pengendara Mobil di Parkiran Elysee SCBD

Komplotan Tak Dikenal Keroyok Pengendara Mobil di Parkiran Elysee SCBD

Megapolitan
3 Titik Jalan di Bekasi Selatan Terendam Banjir Imbas Hujan Deras sejak Sore

3 Titik Jalan di Bekasi Selatan Terendam Banjir Imbas Hujan Deras sejak Sore

Megapolitan
Imbas Hujan Lebat, Banjir di Jakarta Utara Meluas

Imbas Hujan Lebat, Banjir di Jakarta Utara Meluas

Megapolitan
Kisah Sumardi Bangga Layani Peziarah di TMP Kalibata Selama 34 Tahun

Kisah Sumardi Bangga Layani Peziarah di TMP Kalibata Selama 34 Tahun

Megapolitan
Hujan Deras, Perumahan Galaxy dan Jatiasih Bekasi Terendam Banjir

Hujan Deras, Perumahan Galaxy dan Jatiasih Bekasi Terendam Banjir

Megapolitan
Jakarta Hujan Lebat, Cilincing dan Kelapa Gading Tergenang Air

Jakarta Hujan Lebat, Cilincing dan Kelapa Gading Tergenang Air

Megapolitan
Imbas Hujan Deras, Kawasan Daan Mogot Jakarta Barat Muncul Genangan Air

Imbas Hujan Deras, Kawasan Daan Mogot Jakarta Barat Muncul Genangan Air

Megapolitan
BPBD: Bekasi Berpotensi Hujan Sedang-Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang, Ini Lokasinya

BPBD: Bekasi Berpotensi Hujan Sedang-Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang, Ini Lokasinya

Megapolitan
BPBD: Jakarta Berpotensi Hujan Sedang-Lebat, Ini Lokasinya

BPBD: Jakarta Berpotensi Hujan Sedang-Lebat, Ini Lokasinya

Megapolitan
Pilih Pulang Hari Jumat, Sejumlah Pemudik Asal Jawa Barat Sebut Jalanan Lancar

Pilih Pulang Hari Jumat, Sejumlah Pemudik Asal Jawa Barat Sebut Jalanan Lancar

Megapolitan
Polisi Prediksi Puncak Arus Balik Pemudik Masuk ke Jawa Barat Terjadi pada Senin dan Selasa

Polisi Prediksi Puncak Arus Balik Pemudik Masuk ke Jawa Barat Terjadi pada Senin dan Selasa

Megapolitan
Mengenal Sumardi, 'Google Maps' Berjalan di TMP Kalibata

Mengenal Sumardi, "Google Maps" Berjalan di TMP Kalibata

Megapolitan
Siang Ini, 'One Way' dari Puncak ke Arah Jakarta Diberlakukan

Siang Ini, "One Way" dari Puncak ke Arah Jakarta Diberlakukan

Megapolitan
Polres Depok Turunkan 200 Personel, Pantau Rumah Kosong Warga yang Mudik

Polres Depok Turunkan 200 Personel, Pantau Rumah Kosong Warga yang Mudik

Megapolitan
Polisi Berlakukan 'Contraflow' dari GT Ciawi ke Puncak

Polisi Berlakukan "Contraflow" dari GT Ciawi ke Puncak

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com