Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Akui Jakarta Semakin Macet, Kadishub: Warga Masih Andalkan Kendaraan Pribadi

Kompas.com - 31/03/2023, 07:54 WIB
Muhammad Isa Bustomi,
Jessi Carina

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo tak menampik tingkat kemacetan di Ibu Kota semakin tinggi beberapa waktu terakhir.

Itu diduga karena masih banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi sebagai transportasi.

"Kita melihat memang tingkat kemacetan semakin tinggi kenapa karena masyarakat masih tetap mengandalkan kendaraan pribadi sebagai alat mobilitas utama," ujar Syafrin di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (30/3/2023).

Syafrin mengatakan, berdasarkan indeks tahun lalu, kemacetan di Ibu Kota pada 2023 ini meningkat dari yang sebelumnya berada pada peringkat 46, kini menjadi 29 dunia.

Baca juga: Dishub DKI Sebut Sudah Ada 14 U-turn di Jakarta yang Ditutup

"Kemarin diumumkan kita turun menjadi peringkat 29 dunia, itu artinya tingkat kepadatan lalu lintas di JKT semakin tinggi," kata Syafrin.

Syafrin mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menggunakan transportasi umum dalam menunjang aktivitas sehari-hari di Ibu Kota.

Menurut Syafrin, saat ini fasilitas dan layanan transportasi di Jakarta sendiri telah dirasa telah memadai. Terlebih saat ini sudah terintegrasi dari transportasi satu ke angkutan umum lain.

"Berdasarkan data kami dengan diintegrasikannya angkot menjadi mikrotrans dan minitrans dan termasuk layanan kereta saat ini cakupan layanan di Jakarta sudah mencapai 92 persen dari tahun lalu sekitar 86 persen" kata Syafrin.

Baca juga: Pemprov DKI Gelar Pasar Murah untuk Tekan Harga Pangan Saat Ramadhan

"Artinya ada peningkatan yang signifikan, tentu kami mengimbau kepada masyarakat silakan gunakan itu (transportasi umum) dan beri masukan kepada kami, silakan dikoreksi misalnya dari mikrotrans jarang lewat agar kami bisa berikan feedback berupa perbaikan layanan," sambung Syafrin.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Megapolitan
Banjir Rendam Sejumlah Titik di Jakarta Imbas Luapan Kali Ciliwung

Banjir Rendam Sejumlah Titik di Jakarta Imbas Luapan Kali Ciliwung

Megapolitan
1 dari 2 Tersangka Penipuan Jual Beli Mobil Bekas Taksi 'Deka Reset' Ditangkap

1 dari 2 Tersangka Penipuan Jual Beli Mobil Bekas Taksi "Deka Reset" Ditangkap

Megapolitan
'Mayor' Terpilih Jadi Maskot Pilkada DKI Jakarta 2024

"Mayor" Terpilih Jadi Maskot Pilkada DKI Jakarta 2024

Megapolitan
Rute Transjakarta BW9 Kota Tua-PIK

Rute Transjakarta BW9 Kota Tua-PIK

Megapolitan
Gerombolan Kambing Lepas dan Bikin Macet JLNT Casablanca Jaksel

Gerombolan Kambing Lepas dan Bikin Macet JLNT Casablanca Jaksel

Megapolitan
Harum Idul Adha Mulai Tercium, Banyak Warga Datangi Lapak Hewan Kurban di Depok

Harum Idul Adha Mulai Tercium, Banyak Warga Datangi Lapak Hewan Kurban di Depok

Megapolitan
Seorang Satpam Apartemen di Bekasi Dianiaya Orang Tak Dikenal

Seorang Satpam Apartemen di Bekasi Dianiaya Orang Tak Dikenal

Megapolitan
Banjir Akibat Luapan Kali Ciliwung, 17 Keluarga Mengungsi di Masjid dan Kantor Kelurahan

Banjir Akibat Luapan Kali Ciliwung, 17 Keluarga Mengungsi di Masjid dan Kantor Kelurahan

Megapolitan
39 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir Sore Ini, Imbas Luapan Kali Ciliwung

39 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir Sore Ini, Imbas Luapan Kali Ciliwung

Megapolitan
Ditemukan Kecurangan Pengisian Elpiji 3 Kg di Jabodetabek, Kerugiannya Rp 1,7 M

Ditemukan Kecurangan Pengisian Elpiji 3 Kg di Jabodetabek, Kerugiannya Rp 1,7 M

Megapolitan
Korban Penipuan 'Deka Reset' 45 Orang, Kerugian Capai Rp 3 Miliar

Korban Penipuan "Deka Reset" 45 Orang, Kerugian Capai Rp 3 Miliar

Megapolitan
3.772 Kendaraan di DKI Ditilang karena Lawan Arah, Pengamat : Terkesan Ada Pembiaran

3.772 Kendaraan di DKI Ditilang karena Lawan Arah, Pengamat : Terkesan Ada Pembiaran

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Kecelakaan Beruntun di Jalan Kartini Depok

Polisi Tangkap Pelaku Kecelakaan Beruntun di Jalan Kartini Depok

Megapolitan
Marketing Deka Reset Ditangkap, Pemilik Masih Buron dan Disebut Berpindah-pindah Tempat

Marketing Deka Reset Ditangkap, Pemilik Masih Buron dan Disebut Berpindah-pindah Tempat

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com