Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Enggan Akui Kampanye Usai Bertemu Kaesang dan PSI, Jokowi: Saya Diundang Minum Teh

Kompas.com - 03/02/2024, 22:22 WIB
Rizky Syahrial,
Ihsanuddin

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo enggan mengakui dirinya berkampanye untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI) usai menggelar pertemuan dengan para kader partai itu di sebuah restoran di Jalan Braga, Bandung. 

Saat ditanya apakah kehadirannya di acara itu bentuk kampanye atau bukan, Jokowi mengaku tidak tahu. 

"Enggak tau, saya diundang, saya datang minum teh," kata Jokowi di Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/2/2024).

Baca juga: Jokowi Makan Malam Bareng Kaesang dan Kader PSI di Jalan Braga

Meski enggan mengakui kampanye, Jokowi tak menampik bahwa ia menyukai PSI yang kini diketuai oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep. 

"Saya sudah sejak dahulu senang dengan PSI," ucap Jokowi.

Jokowi menuturkan, PSI disebut partai untuk berkumpul anak-anak muda.

"Apalagi tempat untuk berkumpul anak-anak muda," tambah dia.

Jokowi mengatakan, ia percaya bahwa nantinya PSI bisa memperjuangkan pemerintahan yang baik dan bersih.

"Dan juga berani bersuara itu yang saya senang," ungkap dia.

Baca juga: Penyataan Sikap Sivitas Akademika 9 Kampus Kritisi Demokrasi Pemerintahan Jokowi

 

Dalam acara itu, hadir sejumlah pengurus PSI antara lain Kaesang, Sekjen DPP PSI Raja Juli Antoni dan Anggota Dewan Pembina DPP PSI Giring Ganesha.

Jokowi dalam kesempatan itu juga sempat menyapa dan berswafoto bersama warga yang sedang berada di Jalan Braga.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Aset di 500 Unit Rusunawa Marunda Dijarah, Eks Pengelola: Jangan Asal Lapor

Aset di 500 Unit Rusunawa Marunda Dijarah, Eks Pengelola: Jangan Asal Lapor

Megapolitan
Pakai Identitas Palsu, Polisi Kesulitan Cari Pelaku Penggelapan Mobil Bos Rental

Pakai Identitas Palsu, Polisi Kesulitan Cari Pelaku Penggelapan Mobil Bos Rental

Megapolitan
Ubin Rumah Subsidi Proyek Jokowi Retak-retak, Penghuni: Mungkin Urukan Belum Padat Sudah Dibangun

Ubin Rumah Subsidi Proyek Jokowi Retak-retak, Penghuni: Mungkin Urukan Belum Padat Sudah Dibangun

Megapolitan
6 Event Liburan Sekolah di Mal Tangerang

6 Event Liburan Sekolah di Mal Tangerang

Megapolitan
Niat Bubarkan Tawuran, Pria di Kalideres Pukul Remaja Pakai Balok Hingga Tewas

Niat Bubarkan Tawuran, Pria di Kalideres Pukul Remaja Pakai Balok Hingga Tewas

Megapolitan
Aksi Heroik Babinsa di Bogor Selamatkan Pria yang Hendak Bunuh Diri di Jembatan

Aksi Heroik Babinsa di Bogor Selamatkan Pria yang Hendak Bunuh Diri di Jembatan

Megapolitan
Heru Budi Minta Anak Buahnya Tindak Tegas Pelaku Penjarahan Aset Rusunawa Marunda

Heru Budi Minta Anak Buahnya Tindak Tegas Pelaku Penjarahan Aset Rusunawa Marunda

Megapolitan
Sebelum Kebakaran, Pencuri di Minimarket Depok Sempat Bakar Rokok Curiannya

Sebelum Kebakaran, Pencuri di Minimarket Depok Sempat Bakar Rokok Curiannya

Megapolitan
Seorang Perempuan Tewas Tertabrak Truk Trailer di Cilincing Jakut

Seorang Perempuan Tewas Tertabrak Truk Trailer di Cilincing Jakut

Megapolitan
Maling di Depok Terjebak Kebakaran Minimarket yang Dirampoknya, Teriak Minta Ditolong Warga

Maling di Depok Terjebak Kebakaran Minimarket yang Dirampoknya, Teriak Minta Ditolong Warga

Megapolitan
Warga Mengaku Habis Rp 100 Juta untuk Renovasi Rumah Subsidi Jokowi

Warga Mengaku Habis Rp 100 Juta untuk Renovasi Rumah Subsidi Jokowi

Megapolitan
Warga Sempat Cium Bau Bensin Sebelum Kebakaran di Jalan Semeru Raya Jakbar

Warga Sempat Cium Bau Bensin Sebelum Kebakaran di Jalan Semeru Raya Jakbar

Megapolitan
Sistem Imigrasi 'Down' di Bandara Soekarno-Hatta akibat Gangguan pada Pusat Data Nasional

Sistem Imigrasi "Down" di Bandara Soekarno-Hatta akibat Gangguan pada Pusat Data Nasional

Megapolitan
Diduga Ingin Bunuh Diri, Seorang Pria Nekat Panjat Pagar Jembatan di Bogor

Diduga Ingin Bunuh Diri, Seorang Pria Nekat Panjat Pagar Jembatan di Bogor

Megapolitan
 Dua Pekan Buron, Polisi Ultimatum Pria Penganiaya Pacar di Pondok Aren Serahkan Diri

Dua Pekan Buron, Polisi Ultimatum Pria Penganiaya Pacar di Pondok Aren Serahkan Diri

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com