Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

20 Anggota TNI Jadi Tersangka Pengeroyokan Warga di Depan Polres Jakpus

Kompas.com - 04/04/2024, 10:44 WIB
Zintan Prihatini,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya menetapkan 20 anggota TNI yang terlibat dalam aksi pengeroyokan empat warga sipil di depan Polres Metro Jakarta Pusat sebagai tersangka.

"Yang diperiksa 32 orang, yang ditetapkan sebagai tersangka 20 orang," ujar Danpomdam Jaya Brigjen TNI CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar kepada wartawan, Kamis (4/4/2024).

Puluhan anggota TNI itu berpangkat tamtama dan bintara. Irsyad menyebutkan, masih ada 18 anggota lagi yang akan diperiksa. Ia pun tak menutup kemungkinan bila ada penambahan tersangka baru.

Baca juga: Duduk Perkara Penganiayaan 4 Warga Sipil oleh Oknum TNI di Depan Polres Jakpus

"Iya (tersangka bertambah), pasalnya itu ada Pasal 160 (tentang) penghasutnya, terus Pasal 351 untuk penganiayaan berat, Pasal 170, dan Pasal 351 untuk penganiayaan ringan," ungkap Irsyad.

Dia memastikan, tindakan para pelaku murni inisiatif mereka lantaran rekan satu grupnya dikeroyok. Sehingga para pelaku membalaskan dendamnya.

Diberitakan sebelumnya, Sejumlah oknum TNI diduga melakukan menganiaya empat warga sipil di depan Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2024) dini hari.

Peristiwa itu bermula dari salah seorang pedagang di Pasar Cikini Jakpus yang dipalak oleh tiga orang bernama Odi Rohyadi (30), Fazli Destiandi Putra (28), dan Maulana (32).

Tak terima dipalak, pedagang itu melaporkan ke anaknya yang merupakan anggota TNI. Sang anak pun merasa tak terima orang tuanya diganggu.

Ia langsung mengajak empat orang rekan TNI-nya menemui para pelaku di Pasar Cikini, Rabu (27/3/2024).

Baca juga: Pengeroyokan Warga oleh Oknum TNI di Depan Polres Jakpus Mencekam, Warga Ketakutan

"Anak pedagang bersama rekan-rekannya salah satunya Prada Lukman, datang ke rumah Odi. Kemudian, terjadi cekcok mulut dan anggota TNI diteriaki maling," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatayo Purnomo Condro.

Prada Lukman pun tertinggal oleh keempat rekan lainnya. Ia ditarik ke dalam rumah kosong oleh Odi.

Pelaku lain bernama Faiz, langsung mengikat Prada Lukman. Ia juga dipukul oleh Maulana.

Mengetahui adanya peristiwa itu, Polsek Menteng langsung datang ke TKP untuk mengevakuasi Prada Lukman, dan menangkap Odi. Sementara Faiz dan Maulana ditangkap oleh polisi beberapa waktu kemudian.

Keesokan harinya, sekitar pukul 01.00 WIB, 4 warga sipil ditemukan terkapar dan bersimbah darah di depan Polres Jakpus. Mereka diduga dibawa oleh rekan-rekan Prada Lukman dan dianiaya.

Keempat korban masing-masing bernama Abdullah (26) warga Kabupaten Bogor, Mamih (42) warga Balaraja, Hasan (32) warga Cirebon, dan Syefri Wahyudi (25) warga Cirebon.

Baca juga: TNI Pengeroyok Warga Sipil di Polres Jakpus Dijerat Pasal Berbeda-beda

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Peluh Para Perantau di Balik Geliat Pasar Malam…

Peluh Para Perantau di Balik Geliat Pasar Malam…

Megapolitan
Kala Hotman Paris Ungkap Peran 2 DPO yang Disebut Fiktif dan Dihapus dari Kasus 'Vina Cirebon'

Kala Hotman Paris Ungkap Peran 2 DPO yang Disebut Fiktif dan Dihapus dari Kasus "Vina Cirebon"

Megapolitan
Disdik DKI Jakarta: KJP Plus Cair Hari Ini

Disdik DKI Jakarta: KJP Plus Cair Hari Ini

Megapolitan
Kasus Sekuriti PI Pukul Anjing Berakhir Damai, Nasarius Batal Dipecat

Kasus Sekuriti PI Pukul Anjing Berakhir Damai, Nasarius Batal Dipecat

Megapolitan
Manuver PKB pada Pilkada Jakarta: 2017 Dukung Ahok, 2024 Dukung Anies

Manuver PKB pada Pilkada Jakarta: 2017 Dukung Ahok, 2024 Dukung Anies

Megapolitan
DPO Kasus Pembunuhan Sekuriti di Lippo Cikarang Sembunyi di Kelapa Gading Selama 1 Tahun

DPO Kasus Pembunuhan Sekuriti di Lippo Cikarang Sembunyi di Kelapa Gading Selama 1 Tahun

Megapolitan
Penganiaya 4 Warga Koja Ternyata DPO Kasus Pembunuhan Sekuriti di Lippo Cikarang

Penganiaya 4 Warga Koja Ternyata DPO Kasus Pembunuhan Sekuriti di Lippo Cikarang

Megapolitan
Melawan Saat Ditangkap, Penganiaya 4 Warga di Koja Ditembak Polisi

Melawan Saat Ditangkap, Penganiaya 4 Warga di Koja Ditembak Polisi

Megapolitan
Pria Penganiaya 4 Warga di Koja Sering Mengamuk Setiap Kali Tersinggung

Pria Penganiaya 4 Warga di Koja Sering Mengamuk Setiap Kali Tersinggung

Megapolitan
Survei Indikator: Tingginya Elektabilitas Dedie Rachim di Pilkada Bogor Dipengaruhi Sosok Bima Arya

Survei Indikator: Tingginya Elektabilitas Dedie Rachim di Pilkada Bogor Dipengaruhi Sosok Bima Arya

Megapolitan
Heru Budi Sebut Tema PRJ 2024 Menekankan Jakarta sebagai Katalisator Ekonomi

Heru Budi Sebut Tema PRJ 2024 Menekankan Jakarta sebagai Katalisator Ekonomi

Megapolitan
Sederet Kejanggalan Penyidikan Kasus 'Vina Cirebon', Salah Satunya Hanya Berfokus pada Pegi

Sederet Kejanggalan Penyidikan Kasus "Vina Cirebon", Salah Satunya Hanya Berfokus pada Pegi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 13 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam Nanti Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 13 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam Nanti Berawan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Hotman Paris Sebut Kasus 'Vina Cirebon' Tak Akan Dapat Keadilan Hukum meski Pegi Bersalah | Firli Bahuri Tak Kunjung Ditahan

[POPULER JABODETABEK] Hotman Paris Sebut Kasus "Vina Cirebon" Tak Akan Dapat Keadilan Hukum meski Pegi Bersalah | Firli Bahuri Tak Kunjung Ditahan

Megapolitan
Meski Lebih Keras, Perlakuan ke Anjing K9 Bisa Disamakan dengan Anjing Rumahan

Meski Lebih Keras, Perlakuan ke Anjing K9 Bisa Disamakan dengan Anjing Rumahan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com