Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Memilih Sapi Kurban yang Berkualitas, Bisa Lihat dari Mulut dan Kakinya

Kompas.com - 26/05/2024, 18:53 WIB
Shinta Dwi Ayu,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu tips paling mudah dalam memilih sapi kurban yang berkualitas adalah dengan memperhatikan kondisi mulut dan kaki hewan.

"Bibir bergetar dan mulut berbusa, kakinya pincang. Ciri-ciri seperti ini yang mesti dilihat dan diwaspadai ketika mau membeli sapi," kata Wakil Wali Kota Jakarta Utara Juaini Yusuf, yang juga memiliki bisnis jual-beli sapi saat diwawancarai oleh Kompas.com, Minggu (26/5/2024).

Lebih lanjut Juaini menjelaskan, bibir yang bergetar dan kaki sapi yang pincang jadi pertanda hewan itu tidak sehat dan terinfeksi penyakit mulut dan kaki (PMK).

Selain itu, untuk mengetahui apakah sapi terinfeksi PMK atau tidak bisa dilihat dari badannya.

Baca juga: Wakil Wali Kota Jakut Juaini Yusuf Cari Peruntungan Dagang Hewan Kurban

"Bisa dilihat dari tampak luar sapi, lihat badannya ada luka atau tidak, atau terlalu kurus, berarti itu enggak mau makan," sambungnya.

Pasalnya, sapi yang terkena PMK akan merasa kesulitan makan dan lama kelamaan berat badannya akan menurun.

Ciri lain sapi terkena PMK bisa dilihat dari produksi susunya yang akan berkurang drastis akibat mastitis.

Pengalaman melakukan bisnis jual-beli sapi selama tujuh tahun membuat Juaini paham betul mana sapi yang sehat dan tidak.

Baca juga: Pemprov DKI Klaim Jakarta Bebas Penyakit Mulut Kuku dan LSD pada Hewan Ternak

Melalui beberapa tips sederhana itu, Juaini berharap agar masyarakat bisa lebih detail ketika ingin membeli sapi dan tidak dibohongi penjualan.

Pada 2024 ini, ada 75 ekor sapi milik Juaini yang diklaim berkualitas dan siap dijual sebagai hewan kurban.

Sebanyak 50 ekor sapi di antaranya sudah laku terjual. Di satu sisi, Juaini tak akan berhenti menerima pesanan pelanggan meski stok sapinya saat sisa 25 ekor.

Jika stok sapi miliknya habis, maka Juaini akan mengambil sapi dari mitranya yang berada dari luar Jakarta.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Problematika Rumah Subsidi, Banyak Pembeli Bertujuan Investasi demi Untung Besar

Problematika Rumah Subsidi, Banyak Pembeli Bertujuan Investasi demi Untung Besar

Megapolitan
Pengamat: Harga Rumah Subsidi Rp 160 Juta-Rp 240 Juta Sulit Diwujudkan sebagai Hunian Layak

Pengamat: Harga Rumah Subsidi Rp 160 Juta-Rp 240 Juta Sulit Diwujudkan sebagai Hunian Layak

Megapolitan
Kualitas Bangunan dan Lokasi Jauh Jadi Penyebab Rumah Subsidi di Cikarang Kosong Terbengkalai

Kualitas Bangunan dan Lokasi Jauh Jadi Penyebab Rumah Subsidi di Cikarang Kosong Terbengkalai

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Selasa 25 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Selasa 25 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Berawan

Megapolitan
Soal Kans Sahroni Maju Pilkada Jakarta, Surya Paloh: Cek Dulu, Dia Siap Lahir Batin atau Enggak?

Soal Kans Sahroni Maju Pilkada Jakarta, Surya Paloh: Cek Dulu, Dia Siap Lahir Batin atau Enggak?

Megapolitan
Anak Bunuh Ayah Kandung di Duren Sawit, Sempat Kabur lalu 'Dijebak' Tetangga

Anak Bunuh Ayah Kandung di Duren Sawit, Sempat Kabur lalu "Dijebak" Tetangga

Megapolitan
Ayah di Duren Sawit Tewas di Tangan Putri Kandung, Ditikam Saat Tidur

Ayah di Duren Sawit Tewas di Tangan Putri Kandung, Ditikam Saat Tidur

Megapolitan
Kota Bogor Tuan Rumah Musda ke-17 Hipmi, Pemkot Minta Pengusaha Belanja Produk Lokal

Kota Bogor Tuan Rumah Musda ke-17 Hipmi, Pemkot Minta Pengusaha Belanja Produk Lokal

Megapolitan
Putri Bunuh Ayah Kandung di Duren Sawit, Pelaku Disebut Hidup di Jalan sebagai Pengamen

Putri Bunuh Ayah Kandung di Duren Sawit, Pelaku Disebut Hidup di Jalan sebagai Pengamen

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemilik 'Wedding Organizer' yang Diduga Tipu Calon Pengantin di Bogor

Polisi Tangkap Pemilik "Wedding Organizer" yang Diduga Tipu Calon Pengantin di Bogor

Megapolitan
Usai Bunuh Ayahnya, Putri Pedagang Perabot di Duren Sawit Gondol Motor dan Ponsel Korban

Usai Bunuh Ayahnya, Putri Pedagang Perabot di Duren Sawit Gondol Motor dan Ponsel Korban

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas 3 Jukir Liar yang Getok Tarif Parkir Bus Rp 300.000 di Masjid Istiqlal

Polisi Kantongi Identitas 3 Jukir Liar yang Getok Tarif Parkir Bus Rp 300.000 di Masjid Istiqlal

Megapolitan
Pedagang Perabot Dibunuh Anaknya, Pelaku Emosi karena Tidak Terima Dimarahi

Pedagang Perabot Dibunuh Anaknya, Pelaku Emosi karena Tidak Terima Dimarahi

Megapolitan
Pembunuh Pedagang Perabot Sempat Kembali ke Toko Usai Dengar Kabar Ayahnya Tewas

Pembunuh Pedagang Perabot Sempat Kembali ke Toko Usai Dengar Kabar Ayahnya Tewas

Megapolitan
KPU DKI Bakal Coklit Data Pemilih Penghuni Apartemen untuk Pilkada 2024

KPU DKI Bakal Coklit Data Pemilih Penghuni Apartemen untuk Pilkada 2024

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com