Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Runutan Polemik Kampung Susun Bayam yang Dimulai sejak Pembangunan JIS

Kompas.com - 28/05/2024, 10:17 WIB
Shinta Dwi Ayu,
Jessi Carina

Tim Redaksi

Tak diberikan izin balik ke rusun

Usai proses pembangunan rampung, pihak Jakpro justru tidak memperbolehkan warga menempati rusun itu.

Karena hal itu, pada tanggal 13 Maret 2024, warga Kampung Susun sepakat untuk menempati rusun samping JIS secara paksa.

"Itu lah mengapa kami kembali ke Kampung Susun Bayam pada 13 maret 2024 ini," ucap Furqon.

Baca juga: Babak Baru Konflik Kampung Bayam: Ketua Tani Dibebaskan, Warga Angkat Kaki dari Rusun

Warga berani menempati rusun di samping JIS secara paksa karena menurut Furqon, sudah terdapat draft perjanjian yang telah disepakati dan ditanda tangani oleh pemerintah dan dinas terkait.

Lebih lanjut Furqon menjelaskan, pada 28 Desmber 2022 lalu, secara legalitas draft itu sudah ditandangani dan alur birokasi dianggap sudah selesai.

Karena alur birokrasi dianggap sudah selesai maka KSB diresmikan oleh Anies Baswedan yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Warga Kampung Bayam juga sudah memiliki SK masing-masing untuk menempati rusun di samping JIS itu.

Furqon ditangkap polisi

Akibat menempati rusun secara paksa, Furqon sebagai ketua tani KSB, dilaporkan oleh JakPro dan ditahan selama 50 hari.

Baca juga: Eks Warga Kampung Bayam Sepakat Pindah ke Hunian Sementara di Ancol

Furqon ditangkap ketika dirinya sedang melakukan buka puasa bersama dengan sang istri yang bernama Munjiah.

Munjiah yang tengah memasak menu untuk berbuka tiba-tiba kaget, segerombolan polisi langsung masuk ke hunian Furqon dan membawanya paksa.

Menurut warga KSB, penahanan Furqon sebagai bentuk upaya JakPro agar warga mau meninggalkan rusun.

KSB digeruduk ratusan sekuriti

Pada Selasa (21/5/2024 ) lalu, KSB mendadak digeruduk oleh ratusan sekuriti utusan JakPro.

Para sekuriti itu meminta agar warga mengosongkan rusun sesegera mungkin.

Baca juga: Pembebasan Ketua Kelompok Tani KSB Jadi Syarat Warga Mau Tinggalkan Rusun Kampung Bayam

"Dari mereka TNI, Polri, Satpol PP, bahkan keamanan JIS (Jakarta International Stadium) meminta begitu suruh mengosongkan (rusun)," kata Sudir salah seorang warga KSB saat diwawancarai oleh Kompas.com di depan JIS, Selasa (21/5/2024).

Warga KSB yang tengah bersantai di unit masing-masing kaget karena didatangi oleh ratusan sekuriti.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polda Metro Sebut Judi 'Online' Kejahatan Luar Biasa, Pemberantasannya Harus Luar Biasa

Polda Metro Sebut Judi "Online" Kejahatan Luar Biasa, Pemberantasannya Harus Luar Biasa

Megapolitan
Polisi Deteksi 3 Pelaku Lain di Balik Akun Facebook Icha Shakila, Dalang Kasus Ibu Cabuli Anak

Polisi Deteksi 3 Pelaku Lain di Balik Akun Facebook Icha Shakila, Dalang Kasus Ibu Cabuli Anak

Megapolitan
Rombongan 3 Mobil Tak Bayar Usai Makan di Depok, Pemilik Restoran Rugi Rp 829.000

Rombongan 3 Mobil Tak Bayar Usai Makan di Depok, Pemilik Restoran Rugi Rp 829.000

Megapolitan
Kapolri Rombak Perwira di Polda Metro, Salah Satunya Posisi Wakapolda

Kapolri Rombak Perwira di Polda Metro, Salah Satunya Posisi Wakapolda

Megapolitan
Modus Preman Palak Bus Wisata di Gambir: Mengadang di Pintu Stasiun, Janjikan Lahan Parkir

Modus Preman Palak Bus Wisata di Gambir: Mengadang di Pintu Stasiun, Janjikan Lahan Parkir

Megapolitan
Kapolda Metro: Judi 'Online' Cuma Untungkan Bandar, Pemain Dibuat Rugi

Kapolda Metro: Judi "Online" Cuma Untungkan Bandar, Pemain Dibuat Rugi

Megapolitan
Bocah Tewas Terjatuh dari Lantai 8 Rusunawa Cakung, Polisi: Jendela untuk Bersandar Tidak Kokoh

Bocah Tewas Terjatuh dari Lantai 8 Rusunawa Cakung, Polisi: Jendela untuk Bersandar Tidak Kokoh

Megapolitan
Sejak 2023, 7 Selebgram Bogor Ditangkap karena Promosi Situs Judi 'Online'

Sejak 2023, 7 Selebgram Bogor Ditangkap karena Promosi Situs Judi "Online"

Megapolitan
Momen Haru Risma Peluk Pelajar di Tanimbar yang Bipolar dan Dibesarkan Orangtua Tunggal

Momen Haru Risma Peluk Pelajar di Tanimbar yang Bipolar dan Dibesarkan Orangtua Tunggal

Megapolitan
Kapolda Metro Perintahkan Kapolres-Kapolsek Razia Ponsel Anggota untuk Cegah Judi “Online”

Kapolda Metro Perintahkan Kapolres-Kapolsek Razia Ponsel Anggota untuk Cegah Judi “Online”

Megapolitan
Bocah yang Jatuh dari Lantai 8 Rusunawa di Cakung Ternyata Ditinggal Orangtunya Bekerja

Bocah yang Jatuh dari Lantai 8 Rusunawa di Cakung Ternyata Ditinggal Orangtunya Bekerja

Megapolitan
Bawaslu DKI Mengaku Kekurangan Personel Jelang Pilkada 2024

Bawaslu DKI Mengaku Kekurangan Personel Jelang Pilkada 2024

Megapolitan
Polisi Bakal Mediasi Kasus Ojol yang Tendang Motor Warga di Depok

Polisi Bakal Mediasi Kasus Ojol yang Tendang Motor Warga di Depok

Megapolitan
Polda Metro Buka Peluang Kembali Periksa Firli Bahuri di Kasus Dugaan Pemerasan SYL

Polda Metro Buka Peluang Kembali Periksa Firli Bahuri di Kasus Dugaan Pemerasan SYL

Megapolitan
 Selebgram Bogor Ditangkap karena Promosikan Judi Online, Polisi : Baru Terima Gaji Rp 3 juta

Selebgram Bogor Ditangkap karena Promosikan Judi Online, Polisi : Baru Terima Gaji Rp 3 juta

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com