Kamis, 24 Juli 2014

News / Megapolitan

Diskotek Stadium Ditutup, Ini Kata Pengusaha Hiburan

Selasa, 20 Mei 2014 | 17:04 WIB
KOMPAS.COM/ABBA GABRILLIN Surat keputusan penutupan dan pelarangan beroperasi Diskotek Stadium oleh Pemprov DKI Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com — Diskotek Stadium merupakan tempat hiburan pertama yang ditutup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ketua Asosiasi Tempat Hiburan Malam Adrian Maulite mengatakan, penutupan diskotek Stadium merupakan peringatan besar kepada semua diskotek dan tempat hiburan lain di Jakarta.

"Selama ini, sebenarnya peredaran narkoba di tempat hiburan itu karena ulah pengunjung bukan pengelola," kata Adrian di Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Ia pun mengimbau kepada pengelola untuk memperketat pengawasan terhadap pengunjung yang hendak masuk ke dalam tempat hiburan.

Adrian menambahkan, sebelum izin Stadium dicabut, pihaknya telah berkomunikasi dengan Pemprov DKI dan kepolisian setempat. Namun, DKI dan kepolisian saat itu tetap pada pendirian mereka untuk menutup diskotek Stadium. Oleh karena itu, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dan hanya dapat mengeluarkan imbauan.

"Ada sekitar 50 diskotek di Jakarta dan memiliki izin. Saya pastikan semua dikelola tanpa narkoba karena para pengusaha sudah tahu risikonya," kata Adrian.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta telah mencabut izin usaha diskotek Stadium, Jakarta Barat.

Penutupan itu terkait tewasnya seorang polisi yang diduga overdosis di tempat hiburan tersebut. Disparbud DKI pun mencabut izin usaha, setelah melayangkan dua kali surat teguran kepada pengelola diskotek.

Adapun Bripda JVG (22), anggota kesatuan Polres Minahasa Selatan, meninggal dunia di RS Husada Jakarta Barat karena diduga overdosis saat berada di diskotek Stadium.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor : Kistyarini