Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Camat Penjaringan Dapat Berkah Mundurnya Kadis Tata Air

Kompas.com - 03/12/2015, 09:43 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Mundurnya Tri Djoko Sri Margianto dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Tata Air Jakarta, mengubah jajaran jabatan di Dinas dan Kecamatan.

Camat Penjaringan Yani Wahyu akan menjadi Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Wakadishubtrans), menggantikan Teguh Hendarwan yang akan menjadi Kepala Dinas Tata Air Jakarta.

"Nanti yang menggantikan posisi Teguh sebagai Wakadishubtrans adalah Yani Wahyu, yang saat ini menjabat sebagai Camat Penjaringan," kata Agus Suradika, ketika dihubungi Warta Kota, Kamis (3/12/2015).

Lalu, untuk pengganti Yani, Wakil Camat Penjaringan Abdul Khalit akan menjadi Camat Penjaringan.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, pun rencananya akan melantik Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Wakadishubtrans), Teguh Hendarwan, untuk menggantikan posisi Tri Djoko.

"Jadi hari ini ada tiga pejabat yang dilantik. Jam 11 siang di Balai Agung, oleh Pak Gubernur langsung," kata Agus.

Ahok sendiri sebelumnya telah menegaskan untuk memposisikan berbagai kepala dinas teknis di luar dinas yang terkait. Hal tersebut telah dilakukannya pada Dishubtrans.

Ia memilih Andri Yansyah, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Pembangunan Jakarta Timur dan Camat Jatinegara menjadi Kadishubtrans.

"Makanya kan sudah saya bilang, Kepala PU (Pekerjaan Umum) sudah ganti berapa kali?. Saya lagi berpikir mau masukin yang nggak ada hubungannya sama PU (Camat)," ujar Ahok. (Mohamad Yusuf)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tidak Kunjung Laku, Rubicon Mario Dandy Bakal Dilelang Ulang dengan Harga Lebih Murah

Tidak Kunjung Laku, Rubicon Mario Dandy Bakal Dilelang Ulang dengan Harga Lebih Murah

Megapolitan
Pemprov DKI Disarankan Gunakan Wisma Atlet Buat Tampung Warga Eks Kampung Bayam

Pemprov DKI Disarankan Gunakan Wisma Atlet Buat Tampung Warga Eks Kampung Bayam

Megapolitan
Terlibat Tawuran, Dua Pelajar Dibacok di Jalan Raya Ancol Baru

Terlibat Tawuran, Dua Pelajar Dibacok di Jalan Raya Ancol Baru

Megapolitan
Potret Kemiskinan di Dekat Istana, Warga Tanah Tinggi Tidur Bergantian karena Sempitnya Hunian

Potret Kemiskinan di Dekat Istana, Warga Tanah Tinggi Tidur Bergantian karena Sempitnya Hunian

Megapolitan
Dinas SDA DKI Targetkan Waduk Rawa Malang di Cilincing Mulai Berfungsi Juli 2024

Dinas SDA DKI Targetkan Waduk Rawa Malang di Cilincing Mulai Berfungsi Juli 2024

Megapolitan
Pemprov DKI Teken 7 Kerja Sama Terkait Proyek MRT, Nilai Kontraknya Rp 11 Miliar

Pemprov DKI Teken 7 Kerja Sama Terkait Proyek MRT, Nilai Kontraknya Rp 11 Miliar

Megapolitan
Penampilan TikToker Galihloss Usai Jadi Tersangka, Berkepala Plontos dan Hanya Menunduk Minta Maaf

Penampilan TikToker Galihloss Usai Jadi Tersangka, Berkepala Plontos dan Hanya Menunduk Minta Maaf

Megapolitan
4 Pebisnis Judi 'Online' Bikin Aplikasi Sendiri lalu Raup Keuntungan hingga Rp 30 Miliar

4 Pebisnis Judi "Online" Bikin Aplikasi Sendiri lalu Raup Keuntungan hingga Rp 30 Miliar

Megapolitan
Remaja yang Tewas di Hotel Senopati Diduga Dicekoki Ekstasi dan Sabu Cair

Remaja yang Tewas di Hotel Senopati Diduga Dicekoki Ekstasi dan Sabu Cair

Megapolitan
Pintu Air Bendung Katulampa Jebol, Perbaikan Permanen Digarap Senin Depan

Pintu Air Bendung Katulampa Jebol, Perbaikan Permanen Digarap Senin Depan

Megapolitan
Masih Banyak Pengangguran di Tanah Tinggi, Kawasan Kumuh Dekat Istana Negara

Masih Banyak Pengangguran di Tanah Tinggi, Kawasan Kumuh Dekat Istana Negara

Megapolitan
Dinas SDA DKI: Normalisasi Ciliwung di Rawajati Bisa Dikerjakan Bulan Depan

Dinas SDA DKI: Normalisasi Ciliwung di Rawajati Bisa Dikerjakan Bulan Depan

Megapolitan
Warga Miskin Ekstrem di Tanah Tinggi Masih Belum Merasakan Bantuan, Pemerintah Diduga Tidak Tepat Sasaran

Warga Miskin Ekstrem di Tanah Tinggi Masih Belum Merasakan Bantuan, Pemerintah Diduga Tidak Tepat Sasaran

Megapolitan
Mobil Rubicon Mario Dandy Tak Laku Dilelang

Mobil Rubicon Mario Dandy Tak Laku Dilelang

Megapolitan
Khawatir Tak Lagi Dikenal, Mochtar Mohamad Bakal Pasang 1.000 Baliho untuk Pilkada Bekasi

Khawatir Tak Lagi Dikenal, Mochtar Mohamad Bakal Pasang 1.000 Baliho untuk Pilkada Bekasi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com