Rabu, 29 Maret 2017

Megapolitan

"Ahok Show", Cara Baru Ahok Berkampanye ke Generasi Milenial

Senin, 20 Maret 2017 | 10:40 WIB
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat nonton bareng film Bidah Cinta di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membuat sebuah tayangan talkshow yang diberi judul "Ahok Show". Tayangan ini mulai ditayangkan perdana di semua akun media sosial milik Ahok pada Jumat (17/3/2017).

Tayangan berdurasi satu jam itu menjadikan Ahok sebagai host dan Sarah Sechan sebagai co-host-nya. Di sana, Ahok menjawab pertanyaan interaktif dan anak-anak muda yang menjadi penonton di sana.

Pada tayangan perdananya, Ahok banyak menjawab pertanyaan dari anak-anak muda atau generasi millenial.

Seperti mengenai keberadaan Wi-Fi di Jakarta, ruang terbuka hijau, dan lain-lain. Kemudian dia juga mencoba menyelesaikan tantangan anak muda, seperti flip the bottle dan mengucapkan "chubby bunny" dengan memasukkan marshmelo ke dalam mulut.



Anggota tim komunikasi Ahok, Iwet Ramadhan, mengatakan ide pembuatan "Ahok Show" berawal dari celetukan Ahok.

"Bapak sempat bercanda, kepingin punya live TV show sendiri namanya 'Ahok Show'. Lalu kemudian kami berpikir di putaran kedua ini apa ya yang bisa kami bikin untuk kampanye kreatifnya Bapak, akhirnya kami bikin 'Ahok Show' ini," kata Iwet, beberapa waktu lalu.

"Ahok Show" ditayangkan tiap hari Jumat pukul 19.00-20.00 WIB di akun Instagram, Facebook, dan Youtube milik Ahok. Adapun acara ini menyasar kepada anak muda atau generasi milenial. Akan ada empat segmen dalam 60 menit tayangan "Ahok Show".

"Kalau di Instagram Live kan pasti ada komen, nanti akan dibacakan langsung sama Pak Ahok dan dibalas," kata Iwet. (Baca: Ahok Cari Stasiun TV yang Mau Tayangkan "Ahok Show")

Rencana Ahok

Ahok sendiri berencana untuk mengomersilkan tayangan "Ahok Show" tersebut. Sambil berkelakar, dia mencari stasiun televisi yang tertarik untuk menayangkan program "Ahok Show".

"Gue mau bikin, kalau 'Ahok Show' laku, gue mau bisnisin. Masuk (tayang di stasiun) TV," kata Ahok, di XXI Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3/2017).

Dia mengatakan, nantinya stasiun televisi dan dirinya dapat bagi hasil keuntungan. Di sisi lain, Ahok membantah, program "Ahok Show" ini merupakan upayanya untuk meraup pemilih pemula pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

"Enggak. (Ahok Show) masuk TV, kita kerjasama bagi hasil," kata Ahok tertawa. (Baca: Ahok Boleh Gelar "Ahok Show" di Media Sosial, tetapi Tidak di Stasiun TV)

Pemilih baru

Berdasarkan data dari Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Pokja Pemutakhiran Data, Moch Sidik, akan ada 21.000 pemilih pemula baru pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Ada 21.000 pemilih baru yang berulang tahun ke-17 dari 16 Februari 2017 hingga 19 April 2017," kata Sidik, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 2017, daftar pemilih tetap (DPT) sebesar 7,1 juta. Kemudian dia memastikan DPT putaran kedua akan bertambah. Selain dari 21.000 pemilih baru, juga akan ada tambahan warga yang mendaftar sebagai pemilih di posko-posko yang didirikan di apartemen dan kelurahan.

"Jumlah sementara (yang mendaftar di posko) dari Jakarta Selatan ada 12.000 (orang), (warga yang mendaftar sebagai pemilih di) Jakarta Barat 4.900 (orang), (warga yang mendaftar sebagai pemilih) di Jakarta Timur ada 4.600an (orang). Untuk wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, kami belum dapat datanya. Ini data sementara dan kemungkinan bergerak," kata Sidik.

Adapun penetapan daftar pemilih sementara (DPS) di tingkat kabupaten/kota akan ditetapkan 18-19 Maret. Kemudian penetapan DPS di tingkat provinsi pada 20-21 Maret. Nantinya KPU DKI Jakarta akan meminta tanggapan warga mengenai penetapan DPS pada 22-28 Maret.

Adapun berdasar hasil rekapitulasi KPU DKI, tercatat bahwa perolehan suara paslon nomor pemilihan satu, yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, memperoleh 937,955 suara atau 17,07 persen. (Baca: Warga DKI yang Belum Masuk DPT Diminta Daftar Diri di Kelurahan)

Sementara pasangan nomor urut dua, yakni Ahok-Djarot sebanyak 2.364.577 suara atau 42,99 persen. Sedangkan pasangan calon nomor urut 3, Anies-Sandiaga memperoleh suara 2.197.333 atau 39,95 persen.

Mengacu pada perolehan suara tersebut, pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi berkesempatan kembali bersaing pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 yang akan diselenggarakan 19 April 2017.

Kompas TV Ahok Bertanding Basket Melawan Djarot



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor : Fidel Ali
TAG: