Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hujan Deras, Jalan Bungur Raya Depok Tergenang 30 Cm

Kompas.com - 02/05/2017, 17:01 WIB
Ridwan Aji Pitoko

Penulis


DEPOK, KOMPAS.com - Hujan yang mengguyur Kota Depok menyebabkan munculnya genangan air di Jalan Bungur Raya, Kecamatan Beji, Depok, Selasa (2/5/2017) sore. Genangan setinggi sekitar 30 cm tersebut membuat akses menuju Depok, Kelapa Dua, dan Cinere terhambat.

Kendaraan baik mobil ataupun sepeda motor mesti bergantian menyusuri jalan tersebut lantaran genangan cukup tinggi dan terdapat arus yang cukup deras.

"Penyebabnya hujan deras dan juga sampah sisa banjir kemarin yang belum dibereskan. Kemudian juga arus deras dari Kali Kramat dan Kali Kawin membuat banjir," kata Iwan, seorang warga setempat, Selasa sore.

(baca: Genangan di Depan Terminal Depok Bikin Macet Lalu Lintas)

Iwan menuturkan, banjir makin parah lantaran di gorong-gorong di bawah jembatan Jalan Bungur Raya dipenuhi sampah.

Pantauan Kompas.com, kendaraan roda dua masih bisa melewati banjir tersebut meskipun ada beberapa kendaraan yang mogok sebelum melewati genangan tersebut. Sementara mobil masih bisa melaju dengan kecepatan sekitar 5-10 kilometer per jam.

Genangan itu membuat lalu lintas dari Cinere menuju Margonda dan Kelapa Dua tersendat terutama di Perempatan Tugu yang merupakan pertemuan dari Cinere, Srengseng, dan Margonda.

Kompas TV Sejumlah kendaraan roda dua dan empat mogok, saat memaksa melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Bekasi, Jumat (17/3) sore.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Harga Bawang Merah Melonjak, Pemprov DKI Bakal Gelar Pangan Murah

Harga Bawang Merah Melonjak, Pemprov DKI Bakal Gelar Pangan Murah

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Lindungi Pengusaha Warung Madura Terkait Adanya Permintaan Pembatasan Jam Operasional

Pemprov DKI Diminta Lindungi Pengusaha Warung Madura Terkait Adanya Permintaan Pembatasan Jam Operasional

Megapolitan
Kronologi Brigadir RAT Bunuh Diri Pakai Pistol di Dalam Alphard

Kronologi Brigadir RAT Bunuh Diri Pakai Pistol di Dalam Alphard

Megapolitan
Polisi Pastikan Kasus Dugaan Pemerasan Firli Bahuri Masih Terus Berjalan

Polisi Pastikan Kasus Dugaan Pemerasan Firli Bahuri Masih Terus Berjalan

Megapolitan
Brigadir RAT Diduga Pakai Pistol HS-9 untuk Akhiri Hidupnya di Dalam Mobil

Brigadir RAT Diduga Pakai Pistol HS-9 untuk Akhiri Hidupnya di Dalam Mobil

Megapolitan
Korban: Guling yang Dicuri Maling Peninggalan Almarhum Ayah Saya

Korban: Guling yang Dicuri Maling Peninggalan Almarhum Ayah Saya

Megapolitan
Guling yang Dicuri Maling di Cinere Usianya Sudah Belasan Tahun

Guling yang Dicuri Maling di Cinere Usianya Sudah Belasan Tahun

Megapolitan
Khawatir Rumahnya Diambil Pemerintah, Banyak Warga Tanah Tinggi Tak Ikut Program 'Bebenah Kampung'

Khawatir Rumahnya Diambil Pemerintah, Banyak Warga Tanah Tinggi Tak Ikut Program "Bebenah Kampung"

Megapolitan
Anggota Polresta Manado Tembak Kepalanya Pakai Senpi, Peluru Tembus dari Pelipis Kanan ke Kiri

Anggota Polresta Manado Tembak Kepalanya Pakai Senpi, Peluru Tembus dari Pelipis Kanan ke Kiri

Megapolitan
Maling Guling Beraksi di Cinere, Korban: Lucu, Kenapa Enggak Sekalian Kasurnya!

Maling Guling Beraksi di Cinere, Korban: Lucu, Kenapa Enggak Sekalian Kasurnya!

Megapolitan
Kronologi Pengendara Moge Tewas Terlindas Truk Trailer di Plumpang

Kronologi Pengendara Moge Tewas Terlindas Truk Trailer di Plumpang

Megapolitan
Mayat Bayi di Tanah Abang, Diduga Dibuang Ayah Kandungnya

Mayat Bayi di Tanah Abang, Diduga Dibuang Ayah Kandungnya

Megapolitan
2 Pria Rampok Taksi 'Online' di Kembangan untuk Bayar Pinjol

2 Pria Rampok Taksi "Online" di Kembangan untuk Bayar Pinjol

Megapolitan
Heru Budi: Jakarta Bisa Benahi Tata Kota jika Pemerintahan Pindah ke IKN

Heru Budi: Jakarta Bisa Benahi Tata Kota jika Pemerintahan Pindah ke IKN

Megapolitan
Polda Metro Jadwalkan Pemeriksaan Pendeta Gilbert Lumoindong Terkait Dugaan Penistaan Agama

Polda Metro Jadwalkan Pemeriksaan Pendeta Gilbert Lumoindong Terkait Dugaan Penistaan Agama

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com