Alexis dan Aksi Lanjutan Pak Anies - Kompas.com

Alexis dan Aksi Lanjutan Pak Anies

Aiman Witjaksono
Kompas.com - 06/11/2017, 11:16 WIB
Suasana ruangan istirahat di lantai tujuh Hotel dan Griya Pijat Alexis, Jakarta, Selasa (31/10/2017). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menolak permohonan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Hotel dan Griya Pijat Alexis.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Suasana ruangan istirahat di lantai tujuh Hotel dan Griya Pijat Alexis, Jakarta, Selasa (31/10/2017). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menolak permohonan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Hotel dan Griya Pijat Alexis.


PEKAN lalu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk tak memperpanjang izin Hotel Alexis.

Anies juga mengingkatkan kepada para pelaku usaha hiburan untuk tidak menyerempet ke praktik prostitusi terselubung.

"Jangan coba-coba, kalau Anda coba-coba, maka kita akan tindak tegas," kata Anies Baswedan.

Saya mencoba menelusuri di sebuah kawasan yang.. maaf, harus saya rahasiakan, di Jakarta Barat.

Hasilnya? Bisa jadi serupa dengan Alexis.

Program AIMAN yang akan tayang malam ini Pk 20.00 tergerak untuk mencari hiburan malam “sejenis”. Adakah yang lainnya di Ibukota?

Untuk membuktikan secara hukum tempat-tempak yang melakukan praktik prostitusi katanya perlu “tangkap tangan”. Tak sepenuhnya mudah.

Namun, tidak juga sepenuhnya sulit mencari tempat-tempat di Jakarta yang menyediakan layanan prostitusi terselubung.

Coba saja berselancar di dunia maya. Ada banyak informasi yang tersebar. Ulasannya pun lengkap. Eksplisit. Terang benderang.

Berbekal informasi dari media sosial, saya memulai perjalanan mengunjungi sejumlah lokasi. Saya beredar di wilayah Jakarta Barat. Tempat persisnya harus saya rahasiakan.

Jakarta Barat memang dikenal sebagai pusat hiburan malam ibu kota. Di jalan ini, hampir sederetan, tanpa jeda, isinya adalah Hotel.

Satu hal yang saya perhatikan. Pada setiap Hotel, di kawasan ini, pasti ada fasilitas Spa dan Karaoke. Lalu, di mana letak janggalnya?

Bukti di “kanan kiri”

Baiklah, saya mulai dengan berjalan kaki, layaknya episode Aiman.  Saya bertanya ke sejumlah “saksi” di kanan kiri mulai dari juru parkir, hingga ke penjaga klub. Mobil saya parkir persis di seberang sebuah hotel yang lumayan besar.

Tiba-tiba ada empat petugas keamanan di lantai satu hingga lantai tiga yang mengamati gerak-gerik saya. Belum lagi, sosok tinggi besar dengan kulit gelap, berpakaian preman,  bergerombol lima orang di teras Hotel. Padahal saya hanya parkir dan bukan menuju hotel tersebut.

Kamar tidur di Spa Room lantai 7 Hotel AlexisRidwan Aji Pitoko/KOMPAS.com Kamar tidur di Spa Room lantai 7 Hotel Alexis

Saya berjalan menuju ke sebuah warung makan sederhana di dekat tempat itu. Saya tanya ke pedagang tersebut, benarkah informasi yang menyebukan bahwa hotel–hotel di kawasan ini menyediakan fasilitas prostitusi? 

Sang penjaja warung langsung terkejut dengan pertanyaan saya, karena di belakang saya ada 3 kamera yang mengarah kepadanya.

Dari 4 penjaja warung, 3 diantaranya langsung menjauh. Sisa satu orang yang malu-malu menjawab pertanyaan saya. 

Ia mengatakan sambil senyum, “Dengar-dengar sih begitu?” 

Saya kembali bertanya,

”Kok dengar-dengar, memang Bapak sudah berapa tahun jualan di sini?”
“Ya sudah lama sih, 15 tahun.”  
“Lho, 15 tahun, masak hanya sebatas dengar?”
“Yaa..tanda-tandanya sih ada. Ada sejumlah perempuan ‘bening’ (cantik) berpakaian minim yang sesekali datang ke warung saya, tapi jelasnya saya juga belum pernah masuk ke dalam, kan..” 

Baiklah…

Masuk ke hotel terbesar

Saya pun kembali melanjutkan perjalanan saya ke sebuah Hotel di kawasan ini. Tampak Hotel ini paling besar dan paling mewah dibanding hotel lain sejenis

Saya masuk ke dalam dan meminta izin untuk menemui petugas hubungan masyarakat (Humas) dari Hotel ini. Seorang petugas hotel datang dan menyampaikan bahwa petugas humas hotel ini belum datang.

Sebelumnya saya sempat berkeliling sebentar di hotel ini. Lagi-lagi saya mendapatkan Spa dan Karaoke menjadi “jualan” utama hotel ini. Ada pintu khusus ke sana yang besarnya sama dengan pintu utama hotel.

Kepada seorang petugas hotel saya bertanya apakah hotel ini menyediakan layanan prostitusi? Saya menunjukkan diskusi di forum-forum jagad maya yang memperbincangkan soal layanan prostitusi di hotel ini.

Sang petugas terdiam dan ragu untuk menjawab. Ia baru membuka mulut setelah saya bertanya untuk kedua kalinya.

“Tidak Mas,” ucapnya dengan nada ragu.

Baiklah…

Lantai 7 Hotel Alexis, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (31/10/2017).Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com Lantai 7 Hotel Alexis, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (31/10/2017).

Penjual pakaian

Saya melanjutkan perjalanan ke sebuah taman hiburan di kawasan ini. Mulai Pasar swalayan, cafe hingga hotel, tersedia lengkap di kompleks ini.

Saya berkeliling sebelum akhirnya memutuskan untuk mengunjungi sebuah warung dagangan yang menyita perhatian saya.

Perhatian saya tertuju pada warung pakaian, khas kaki lima di kawasan ini. Kenapa jadi perhatian? Karena mayoritas pakaian yang dijual adalah pakaian yang teramat minim. Baik baju bagian atasan, maupun celana/rok (bawahan).

Saya memastikan dengan kembali  berkeliling lagi. Tempat jualan pakaian terpisah di beberapa lokasi.

Kembali saya menemukan hal yang sama. Kali ini ditambah dengan sepatu yang seluruhnya berhak tinggi dan berwarna cerah.

Lalu saya bertanya kepada penjual pakaian, mengapa pakaian yang dijual semuanya berjenis minim atau bahkan sangat minim alias terbuka? 

 “Yaa.. jenis inilah yang paling laku, Mas,” jawab dia.

Harga pakaian itu Rp 50.000-Rp 100.000 per potong. Setiap hari paling sedikit 10 potong terjual.

Baiklah…

Hotel Alexis

O iya, penelusuran AIMAN tak berhenti di kawasan ini. Kebetulan saya juga mendapat kesempatan masuk secara eksklusif ke Hotel Alexis yang sebelumnya tidak sempat diliput media.

Saya masuk ke dalam hotel ini, persis beberapa jam setelah pihak Hotel Alexis selesai menggelar jumpa pers kepada wartawan.

Ada satu bagian yang menyita perhatian saya. Cermin!  Iya, cermin… di dalam sebuah kamar hotel, yang diletakkan tidak biasa.

Saya Aiman Witjaksono

Salam.

EditorHeru Margianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM