Lulung Akui Punya Lahan yang Disewakan untuk PKL Tanah Abang - Kompas.com

Lulung Akui Punya Lahan yang Disewakan untuk PKL Tanah Abang

Jessi Carina
Kompas.com - 15/11/2017, 14:32 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lulung Lunggana sebelum mencoblos di TPS 46, Sukabumi Utara, Jakarta Barat, Rabu (19/4/2017).KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lulung Lunggana sebelum mencoblos di TPS 46, Sukabumi Utara, Jakarta Barat, Rabu (19/4/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham " Lulung" Lunggana mengaku memiliki lahan di belakang posko Pemuda Panca Marga Tanah Abang. Lahan tersebut dikelola perusahaan milik anaknya dan disewakan ke pedagang kaki lima yang ingin berjualan.

Namun, dia menegaskan, lahan yang disewakan adalah milik pribadi dan lokasinya bukan di trotoar.

"Kalau yang punya saya ini kan di (belakang) PPM. Ini kan tanah kosong, itu punya kami. Nah, kalau itu dikelola PT-nya anak saya. Tetapi, kalau saya ditanya yang di depan (trotoar) itu, saya enggak tahu," ujar Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Rabu (15/11/2017).

Kata Lulung, lahannya penuh ditempati pedagang. Akhirnya, pedagang yang tidak kebagian lahan tumpah ke trotoar. Kemudian mereka yang berdagang di trotoar dikelola kelompok-kelompok pedagang.

Baca juga: Sandi Ingin Tanah Abang Jadi Pusat Belanja seperti Grand Bazaar Istanbul

Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana di Istana, Kamis (15/6/2017).KOMPAS.com/IHSANUDDIN Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana di Istana, Kamis (15/6/2017).
"Pokoknya kalau (lahan) yang (disewakan) di trotoar, enggak mungkin dibina anak-anak. Yakin 1.000 persen," kata Lulung.

Dia mengaku tak tahu-menahu soal praktik sewa trotoar untuk PKL Tanah Abang.

Menurut Lulung, mereka yang bersedia membayar sewa untuk berjualan di trotoar justru bodoh. Berjualan di trotoar tidak akan tenang karena sering ditertibkan Satpol PP.

Baca juga: Koalisi Pejalan Kaki Dikecam PKL Saat Gelar Aksi di Tanah Abang

"Kalau di trotoar ada sewa-menyewa itu namanya bodoh. Kan, ketahuan datang trantib setiap hari," ujar Lulung.

Pengguna jalan melintas diantara Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdagang di atas trotoar di Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/10/2017). Meskipun sudah ditertibkan, para PKL tersebut masih berjualan di atas trotoar dengan alasan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno telah berjanji tidak akan mengusir PKL di Jakarta.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Pengguna jalan melintas diantara Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdagang di atas trotoar di Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/10/2017). Meskipun sudah ditertibkan, para PKL tersebut masih berjualan di atas trotoar dengan alasan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno telah berjanji tidak akan mengusir PKL di Jakarta.
Lulung juga ditanya berapa uang sewa yang dibayar pedagang agar bisa berjualan di lahannya. Namun, dia mengaku juga tidak tahu.

"Wah, saya enggak tahu, ya, itu anak saya," kata Lulung.

Kompas TV Koalisi pejalan kaki mengkritik pernyataan Sandiaga Uno yang mengatakan jika kemacetan di Tanah Abang disebabkan para pejalan kaki.

PenulisJessi Carina
EditorKurnia Sari Aziza
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM