Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wagub DKI Bersyukur Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat, Kematian Menurun

Kompas.com - 10/11/2020, 11:50 WIB
Rosiana Haryanti,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku bersyukur perkembangan penanganan kasus Covid-19 di Ibu Kota.

Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jakarta terus meningkat sampai 90 persen. Sedangkan tingkat kematian menurun hingga 2,1 persen.

Berbagai fasilitas serta pelayanan tenaga kesehatan juga meningkat.

"DKI Jakarta Alhamdulilah angka kesembuhannya terus meningkat sampai 90 persen, angka kematian terus menurun sampai 2,1 persen. Kasus positif aktifnya juga terus menurun. Berbagai fasilitas, ruang isolasi, ruang ICU, tempat tidur, kemudian juga berbagai fasilitas lainnya, tenaga kesehatan, laboratorium, rumah sakit rujukan, seluruhnya semakin baik dan semakin meningkat," ucap Ariza di Halaman Balaikota DKI Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Simpatisan Rizieq Shihab Diminta Tak Berkerumun, Wagub DKI: Dapat Timbul Penyebaran Covid-19

Dia menyampaikan, capaian ini merupakan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat, pihak swasta, BUMN, BUMD, jajaran Pemprov DKI dan partsipasi warga Ibu Kota.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia sebelumnya mengatakan, kasus aktif di Jakarta turun 348, menjadi 7.522 kasus.

Sedangkan kumulatif kasus terkonfirmasi secara keseluruhan tercatat 112.743 kasus.

Baca juga: Pengangguran di Jakarta Meningkat, PSI Kritik Anggaran DKI Tak Tumbuhkan Ekonomi

Dwi menambahkan, dari jumlah tersebut, 102.844 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan mencapai 91,2 persen.

Sementara 2.377 orang dinyatakan meninggal dunia dengan tingkat kematian sebesar 2,1 persen

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Harga Bawang Merah Melonjak, Pemprov DKI Bakal Gelar Pangan Murah

Harga Bawang Merah Melonjak, Pemprov DKI Bakal Gelar Pangan Murah

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Lindungi Pengusaha Warung Madura Terkait Adanya Permintaan Pembatasan Jam Operasional

Pemprov DKI Diminta Lindungi Pengusaha Warung Madura Terkait Adanya Permintaan Pembatasan Jam Operasional

Megapolitan
Kronologi Brigadir RAT Bunuh Diri Pakai Pistol di Dalam Alphard

Kronologi Brigadir RAT Bunuh Diri Pakai Pistol di Dalam Alphard

Megapolitan
Polisi Pastikan Kasus Dugaan Pemerasan Firli Bahuri Masih Terus Berjalan

Polisi Pastikan Kasus Dugaan Pemerasan Firli Bahuri Masih Terus Berjalan

Megapolitan
Brigadir RAT Diduga Pakai Pistol HS-9 untuk Akhiri Hidupnya di Dalam Mobil

Brigadir RAT Diduga Pakai Pistol HS-9 untuk Akhiri Hidupnya di Dalam Mobil

Megapolitan
Korban: Guling yang Dicuri Maling Peninggalan Almarhum Ayah Saya

Korban: Guling yang Dicuri Maling Peninggalan Almarhum Ayah Saya

Megapolitan
Guling yang Dicuri Maling di Cinere Usianya Sudah Belasan Tahun

Guling yang Dicuri Maling di Cinere Usianya Sudah Belasan Tahun

Megapolitan
Khawatir Rumahnya Diambil Pemerintah, Banyak Warga Tanah Tinggi Tak Ikut Program 'Bebenah Kampung'

Khawatir Rumahnya Diambil Pemerintah, Banyak Warga Tanah Tinggi Tak Ikut Program "Bebenah Kampung"

Megapolitan
Anggota Polresta Manado Tembak Kepalanya Pakai Senpi, Peluru Tembus dari Pelipis Kanan ke Kiri

Anggota Polresta Manado Tembak Kepalanya Pakai Senpi, Peluru Tembus dari Pelipis Kanan ke Kiri

Megapolitan
Maling Guling Beraksi di Cinere, Korban: Lucu, Kenapa Enggak Sekalian Kasurnya!

Maling Guling Beraksi di Cinere, Korban: Lucu, Kenapa Enggak Sekalian Kasurnya!

Megapolitan
Kronologi Pengendara Moge Tewas Terlindas Truk Trailer di Plumpang

Kronologi Pengendara Moge Tewas Terlindas Truk Trailer di Plumpang

Megapolitan
Mayat Bayi di Tanah Abang, Diduga Dibuang Ayah Kandungnya

Mayat Bayi di Tanah Abang, Diduga Dibuang Ayah Kandungnya

Megapolitan
2 Pria Rampok Taksi 'Online' di Kembangan untuk Bayar Pinjol

2 Pria Rampok Taksi "Online" di Kembangan untuk Bayar Pinjol

Megapolitan
Heru Budi: Jakarta Bisa Benahi Tata Kota jika Pemerintahan Pindah ke IKN

Heru Budi: Jakarta Bisa Benahi Tata Kota jika Pemerintahan Pindah ke IKN

Megapolitan
Polda Metro Jadwalkan Pemeriksaan Pendeta Gilbert Lumoindong Terkait Dugaan Penistaan Agama

Polda Metro Jadwalkan Pemeriksaan Pendeta Gilbert Lumoindong Terkait Dugaan Penistaan Agama

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com