Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banyak Politikus Datang, Revitalisasi Pasar Ikan Lanjut Usai Pilkada

Kompas.com - 31/01/2017, 11:56 WIB
Kontributor Amerika Serikat, Andri Donnal Putera

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengerjaan revitalisasi kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, dihentikan sementara sembari menunggu masa kampanye dan Pilkada DKI Jakarta selesai.

Hal itu dilakukan atas dasar pertimbangan banyaknya tokoh politik nasional yang mendatangi Pasar Ikan dan memberi bantuan kepada warga yang masih bertahan.

"Karena kondisi sekarang sudah mau Pilkada dan banyak tokoh-tokoh nasional ke situ, sementara belum berjalan lagi untuk proyek-proyek itu," kata Camat Penjaringan Mohammad Andri kepada Kompas.com, Selasa (31/1/2017).

Andri menjelaskan, sejak Pasar Ikan ditertibkan pada April 2016 lalu, sudah ada tahapan revitalisasi yang dikerjakan. Pengerjaan meliputi pembangunan sheet pile, tanggul, dan pengerukan lumpur di kali sekitar Pasar Ikan.

Proses revitalisasi Pasar Ikan melibatkan sejumlah SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan unit terkait, di antaranya PD Pasar Jaya, Dinas Tata Air, hingga Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Masing-masing memiliki bagiannya sendiri dan bertanggung jawab pada dinasnya.

"Setelah Pilkada, akan ada rakor (rapat koordinasi) membahas kelanjutan proyek-proyek di sana. SKPD belum sosialisasi untuk pelaksanaan proyek. Tinggal dinas terkaitnya saja yang melaksanakan kegiatan, tanggung jawab di masing-masing unit," ujar Andri.

Di luar masa kampanye dan Pilkada, revitalisasi Pasar Ikan juga belum bisa maksimal karena sedang ada gugatan perdata class action dari warga di Kampung Akuarium.

"Kami menunggu hasil pengadilan juga. (Kelanjutan revitalisasi) tergantung hasil pengadilan nanti," ujar Andri.

Kompas.com sebelumnya telah menghubungi Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi dan Wakil Wali Kota Jakarta Utara Yani Wahyu Purwoko untuk menanyakan kelanjutan revitalisasi Pasar Ikan, tetapi belum direspons.

Kompas TV Warga Penjaringan Bertahan di Perahu Nelayan
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Remaja Tusuk Seorang Ibu di Bogor Hingga Pisau Patah

Remaja Tusuk Seorang Ibu di Bogor Hingga Pisau Patah

Megapolitan
Jukir Liar Minimarket Ikhlas “Digusur” Asal Pemerintah Beri Pekerjaan Baru

Jukir Liar Minimarket Ikhlas “Digusur” Asal Pemerintah Beri Pekerjaan Baru

Megapolitan
Warga Bekasi Tewas Tertabrak Kereta di Kemayoran karena Terobos Palang Pelintasan

Warga Bekasi Tewas Tertabrak Kereta di Kemayoran karena Terobos Palang Pelintasan

Megapolitan
Manjakan Lansia, Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi Tak Lagi Pakai Tempat Tidur Tingkat

Manjakan Lansia, Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi Tak Lagi Pakai Tempat Tidur Tingkat

Megapolitan
KAI Commuter: Perjalanan Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang Picu Pertumbuhan Ekonomi Lokal

KAI Commuter: Perjalanan Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang Picu Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Megapolitan
Tiga Jenazah ABK Kapal yang Terbakar di Muara Baru Telah Dijemput Keluarga

Tiga Jenazah ABK Kapal yang Terbakar di Muara Baru Telah Dijemput Keluarga

Megapolitan
Gangguan Jiwa Berat, Ibu yang Bunuh Anak Kandung di Bekasi Sempat Dirawat di RSJ

Gangguan Jiwa Berat, Ibu yang Bunuh Anak Kandung di Bekasi Sempat Dirawat di RSJ

Megapolitan
Jika Profesinya Dihilangkan, Jukir Liar Minimarket: Rawan Maling Motor dan Copet!

Jika Profesinya Dihilangkan, Jukir Liar Minimarket: Rawan Maling Motor dan Copet!

Megapolitan
Polisi: Ibu yang Bunuh Anak Kandung di Bekasi Alami Gangguan Kejiwaan Berat

Polisi: Ibu yang Bunuh Anak Kandung di Bekasi Alami Gangguan Kejiwaan Berat

Megapolitan
Imbas Tanah Longsor, Warga New Anggrek 2 GDC Depok Khawatir Harga Rumah Anjlok

Imbas Tanah Longsor, Warga New Anggrek 2 GDC Depok Khawatir Harga Rumah Anjlok

Megapolitan
Kisah Iyan, Korban Banjir Cipayung yang Terpaksa Mengungsi ke Rumah Mertua 2 Bulan Lamanya...

Kisah Iyan, Korban Banjir Cipayung yang Terpaksa Mengungsi ke Rumah Mertua 2 Bulan Lamanya...

Megapolitan
Maling Motor 'Ngadu' ke Ibunya Lewat 'Video Call' Saat Tertangkap Warga: Mak, Tolongin...

Maling Motor 'Ngadu' ke Ibunya Lewat 'Video Call' Saat Tertangkap Warga: Mak, Tolongin...

Megapolitan
Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi Sediakan Alat Pijat dan 'Treadmill' untuk Calon Jemaah Haji

Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi Sediakan Alat Pijat dan "Treadmill" untuk Calon Jemaah Haji

Megapolitan
Penampakan Rumah TKP Penusukan Seorang Ibu oleh Remaja Mabuk di Bogor, Sepi dan Tak Ada Garis Polisi

Penampakan Rumah TKP Penusukan Seorang Ibu oleh Remaja Mabuk di Bogor, Sepi dan Tak Ada Garis Polisi

Megapolitan
Anggap Pendaftaran Cagub Independen DKI Formalitas, Dharma Pongrekun: Mustahil Kumpulkan 618.000 Pendukung

Anggap Pendaftaran Cagub Independen DKI Formalitas, Dharma Pongrekun: Mustahil Kumpulkan 618.000 Pendukung

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com