Salin Artikel

Cerita "Pembina" Kapal Nelayan di Muara Angke, Mencari Untung dari Hasil Tangkapan

JAKARTA, KOMPAS.com - Sambil memegang buku catatan kecilnya, Adi terus memerhatikan para nelayan yang sedang menurunkan ikan dari kapal di salah satu dermaga Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

Pria tua itu merupakan pembina dari beberapa kapal yang kerap bersandar di Pelabuhan Muara Angke. Setidaknya, ada tujuh kapal di pelabuhan tersebut yang dibina oleh Adi.

Pembina artinya orang yang membeli hasil tangkapan para nelayan. Setiap kapal, sudah memiliki pembina masing-masing, sehingga hasil tangkapan laut mereka pasti ada pembeli.

"Semua di sini ada bosnya. (Hasilnya) dibawa pakai mobil (ke tempat penampungan). Ada yang dibawa ke lapak pasar, pengasinan, dan enggak cuma di Muara Angke saja, ada yang ke Muara Baru," kata Adi, saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (8/4/2022).

Adi mengatakan, sejak tahun 2000 dirinya mengelola dan membeli hasil laut dari nelayan di Muara Angke.

Biasanya, ikan-ikan yang dibeli dari nelayan dijualnya kembali ke pembuat pur (makanan ternak) dan pengasin (pembuat ikan atau cumi asin).

Untuk ikan dengan kualitas buruk (BS) yang akan digunakan sebagai pur, Adi memberikan harga Rp 2.500 per kilogram kepada para nelayan. Ikan jenis apa pun akan dibelinya.

"Saya enggak tentuin jenis ikan yang dibeli, kalau buat pur apa aja yang penting ikan. Kalau yang (untuk) asin baru macam-macam," kata Adi.

Khusus pengasin, kata dia, jenis tangkapan yang paling mahal adalah cumi, harganya mencapai Rp 45.000 per kilogram.

Sementara, ikan yang paling murah juga sangat tergantung dengan jenisnya. Dia mencontohkan, ikan teri yang harganya saat ini sedang turun, mencapai Rp 18.000 per kilogram.

Adapun dari hasil penjualan ikan para nelayan, dirinya juga mendapat keuntungan 10 persen dari total yang diterima nelayan.

Misal, jika hasil tangkapan nelayan Rp 10 juta, kata dia, maka sebesar 10 persen atau Rp 900.000 menjadi bagiannya.

Sisanya digunakan untuk perbekalan para nelayan seperti makan, minum, rokok, dan bahan bakar. Kemudian, untuk komisi juragan atau pemilik perahu dan para kru kapal.

"Jadi ambil bagian saya dulu 10 persen, ambil perbekalan, baru dibagi dua. Paling sedikit kru kapal 9 orang dan paling banyak 30 orang," kata dia.

Namun untuk keuntungan dari pembelian ikan nelayan, dia tidak bisa memastikannya. Sebab, hasil tangkapan nelayan sangat menentukan besarnya keuntungan yang didapatkan.

"Kemarin ada yang dapat 4,8 ton ikan kembung, dijual Rp 96 juta. Hari ini cuma dapat 2,5 ton. Kan jauh," ujar dia.

Menurut Adi, untuk mendapatkan ikan dari nelayan memang tidak sulit. Namun yang menjadi kesulitan saat ini adalah sarana yang ada di daratan, salah satunya soal bahan bakar minyak untuk perahu.

"Kan ada yang industri dan subsidi. Kita masih pakai subsidi, tergantung perahu yang subsidi itu pun dibatasi sehari paling 150 liter. Sulit kita," ucap dia.

https://megapolitan.kompas.com/read/2022/04/08/20382721/cerita-pembina-kapal-nelayan-di-muara-angke-mencari-untung-dari-hasil

Terkini Lainnya

Tangis Haru dan Sujud Syukur Casis Bintara yang Dibegal Usai Diterima Kapolri Jadi Polisi...

Tangis Haru dan Sujud Syukur Casis Bintara yang Dibegal Usai Diterima Kapolri Jadi Polisi...

Megapolitan
Hadiah Sehabis Musibah bagi Satrio, Diterima Jadi Polisi meski Gagal Ujian akibat Dibegal

Hadiah Sehabis Musibah bagi Satrio, Diterima Jadi Polisi meski Gagal Ujian akibat Dibegal

Megapolitan
Nasib Nahas Efendy yang Tewas di Kali Sodong, Diburu Mata Elang dan Dipukuli hingga Tak Berdaya

Nasib Nahas Efendy yang Tewas di Kali Sodong, Diburu Mata Elang dan Dipukuli hingga Tak Berdaya

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024 dan Besok: Pagi ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024 dan Besok: Pagi ini Cerah Berawan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kapolri Beri Hadiah Casis Bintara yang Dibegal dengan Diterima Jadi Polisi | Kilas Balik Kronologi Pembunuhan Vina Cirebon

[POPULER JABODETABEK] Kapolri Beri Hadiah Casis Bintara yang Dibegal dengan Diterima Jadi Polisi | Kilas Balik Kronologi Pembunuhan Vina Cirebon

Megapolitan
Berkoordinasi dengan Polda Jabar, Polda Metro Jaya Bantu Buru 3 DPO Pembunuh Vina

Berkoordinasi dengan Polda Jabar, Polda Metro Jaya Bantu Buru 3 DPO Pembunuh Vina

Megapolitan
Pria di Kali Sodong Dibunuh 'Debt Collector' Gadungan karena Tolak Serahkan Motor

Pria di Kali Sodong Dibunuh "Debt Collector" Gadungan karena Tolak Serahkan Motor

Megapolitan
KPU DKI Verifikasi Dokumen Dukungan Bacagub Independen Dharma Pongrekun hingga 29 Mei

KPU DKI Verifikasi Dokumen Dukungan Bacagub Independen Dharma Pongrekun hingga 29 Mei

Megapolitan
PPK GBK Ungkap Riwayat Kepemilikan Tanah Tempat Berdirinya Hotel Sultan

PPK GBK Ungkap Riwayat Kepemilikan Tanah Tempat Berdirinya Hotel Sultan

Megapolitan
Perubahan Jadwal KRL, Transjakarta, MRT, dan LRT Saat Pencanangan HUT Ke-497 Jakarta 19 Mei

Perubahan Jadwal KRL, Transjakarta, MRT, dan LRT Saat Pencanangan HUT Ke-497 Jakarta 19 Mei

Megapolitan
Epy Kusnandar Isap Ganja di Atas Pohon pada Waktu Subuh

Epy Kusnandar Isap Ganja di Atas Pohon pada Waktu Subuh

Megapolitan
'Bullying' Siswi SMP di Bogor Diduga karena Rebutan Cowok

"Bullying" Siswi SMP di Bogor Diduga karena Rebutan Cowok

Megapolitan
KDRT dan Terlibat Kasus Penistaan Agama, Pejabat Kemenhub Dibebastugaskan

KDRT dan Terlibat Kasus Penistaan Agama, Pejabat Kemenhub Dibebastugaskan

Megapolitan
Mayat di Kali Sodong Ternyata Korban Perampokan dan Pembunuhan, Polisi Tangkap Pelakunya

Mayat di Kali Sodong Ternyata Korban Perampokan dan Pembunuhan, Polisi Tangkap Pelakunya

Megapolitan
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Bundaran HI Saat Pencanangan HUT Ke-497 Jakarta pada 19 Mei

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Bundaran HI Saat Pencanangan HUT Ke-497 Jakarta pada 19 Mei

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke