Kompas.com - 01/07/2013, 10:49 WIB
Warga atau kerap disebut dengan polisi cepek mengatur lalu lintas kendaraan di dekat pusat perbelajaan Cililitan, Jakarta Timur, Selasa (2/11/2010). Meski tidak meminta namun kebanyakan pengguna kendaraan roda empat kerap memberinya uang receh. KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Warga atau kerap disebut dengan polisi cepek mengatur lalu lintas kendaraan di dekat pusat perbelajaan Cililitan, Jakarta Timur, Selasa (2/11/2010). Meski tidak meminta namun kebanyakan pengguna kendaraan roda empat kerap memberinya uang receh.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Lalu lintas di Jakarta nyaris tidak pernah sepi dari gangguan kemacetan. Kesemrawutan lalu lintas ini dimanfaatkan "polisi cepek" atau "pak ogah" untuk mengambil alih peran polisi dalam mengatur lalu lintas di jalanan Ibu Kota.

Pekerjaan ini justru menarik minat banyak orang karena penghasilannya sangat menggiurkan. Perputaran uang pak ogah di seluruh Jakarta dalam sebulan diperkirakan mencapai Rp 6,7 miliar.

Seperti yang dilakukan Arbi (28) bersama tiga kawannya yang siang itu baru saja beres menjalankan tugas mereka sebagai polisi cepek. Sambil meneguk minuman energi berwarna kuning dari sebuah plastik bening, mereka duduk di tepi Kali Mookervart sembari menghitung pendapatan mereka hari itu.

"Satu jam biasa dapat Rp 50.000. Jadi kalau bekerja 3 jam bisa membawa Rp 150.000. Saya hanya ambil satu jam saja karena harus gantian sama teman-teman lain. Soalnya penghasilan dari kerja polisi cepek itu lumayan, Bang," ujar Arbi yang berambut mohawk itu.

Arbi mengaku sudah memiliki pekerjaan tetap. Dia menjadi pak ogah hanya untuk selingan atau sambilan di paruh waktu, yakni Sabtu dan Minggu atau hanya delapan kali sebulan.

"Hari-hari biasa saya kerja jadi satu sekuriti di apartemen. Gajinya sebulan Rp 2,2 juta. Lumayanlah dengan jadi polisi cepek dapat penghasilan lebih. Hitungan kasarnya kalau sekali jaga bisa sebagai polisi cepek bisa dapat Rp 50.000. Dalam sebulan delapan kali jaga bisa mengantongi Rp 400.000," kata laki-laki yang sedang menunggu kelahiran anak keduanya itu.

Menurut Arbi, rata-rata pengendara memberikan uang Rp 500 sampai Rp 2.000. "Ada juga yang kasih cuma Rp 100, tapi tetap saya simpan. Masa mau marah-marah," ujarnya.

Para pak ogah ini biasanya berada di sejumlah persimpangan jalan dan putaran arah lampu merah. Misalnya saja di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, tercatat ada lima titik polisi cepek biasa beroperasi. Titik tersebut di antaranya di depan Hotel Fiducia, kawasan pergudangan Duta Indah Karya, dekat Halte Pesakih, dekat Halte Rawabuaya, dan kawasan Jembatan Gantung.

Setiap putaran balik dijaga minimal oleh dua pak ogah. Untuk putaran yang besar bisa dijaga empat hingga lima pak ogah.

Data Institut Studi Tranportasi (IST) pernah melansir, setidaknya ada 500 lokasi putaran kendaraan di Jakarta yang dikuasai oleh sekelompok warga atau pak ogah. Seorang pak ogah yang menjaga putaran minimal 3 jam, sehari bisa mengantongi Rp 150.000. Jika dihitung dalam sebulan, maka pak ogah bisa mengantongi Rp 4,5 juta. Setiap titik rata-rata ditempati tiga orang.

Nah, menurut perhitungan lembaga tersebut, nilai perputaran uang di lingkungan pak ogah tersebut cukup mencengangkan, yakni Rp 4,5 juta x 3 orang x 500 titik putaran. Hasilnya mencapai Rp 6,75 miliar.

Diakui IST bahwa perhitungan ini masih belum valid karena tidak dilakukan terhadap seluruh pak ogah yang ada di 500 titik perputaran yang setiap lokasinya dijaga tiga orang. (kar/m15/bum)

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

    2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

    Megapolitan
    Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

    Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

    Megapolitan
    Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

    Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

    Megapolitan
    Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

    Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

    Megapolitan
    Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

    Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

    [POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

    Megapolitan
    [Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

    [Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

    Megapolitan
    Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

    Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

    Megapolitan
    [Update 20 April]: Tangsel Catat 10.672 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat Sebanyak 578

    [Update 20 April]: Tangsel Catat 10.672 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat Sebanyak 578

    Megapolitan
    Ruhana Kuddus, Wartawati Pertama yang Gencar Menentang Poligami, Nikah Dini dan Dominasi Laki-laki

    Ruhana Kuddus, Wartawati Pertama yang Gencar Menentang Poligami, Nikah Dini dan Dominasi Laki-laki

    Megapolitan
    BMKG: Jakarta dan Sekitarnya Cerah Berawan, Kecuali Bogor

    BMKG: Jakarta dan Sekitarnya Cerah Berawan, Kecuali Bogor

    Megapolitan
    Remaja Diperkosa Anak Anggota DPRD lalu Dijual, Praktisi Hukum Pidana: Berdamai Tak Bisa Hentikan Penyidikan

    Remaja Diperkosa Anak Anggota DPRD lalu Dijual, Praktisi Hukum Pidana: Berdamai Tak Bisa Hentikan Penyidikan

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 21 April 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 21 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 21 April 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 21 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Rabu 21 April 2021

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Rabu 21 April 2021

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X