Kompas.com - 02/07/2013, 14:15 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menemui ribuan buruh dan berorasi di Depan gedung Balai Kota Jakarta, Rabu (24/10/2012) siang. Para buruh menuntut Gubernur DKI Jakarta menaikan upah minimum. KOMPAS.com/Indra AkuntonoWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menemui ribuan buruh dan berorasi di Depan gedung Balai Kota Jakarta, Rabu (24/10/2012) siang. Para buruh menuntut Gubernur DKI Jakarta menaikan upah minimum.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, mengatakan, standar upah minimum pekerja di Jakarta sudah sesuai dengan kebutuhan layak warga Jakarta. Upah itu disesuaikan dengan tenaga kerja yang baru bekerja dan nol pengalaman.

Hal itu disampaikannya terkait pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang mewacanakan untuk memberikan standar UMP sebesar Rp 4 juta kepada pekerja yang sudah berkeluarga. Menurut Sarman, UMP yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun ini sudah disesuaikan dengan aturan dan kebutuhan layak pekerja. UMP ini dibuat berdasarkan pekerja yang belum berpengalaman.

"Buat mereka yang sudah berkeluarga itu, saya yakin enggak mungkin kena standar UMP lagi. Orang yang sudah berkeluarga, pasti sudah punya pengalaman banyak dan sudah lama bekerja, pasti gajinya di atas Rp 4 juta," kata Sarman kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (2/6/2013).

Sarman menjelaskan, standar UMP DKI sebesar Rp 2,2 juta tahun ini merupakan gaji pokok. Jika ditambah dengan tunjangan-tunjangan lain yang diberikan perusahaan kepada pekerja, gaji yang diterima sudah melebihi dari angka Rp 4 juta.

Wakil Ketua Kamar Dagang DKI itu mengatakan, para pekerja juga mendapatkan tunjangan untuk makan, transportasi, kesehatan, tunjangan hari raya, pensiunan, lembur, dan asuransi. Komponen pendidikan tidak dimasukkan dalam penghitungan UMP karena pemerintah telah memberikan jaminan pendidikan gratis kepada masyarakat.

Intinya, Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya itu menyebutkan, ada aturan dan perhitungan berdasarkan survei dalam proses penetapan UMP. Setelah nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) selaras dengan nilai inflasi, produktivitas, dan peningkatan tenaga kerja, maka pengusaha dan pemerintah bersama-sama dapat menetapkan UMP.

"Semua itu sudah ada aturannya. Sebenarnya dasar Pak Wagub menyebut Rp 4 juta itu dari mana? Karena, kemarin UMP Rp 2,2 juta saja sudah banyak pengusaha yang kelimpungan dan ingin pindah dari Jakarta. Pasti akan memunculkan banyak pengangguran," kata Sarman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menyebutkan, penggunaan standar UMP itu tergantung pada gaya hidup para masyarakat. Apabila para pekerja itu menggunakan upah mereka secara boros, maka ia akan selalu merasa upah yang mereka terima tidak pernah cukup. Pemerintah bersama Dewan Pengupahan tak dapat mengukur kebutuhan masing-masing pekerja karena semua itu tergantung oleh para pekerja yang mengelola pengeluarannya masing-masing.

Sarman menyebutkan, UMP yang ditetapkan saat ini plus berbagai tambahan tunjangan, jumlahnya sudah jauh melebihi dari angka Rp 4 juta. "Gampangnya begini saja, Pak Ahok (panggilan akrab Basuki) gaji pokoknya sekitar Rp 3 juta, tapi tunjangannya? Nah, tunjangannya itu yang banyak banget. Buruh juga begitu, mereka dapat bonus kalau target perusahaan tercapai, dapat THR senilai satu bulan gaji sama tunjangan-tunjangan lainnya," kata Sarman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Lawan Arah di Tol JORR, Mobil Mercy Lalu Tabrak Dua Mobil

    Lawan Arah di Tol JORR, Mobil Mercy Lalu Tabrak Dua Mobil

    Megapolitan
    Ada Penembakan di Tol Exit Bintaro, Polisi: Korban Selamat tapi Luka di Perut

    Ada Penembakan di Tol Exit Bintaro, Polisi: Korban Selamat tapi Luka di Perut

    Megapolitan
     Kinerja Tim Medsos Memuaskan, Pemprov DKI Jakarta Berhasil Raih Tiga Penghargaan di GSMS 2021

    Kinerja Tim Medsos Memuaskan, Pemprov DKI Jakarta Berhasil Raih Tiga Penghargaan di GSMS 2021

    Megapolitan
    Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

    Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

    Megapolitan
    Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

    Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

    Megapolitan
    Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

    Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

    Megapolitan
    Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

    Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

    Megapolitan
    Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin Bekasi

    Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin Bekasi

    Megapolitan
    Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

    Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

    Megapolitan
    Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

    Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

    Megapolitan
    Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

    Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

    Megapolitan
    2 Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Pintu Keluar Tol Bintaro

    2 Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Pintu Keluar Tol Bintaro

    Megapolitan
    Ada Senjata Tajam dan Stik Golf di Mobil Massa Pemuda Pancasila

    Ada Senjata Tajam dan Stik Golf di Mobil Massa Pemuda Pancasila

    Megapolitan
    Polisi Bayar Rp 50 Juta ke LSM yang Memeras, Kompolnas Minta Propam Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

    Polisi Bayar Rp 50 Juta ke LSM yang Memeras, Kompolnas Minta Propam Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

    Megapolitan
    Luka di Tubuh Polisi yang Amankan Demo Pemuda Pancasila di DPR Diduga karena Pukulan Benda Tumpul

    Luka di Tubuh Polisi yang Amankan Demo Pemuda Pancasila di DPR Diduga karena Pukulan Benda Tumpul

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.