Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/07/2013, 00:39 WIB
EditorTjatur Wiharyo

JAKARTA, KOMPAS.com — Ibu FF (5), MH (27), berharap kasus tindak asusila yang dilakukan oknum polisi Briptu Nugroho Eko Krismianto (34) terhadap FF segera selesai. MH juga berharap Nugroho dijatuhi hukuman penjara sesuai dakwaan, yaitu 15 tahun penjara.

Nugroho dan seorang tukang bangunan bernama Saiful Anwar (32) adalah terdakwa kasus pelecehan seksual terhadap FF. Mereka dikenai Pasal 81 dan 82 UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kasus tersebut disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dan sudah memasuki pembacaan tuntutan. Sidang pembacaan tuntutan sudah diagendakan tiga kali, tetapi selalu ditunda. Terakhir, sidang pembacaan tuntutan dijadwalkan dilaksanakan pada Selasa (2/7/2013).

"Saya berharap cepat diselesaikan sidang tuntutan ini dan berharap dituntut dengan tuntutan maksimal 15 tahun penjara," kata MH saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (2/7/2013).

MH mengaku merasakan kejanggalan dalam sidang yang menyeret salah satu anggota polisi sebagai terdakwa. Sebab, keluarga selalu menelan kekecewaan karena penundaan sidang yang diputuskan majelis hakim dengan alasan yang tidak jelas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lansia Tewas di Trotoar Kawasan Tambora, Awalnya Berjalan Sempoyongan

Lansia Tewas di Trotoar Kawasan Tambora, Awalnya Berjalan Sempoyongan

Megapolitan
Mobil Dinas Polisi Masuk Busway Lalu Tabrak Pengendara Motor di Rawamangun

Mobil Dinas Polisi Masuk Busway Lalu Tabrak Pengendara Motor di Rawamangun

Megapolitan
Tuntut Dana Konsinyasi, Ahli Waris Tol Cimanggis-Cibitung Bakal Tutup Akses Tol Besok

Tuntut Dana Konsinyasi, Ahli Waris Tol Cimanggis-Cibitung Bakal Tutup Akses Tol Besok

Megapolitan
Banjir di Jalan TB Simatupang Jaksel Surut, Arus Lalu Lintas Tetap Macet

Banjir di Jalan TB Simatupang Jaksel Surut, Arus Lalu Lintas Tetap Macet

Megapolitan
Dugaan Adanya Pelanggaran Tim Penyidik Dibalik Penetapan Status Tersangka Hasya

Dugaan Adanya Pelanggaran Tim Penyidik Dibalik Penetapan Status Tersangka Hasya

Megapolitan
Momen Saksi Lihat Pisau Berlogo Densus 88 yang Dipakai untuk Bunuh Sopir Taksi 'Online' di Cimanggis

Momen Saksi Lihat Pisau Berlogo Densus 88 yang Dipakai untuk Bunuh Sopir Taksi "Online" di Cimanggis

Megapolitan
Polda Metro Sebut Ada Bukti Baru atas Kecelakaan Mahasiswa UI Hasya, Lemkapi: Bisa Saja Ada Tersangka Baru

Polda Metro Sebut Ada Bukti Baru atas Kecelakaan Mahasiswa UI Hasya, Lemkapi: Bisa Saja Ada Tersangka Baru

Megapolitan
Sopir Taksi 'Online' Dibunuh Anggota Densus 88, Istri Korban Harap Kasus Diusut Tuntas

Sopir Taksi "Online" Dibunuh Anggota Densus 88, Istri Korban Harap Kasus Diusut Tuntas

Megapolitan
Pembangunan JPO Klender Mangkrak, Ini Penjelasan Pemprov DKI

Pembangunan JPO Klender Mangkrak, Ini Penjelasan Pemprov DKI

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut 130 Konsumen Meikarta Rugi hingga Rp 30 Miliar

Kuasa Hukum Sebut 130 Konsumen Meikarta Rugi hingga Rp 30 Miliar

Megapolitan
'Whistleblower' Kerap Diserang Balik Pihak yang Merasa Dirugikan, Pakar: Karena Menolak Ikut Arus

"Whistleblower" Kerap Diserang Balik Pihak yang Merasa Dirugikan, Pakar: Karena Menolak Ikut Arus

Megapolitan
Transjakarta Pastikan Skywalk Kebayoran Lama Gratis, Tidak Bayar Rp 3.500

Transjakarta Pastikan Skywalk Kebayoran Lama Gratis, Tidak Bayar Rp 3.500

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Lanjutkan Pembangunan JPO Klender Baru yang Sempat Mangkrak

Pemprov DKI Bakal Lanjutkan Pembangunan JPO Klender Baru yang Sempat Mangkrak

Megapolitan
Pembangunan JPO Dekat Skywalk Kebayoran Telan Anggaran Rp 15 Miliar, Diambil dari APBD 2023

Pembangunan JPO Dekat Skywalk Kebayoran Telan Anggaran Rp 15 Miliar, Diambil dari APBD 2023

Megapolitan
Bunuh Sopir Taksi 'Online' di Depok, Oknum Anggota Densus 88 Disebut Berniat Curi Mobil

Bunuh Sopir Taksi "Online" di Depok, Oknum Anggota Densus 88 Disebut Berniat Curi Mobil

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.