Kompas.com - 03/07/2013, 09:21 WIB
Salah satu adegan "Legendra Padusi" yang digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki Jakarta, 11 - 12 Mei 2013. Dok Image DynamicsSalah satu adegan "Legendra Padusi" yang digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki Jakarta, 11 - 12 Mei 2013.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menampik jika selama ini banyak pekerja seni yang mengeluh lantaran kesulitan mendapatkan izin menggunakan ruang publik untuk berekspresi. Jika ada, kemungkinan kesalahan terletak pada pekerja seni tersebut.

"Orang mengeluh saya yakin izin mereka nggak jelas. Misalnya proposalnya nggak jelas, acara nggak jelas, dan sebagainya-lah," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budiman, Rabu (3/7/2013).

Menurut Arie, pihaknya tidak memiliki standar khusus bagi para pekerja seni menggelar acara di ruang publik. Asalkan acara mampu menghibur masyarakat, ia yakin mudah mendapatkan izin.

Hanya, menurutnya, izin tersebut pun tak hanya dikeluarkan oleh pihaknya, tetapi juga instansi lain, seperti Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta atau UPT (Unit Pelaksana Teknis) ruang publik masing-masing. Oleh sebab itu, ia berharap pekerja seni lebih menyusun acaranya dengan baik untuk mendapatkan izin instansi.

"Pasti syarat utama proposal, deskripsi acara dengan jelas, kirim saja ke tiap UPT atau ke kita, atau ke Dinas Pertamanan," ucap Arie.

Arie menjelaskan, di era pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, akses terhadap izin ruang publik untuk dijadikan sarana ekspresi demikian terbuka lebar. Sang Gubernur ingin agar produk budaya tak hanya dikeluarkan pemerintah, tetapi juga partisipasi dari masyarakat.

"Prinsipnya, ruang publik menunggu kreativitas para seniman untuk memanfaatkannya," ucap dia.


Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Rekomendasi

    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19, Bima Arya: Dinkes Mau Beli Barangnya Enggak Ada

    Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19, Bima Arya: Dinkes Mau Beli Barangnya Enggak Ada

    Megapolitan
    Vaksinasi Massal Covid-19 di JCC 24-26 Juli, Simak Cara Daftarnya

    Vaksinasi Massal Covid-19 di JCC 24-26 Juli, Simak Cara Daftarnya

    Megapolitan
    Ada Seruan Aksi 'Jokowi End Game', Tak Ada Penyekatan Tambahan di Jakarta

    Ada Seruan Aksi "Jokowi End Game", Tak Ada Penyekatan Tambahan di Jakarta

    Megapolitan
    Pemalakan Sopir Truk Kembali Muncul, Sebulan Setelah Instruksi Jokowi Berantas Pungli

    Pemalakan Sopir Truk Kembali Muncul, Sebulan Setelah Instruksi Jokowi Berantas Pungli

    Megapolitan
    Saat Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19 di Kota Bogor...

    Saat Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19 di Kota Bogor...

    Megapolitan
    Sulit Dapat Akses, WNA Pertanyakan Kesetaraan Memperoleh Vaksin di Jakarta

    Sulit Dapat Akses, WNA Pertanyakan Kesetaraan Memperoleh Vaksin di Jakarta

    Megapolitan
    Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-17 Tahun di Depok Periode Juli

    Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-17 Tahun di Depok Periode Juli

    Megapolitan
    Warga Kesulitan Cari Oksigen, Yayasan RHC Suplai 100 Tabung Gratis

    Warga Kesulitan Cari Oksigen, Yayasan RHC Suplai 100 Tabung Gratis

    Megapolitan
    Heboh soal Pesawat Terbang Rendah Bolak-balik di Langit Tangerang, Ini Penjelasan Airnav

    Heboh soal Pesawat Terbang Rendah Bolak-balik di Langit Tangerang, Ini Penjelasan Airnav

    Megapolitan
    Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

    Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

    Megapolitan
    Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Pihak Swasta Bantu Buat SPJ Fiktif

    Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Pihak Swasta Bantu Buat SPJ Fiktif

    Megapolitan
    Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

    Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

    Megapolitan
    Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

    Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

    Megapolitan
    Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

    Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

    Megapolitan
    11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

    11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X