Kompas.com - 05/07/2013, 10:00 WIB
Penumpang bus di Terminal Senen, Jakarta, Rabu (28/3/2012). Pemerintah hanya akan menyetujui kenaikan tarif angkutan umum sebesar 20 persen sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak. Besaran kenaikan tersebut lebih rendah dari usulan Organda sebesar 35 persen. KOMPAS/Heru Sri KumoroPenumpang bus di Terminal Senen, Jakarta, Rabu (28/3/2012). Pemerintah hanya akan menyetujui kenaikan tarif angkutan umum sebesar 20 persen sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak. Besaran kenaikan tersebut lebih rendah dari usulan Organda sebesar 35 persen.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI masih belum ingin memutuskan kenaikan tarif angkutan umum sesuai usulan Organda DKI bersama Pemerintah Provinsi DKI. Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan mengatakan masih menunggu Dinas Perhubungan DKI untuk memperbaiki pelayanan angkot kepada penumpang.

"Kita tidak menjadikan rekomendasi gubernur sebagai dasar dalam membuat keputusan dewan. Tentunya kita tidak mau membuat keputusan ini secara gegabah," kata Ferrial di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (5/7/2013).

Selain itu, DPRD juga meminta Dishub DKI bersama Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) untuk membuat komitmen perbaikan pelayanan. Ia menilai, usulan kenaikan tarif sebesar 50 persen itu akan menguntungkan pihak pengusaha. Ia berpendapat bahwa kenaikan tarif itu harus rasional dan jangan hanya menguntungkan pengusaha, tetapi juga para penumpang.

Ferrial meminta agar pengusaha angkutan umum menjamin keamanan penumpang sehingga tidak akan ada pelecehan di dalam angkot. Setiap angkutan umum juga harus memiliki izin KIR. Ferrial mengimbau agar Pemerintah Provinsi DKI memberikan subsidi pada kenaikan tarif angkot itu agar tidak memberatkan masyarakat.

"Kalau perlu ada subsidi dari kita agar tidak memberatkan masyarakat. Ini sebagai langkah kita ke depan. Dishub ini agak kreatiflah, jangan main naik-naikin saja. Mungkin kalau dinaikkan sedikit, Pemprov memberikan subsidi kepada pengusaha, kira-kira seperti itu," kata politisi Partai Demokrat itu.

Ia menyatakan, DPRD DKI hanya meminta kepada Dishub DKI terkait komitmen pelayanan mikro yang sudah ada terhadap penumpang di dalam angkot. Pertanyaan itu, kata dia, kerap dilontarkan DPRD kepada Dishub. Namun, tak mendapat jawaban dari Dishub DKI.

Ferrial mengatakan, DPRD tak ingin menunda-nunda kenaikan tarif angkot itu. Ia menilai keputusan penyesuaian tarif itu membutuhkan waktu untuk mengkajinya, tidak cukup hanya sekitar 1-2 minggu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Iya dong, bukan mengulur waktu. Kita tidak dapat langsung memutuskan apa yang telah diputuskan oleh Dishub dan Gubernur. Kita mesti lihat masukan range dari penyesuaian tarif. Ini sedang dibicarakan secara teknis oleh dewan," kata Ferrial.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

    Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

    Megapolitan
    Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

    Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

    Megapolitan
    Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

    Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

    Megapolitan
    Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

    Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

    Megapolitan
    PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

    PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

    Megapolitan
    Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

    Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

    Megapolitan
    Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

    Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

    Megapolitan
    Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

    Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

    Megapolitan
    Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR Diduga Pikun, Polisi: Keluarganya Bilang Begitu

    Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR Diduga Pikun, Polisi: Keluarganya Bilang Begitu

    Megapolitan
    Cegah Bentrokan, Polisi Bakal Tertibkan Atribut Ormas di Tangerang

    Cegah Bentrokan, Polisi Bakal Tertibkan Atribut Ormas di Tangerang

    Megapolitan
    Sejumlah Pemuda Bawa Celurit Sambil Teriak 'Paket' di Cibubur, Ketua RT: Untung Warga Enggak Terpancing

    Sejumlah Pemuda Bawa Celurit Sambil Teriak "Paket" di Cibubur, Ketua RT: Untung Warga Enggak Terpancing

    Megapolitan
    Polisi Tetapkan 5 Tersangka Bentrokan Ormas PP-FBR di Ciledug

    Polisi Tetapkan 5 Tersangka Bentrokan Ormas PP-FBR di Ciledug

    Megapolitan
    Bentrokan Antar-ormas Kerap Terjadi di Ciledug, Polisi: Sudah Jadi Kebiasaan Mereka

    Bentrokan Antar-ormas Kerap Terjadi di Ciledug, Polisi: Sudah Jadi Kebiasaan Mereka

    Megapolitan
    RS Polri Akan Periksa Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Besok

    RS Polri Akan Periksa Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Besok

    Megapolitan
    Seorang Perempuan Tewas Tertabrak KRL di Klender

    Seorang Perempuan Tewas Tertabrak KRL di Klender

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.