Kompas.com - 09/07/2013, 18:07 WIB
Sejumlah warga yang hendak naik bus Transjakarta di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2013). Terkait kenaikan harga BBM bersubsidi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana akan menaikan tarif layanan bus berjalur khusus ini dari Rp 3500 menjadi Rp 5000 Alsadad RudiSejumlah warga yang hendak naik bus Transjakarta di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2013). Terkait kenaikan harga BBM bersubsidi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana akan menaikan tarif layanan bus berjalur khusus ini dari Rp 3500 menjadi Rp 5000
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Saat ini sudah seharusnya sopir bus transjakarta mendapat perlindungan hukum dalam menjalankan tugas. Dengan begitu, sopir transjakarta akan dilindungi oleh hukum ketika mereka terlibat kecelakaan di jalur busway.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit mengatakan, perlu ada peraturan daerah yang melindungi sopir bus transjakarta saat mereka bertugas.

"Perda harus segera disusun bahwa jalur busway prioritasnya memang harus untuk bus (transjakarta) sehingga jadi tahu mana yang prioritas mana yang tidak," kata Danang saat dihubungi Kompas.com, Selasa (9/7/2013).

Menurut Danang, peraturan untuk melindungi sopir transjakarta itu dapat dilakukan sebagaimana payung hukum bagi masinis kereta yang diatur pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan. Dalam PP tersebut, masinis KA terbebas secara hukum jika terjadi kecelakaan dengan pengguna jalan raya di perlintasan sebidang. Bahkan, lanjut Danang, akan lebih baik jika peraturan untuk melindungi sopir transjakarta tidak hanya di tingkat perda, tetapi juga di tingkat peraturan menteri.

"Di kereta api jelas, jika di persilangan, kereta api yang mendapat prioritas. Busway juga harus ada peraturan sehingga ada kejelasan hukum yang mengikat bagi siapa pun yang menggunakan jalur busway yang bukan haknya," jelas Danang.

Danang juga menyinggung langkah kepolisian yang kerap mempersilakan kendaraan pribadi masuk ke busway jika terjadi kemacetan parah. Menurutnya, langkah tersebut telah membuat fungsi bus transjakarta sebagai solusi kemacetan menjadi hilang karena transjakarta justru terhambat kendaraan lain.

"Kepolisian sering kali kalau terjadi kemacetan, kendaraan diperbolehkan menggunakan jalur busway. Itu sebenarnya menjadi salah satu ketidakjelasan di lapangan yang menjadi penyebab sering terjadi kecelakaan," ujar Danang.

Untuk diketahui, Senin (1/7/2013) pekan lalu, seorang sopir transjakarta Koridor I berinisial SN telah memukul seorang pengemudi motor yang masuk jalur busway. Akibatnya, sopir dilaporkan ke Polsek Metro Tamansari, Jakarta Barat.

Menurut SN, saat itu dia sedang mengendarai bus dan lalu lintas di Jalan Hayam Wuruk sedang macet. Tiba-tiba seorang pengendara motor berinisial H masuk ke jalur transjakarta. Saat SN memberi peringatan, H justru mengacungkan jari tengah. Hal itulah yang menyulut emosi SN. Berdasarkan informasi yang diperoleh Kompas.com, saat ini sopir tersebut sudah diberi sanksi oleh operator.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bersaksi di Sidang Rizieq Shihab, Dokter RSCM Jelaskan Pemeriksaan Sampel Swab hingga Positif Covid-19

Bersaksi di Sidang Rizieq Shihab, Dokter RSCM Jelaskan Pemeriksaan Sampel Swab hingga Positif Covid-19

Megapolitan
Kebakaran di Taman Sari Hanguskan Ratusan Rumah, Gulkarmat DKI: Warga Terlambat Melapor

Kebakaran di Taman Sari Hanguskan Ratusan Rumah, Gulkarmat DKI: Warga Terlambat Melapor

Megapolitan
Sekda Tangerang Selatan Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Gantikan Airin Rachmi Diany

Sekda Tangerang Selatan Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Gantikan Airin Rachmi Diany

Megapolitan
Sidang Lanjutan Rizieq Shihab Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi dari RSCM, RS Ummi, hingga Mer-C

Sidang Lanjutan Rizieq Shihab Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi dari RSCM, RS Ummi, hingga Mer-C

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Jalur Sepeda Terproteksi, Total Hadiah Rp 52 Juta

Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Jalur Sepeda Terproteksi, Total Hadiah Rp 52 Juta

Megapolitan
Kebakaran Taman Sari: Polisi Gelar Olah TKP dan Bantah Penyebab Musibah akibat Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran Taman Sari: Polisi Gelar Olah TKP dan Bantah Penyebab Musibah akibat Pertengkaran Suami Istri

Megapolitan
Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

Megapolitan
Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Megapolitan
2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

Megapolitan
Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Megapolitan
Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Megapolitan
Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

Megapolitan
[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X