Pintu Air Manggarai Penuh Sampah, Dinas Kebersihan Keluhkan Dinas PU

Kompas.com - 17/07/2013, 13:03 WIB
Pascabanjir, aneka sampah menumpuk di pintu air Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (24/1/2013). KOMPAS/AGNES RITA SULISTYAWATYPascabanjir, aneka sampah menumpuk di pintu air Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (24/1/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta, sampah di pintu air Manggarai menumpuk. Dinas Kebersihan pun berupaya mengangkut sampah itu dengan peralatan seadanya.

Sebelumnya, masalah sampah di pintu air dan sungai merupakan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum. Namun, setelah ada pembagian tugas, tugas tersebut kini ditanggung Dinas Kebersihan.

Menurut Kepala Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Pesisir dan Pantai Dinas Kebersihan DKI Budhi Karya Irwanto, yang menjadi kendala adalah belum adanya serah terima alat dari Dinas PU ke Dinas Kebersihan sehingga untuk membersihkan sungai dan badan air di Jakarta, Dinas Kebersihan bekerja dengan prasarana dan sarana terbatas.

"Sekarang masih dalam masa transisi penanganan sampah kali dari Dinas Pekerjaan Umum ke Dinas Kebersihan. Belum ada mutasi aset peralatan kerja seperti ekskavator dari Dinas PU kepada kami sehingga kami bekerja dengan peralatan seadanya," kata Budhi di Jakarta, Rabu (17/7/2013).

Ia berjanji hari ini akan melakukan mobilisasi sumber daya manusia (SDM) dan sarana yang tersedia untuk membersihkan tumpukan sampah di pintu air Manggarai. Hal ini, kata dia, akan dilakukan hingga terbentuk Unit Pengelola Kebersihan (UPK) badan air, taman/jalur hijau. Sebelum terbentuknya UPK tersebut, penanganan kebersihan di sungai dirangkap pengerjaannya oleh oleh UPK Pesisir dan Pantai Dinas Kebersihan DKI.

Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 215 Tahun 2012 tentang pengintegrasian dan optimalisasi pengelolaan sampah, per 1 April 2013 penanganan sampah sungai, kali, dan badan air telah menjadi tugas pokok dan fungsi Dinas Kebersihan DKI.

Budhi mengharapkan masyarakat lebih peduli dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun parit kecil. Menurut dia, sebagian besar sampah yang menumpuk di pintu air Manggarai berasal dari sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan.

Akibat kesadaran masyarakat yang rendah itu pulalah, kata dia, puluhan ton sampah langsung menumpuk di pintu air apabila terjadi hujan.

Sementara itu, terkait isu mangkrak-nya pembayaran gaji petugas kebersihan di pintu air Manggarai, Budhi menegaskan kalau pihaknya telah membayar gaji semua pegawai sejak April lalu. Ia juga menegaskan kalau tak pernah terlambat dalam membayarkan gaji petugas.

"Sejak April sampai sekarang, semua tenaga kebersihan kali sudah kita gaji dan tidak ada keterlambatan. Kalau untuk persediaan alat berat, kami membutuhkan waktu untuk proses pengadaannya. Semoga Dinas PU segera mengedropnya kepada kami," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[BERITA FOTO] Bumi Tak Pilih Kasih di Kuburan Cina

[BERITA FOTO] Bumi Tak Pilih Kasih di Kuburan Cina

Megapolitan
Apa Alasan Pemprov DKI Jakarta Pilih PT Bahana sebagai Kontraktor Revitalisasi Monas?

Apa Alasan Pemprov DKI Jakarta Pilih PT Bahana sebagai Kontraktor Revitalisasi Monas?

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku yang Setubuhi Remaja dengan Iming-iming Main Sinetron

Polisi Tangkap Pelaku yang Setubuhi Remaja dengan Iming-iming Main Sinetron

Megapolitan
Sekda DKI Sebut Pohon Dipindahkan agar Monas Langsung Terlihat dari Pintu Masuk

Sekda DKI Sebut Pohon Dipindahkan agar Monas Langsung Terlihat dari Pintu Masuk

Megapolitan
Kadis SDA Sebut Video Genangan di Monas Sampai 30 Sentimeter Hoaks

Kadis SDA Sebut Video Genangan di Monas Sampai 30 Sentimeter Hoaks

Megapolitan
Underpass Kemayoran Banjir 2,5 Meter, Pemprov DKI Sebut Itu Wewenang Kemensetneg

Underpass Kemayoran Banjir 2,5 Meter, Pemprov DKI Sebut Itu Wewenang Kemensetneg

Megapolitan
Sutiyoso Pernah Tolak Program Menteri yang Ingin Bangun Situ di Monas

Sutiyoso Pernah Tolak Program Menteri yang Ingin Bangun Situ di Monas

Megapolitan
Mengenal Sejarah di Museum Pustaka Peranakan Tionghoa

Mengenal Sejarah di Museum Pustaka Peranakan Tionghoa

Megapolitan
Tidak Hanya Hari Ini, Banjir di Monas Sudah Terjadi Berkali-kali

Tidak Hanya Hari Ini, Banjir di Monas Sudah Terjadi Berkali-kali

Megapolitan
Sekda DKI: Pembangunan Monas Belum Pernah Selesai, Presiden Pertama Pun Belum Meresmikan

Sekda DKI: Pembangunan Monas Belum Pernah Selesai, Presiden Pertama Pun Belum Meresmikan

Megapolitan
100 Personel Gabungan Jaga Wihara Dharma Bakti Saat Imlek

100 Personel Gabungan Jaga Wihara Dharma Bakti Saat Imlek

Megapolitan
Kasus Pengaturan Skor Persikasi Vs Perses Sumedang Segera Disidangkan

Kasus Pengaturan Skor Persikasi Vs Perses Sumedang Segera Disidangkan

Megapolitan
Sebelum Dipindahkan, Pohon yang Ditebang di Monas Disehatkan di Kebun Bibit

Sebelum Dipindahkan, Pohon yang Ditebang di Monas Disehatkan di Kebun Bibit

Megapolitan
Polisi Duga Pelaku Masturbasi Depan Bocah di Cikarang Timur Eksibisionis

Polisi Duga Pelaku Masturbasi Depan Bocah di Cikarang Timur Eksibisionis

Megapolitan
Seluruh Gardu Listrik PLN Jakarta yang Padam akibat Banjir Sudah Menyala

Seluruh Gardu Listrik PLN Jakarta yang Padam akibat Banjir Sudah Menyala

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X